Get Healthy : Tak Sekedar Lentur, Instruktur Senam Ini Beberkan Manfaat Ajaib Yoga
Dokumentasi Rini
Health
Get Healthy

Dipandang sebagai olahraga santai, kenyataannya yoga memiliki segudang manfaat dan membuat Rini Antoni Halim jatuh cinta. Apa saja manfaat ajaib olahraga yoga yang dirasakan Rini?

WowKeren - Bukan rahasia lagi jika olahraga memiliki peran besar dalam menjaga kebugaran tubuh. Tidak terkecuali olahraga yoga. Meski dipandang sebagai olahraga yang santai, kenyataannya yoga memiliki segudang manfaat bagi kesehatan. Hal inilah yang dirasakan oleh Rini Antoni Halim. Wanita berusia 42 tahun ini mengaku jatuh cinta kepada yoga setelah merasakan manfaatnya.

Sebelumnya, Rini adalah seorang instruktur senam aerobik yang gemar melakukan olah tubuh. Kegemaran ini membuatnya penasaran dan ingin mencoba olahraga yoga. Menurut Rini, gerakan-gerakan yoga termasuk kategori senam lantai yang sudah dipelajari sejak Sekolah Dasar. Ia pun akhirnya mulai mempelajari yoga secara otodidak melalui buku.

Makin lama, Rini semakin serius menekuni yoga. Ia tak segan menambah ilmu dengan mengikuti beragam workshop seputar yoga. Ditambah, ia akhirnya bergabung dengan salah satu komunitas yoga. Ia pun mendapat tawaran khusus untuk mengikuti sekolah pelatihan instruktur yoga.




Photo-INFO

TikTok/rini_antonihalim

Sejak saat itu, Rini rutin melakukan yoga. Bagi Rini, yoga adalah satu-satunya olahraga yang gerakannya terasa sampai di urat-urat terdalam. Berbagai keluhan seperti nyeri pinggang hingga sakit kepala yang dideritanya mulai berkurang. Ia pun sering berbagi ilmu tentang yoga kepada orang-orang di sekitarnya.

Kepada WowKeren untuk rubrik Get Healthy, Rini mengaku ingin mengajak masyarakat untuk mencoba olahraga yoga. Karena itulah, ia tak segan membocorkan beberapa manfaat ajaib dari yoga. Apa saja manfaat olahraga yoga versi Rini Antoni Halim?

(wk/yoan)

1. Tidak Hanya Melatih Kelenturan, Tapi Juga Kekuatan


Tidak Hanya Melatih Kelenturan, Tapi Juga Kekuatan
Dokumentasi Rini

Saat melakukan yoga, otot-otot tubuh akan mengalami peregangan. Meregangnya otot-otot dapat ditandai dengan semakin lenturnya tubuh. Hal inilah yang menyebabkan seseorang bisa melakukan pose-pose akrobatik yoga dengan indah.

Menurut Rini, olahraga yoga tidak hanya sekedar melatih kelenturan saja. Pasalnya, untuk mencapai kelenturan, diperlukan latihan kekuatan dan keseimbangan. Hal inilah yang membuat gerakan-gerakan yoga begitu menguras energi meski terbilang kalem.

"Jadi, enggak cuma flexibility doang. Tapi, olahraga yoga menggabungkan juga strength (kekuatan) dan balance (keseimbangan)," ungkap Rini.

2. Bermanfaat untuk Memperbaiki Postur Tubuh


Bermanfaat untuk Memperbaiki Postur Tubuh
Instagram/riniantonihalim

Selain melatih kekuatan, kelenturan, dan keseimbangan, yoga juga bermanfaat untuk memperbaiki postur tubuh. Misalnya, saat tubuh memiliki postur yang bungkuk. Latihan yoga teratur mampu memperbaiki postur menjadi lebih tegap. Rini menyebut latihan yoga juga cocok untuk segala usia, baik anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia yang ingin menjaga atau memperbaiki postur tubuhnya.

"Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, lakukan latihan yoga setiap hari secara intens 30-60 menit," saran Rini. "Nanti suatu saat, pasti akan terasa manfaatnya, terutama untuk postur tubuh kita."

3. Mengurangi Nyeri pada Persendian


Mengurangi Nyeri pada Persendian
Dokumentasi Rini

Tidak hanya memperbaiki postur, gerakan-gerakan peregangan pada olahraga yoga juga berguna untuk mengurangi nyeri pada persendian. Begitu pula yang dirasakan oleh Rini. Ia pernah mengalami nyeri pinggang yang sangat hebat. Ia pun mengobatinya dengan melakukan gerakan yoga dasar.

"Saya berpikir kalau menggunakan alat terapi, yang bekerja itu alatnya, kita cuma diam. Tapi kalau yoga, kita menggerakkan tubuh kita sendiri," ujar Rini. "Kalau saya prinsipnya mana yang sakit di tubuh, jangan didiamkan. Justru gerakkan sendi dan otot-otot di area yang sakit. Intinya, obat dari tubuh kita yang sakit, yaitu tubuh kita sendiri."

Setelah beberapa hari rutin melakukan gerakan yoga dasar, nyeri pinggang Rini pun berkurang. Karena itulah, ia semakin semangat meyakinkan banyak orang mengenai manfaat olahraga yoga untuk kesehatan.

"Setelah saya melakukan gerakan kobra (gerakan dengan posisi tubuh seperti ular kobra yang kepalanya terangkat), itu terasa banget tertarik pinggang saya. Jadi, saya semakin yakin yang saya ajarkan itu benar. Karena saya mengalami sendiri perubahannya, kenyamanan," lanjut Rini.

4. Gerakan Headstand Redakan Sakit Kepala


Gerakan <i>Headstand</i> Redakan Sakit Kepala
Instagram/riniantonihalim

Tidak hanya nyeri pinggang, Rini juga pernah mengalami sakit kepala yang hebat. Saat itu, ia sempat mengira bahwa sakitnya disebabkan oleh tekanan darah rendah. Namun setelah diperiksa ke dokter, tekanan darahnya ternyata normal. Ia pun sempat diberikan obat, namun tak kunjung sembuh.

Setelah beberapa hari bergelut dengan rasa sakit kepala, Rini akhirnya memutuskan untuk melakukan yoga. Gerakan headstand (berdiri dengan kepala di bawah, mengangkat kedua kaki, sambil bertumpu pada kedua lengan) adalah gerakan yang dipilihnya.

"Headstand adalah salah satu gerakan inversion dalam yoga yang bermanfaat mengalirkan oksigen ke area kepala. Saya lakukan selama tiga menit," jelas Rini. "Setelah melakukan itu, akhirnya tidur saya pulas, nyaman, dan hilang sakit kepalanya."

5. Sebagai Terapi Saraf Terjepit


Sebagai Terapi Saraf Terjepit
TikTok/rini_antonihalim

Saat ini, Rini aktif berbagi informasi seputar yoga di media sosial. Ia juga sering menjawab pertanyaan-pertanyaan netizen tentang gerakan yoga untuk kesehatan. Contohnya, gerakan yoga untuk penderita asam lambung, gagal ginjal, hingga saraf terjepit.

"Pada saat saya mau menjawab pertanyaan netizen, selain berbekal ilmu yang saya peroleh, saya juga googling dari berbagai sumber. Saya menggali lagi dan saya rangkum jadi jawaban. Jadi, saya enggak asal jawab," jelas Rini. "Dengan saya menjawab konten-konten itu, membuat saya lebih pintar karena saya mau belajar."

Selain menjawab pertanyaan netizen, Rini juga menangani keluhan penyakit para peserta pelatihannya. Salah satu penyakit yang paling sering ditangani adalah saraf terjepit. Berkat bimbingan Rini, beberapa peserta pelatihan yang menderita saraf terjepit perlahan membaik. Bahkan, ada yang sampai dinyatakan sembuh.

"Ada seorang member yoga yang sudah lansia punya keluhan HNP (saraf terjepit) dengan kondisi tulang punggung bengkok (bengkok karena menahan sakit). Dengan melakukan latihan cat and cow pose serta melatih back bend dengan cobra pose secara rutin selama hampir dua bulan, ternyata tulang yang tadinya bengkok dan besar sebelah berangsur membaik. Dan penyembuhannya tinggal 15% dinyatakan oleh terapis HNP si member yoga tersebut. Maka, si member tersebut makin semangat latihan yoga karena merasa nyaman tubuhnya," tutur Rini.

6. Menjernihkan Jasmani dan Rohani


Menjernihkan Jasmani dan Rohani
Dokumentasi Rini

Selain menjaga kesehatan jasmani, olahraga yoga juga menjaga kesehatan rohani. Ada sesi meditasi (healing dan cleansing) di dalam yoga yang di antara manfaatnya mencegah dan meringankan stres, depresi, kecemasan, mengatur emosi serta melatih pikiran positif.

"Nah, jadi dengan latihan meditasi kita dijauhkan dari pikiran negatif dan berburuk sangka," jelas Rini.

7. Sesuaikan Yoga dengan Kebutuhan


Sesuaikan Yoga dengan Kebutuhan
Instagram/riniantonihalim

Manfaat terbaik olahraga yoga tidak dapat dirasakan jika kita asal berolahraga tanpa paham dengan kebutuhan tubuh. Karena itulah, para pemula yoga hendaknya mengetahui terlebih dahulu apa yang dibutuhkan oleh tubuh.

"Apa kebutuhannya? Kalau seorang member ingin mendapatkan sehat saja, maka cukup dengan berlatih basic yoga, di antaranya Surya Namaskar. Tapi, jika member punya keluhan penyakit, maka latihan gerakan akan fokus pada keluhan penyakitnya tersebut."

Saat mulai melakukan yoga, Rini menyarankan para pemula agar mendapatkan bimbingan dari pelatih. Bimbingan ini bisa dilakukan secara online ataupun offline. Dengan bantuan pelatih atau instruktur, seseorang akan lebih mudah diarahkan jika ada gerakan yang salah. Sebab, gerakan yang tepat membuat manfaat yoga lebih cepat terasa bagi tubuh.

"Yoga itu enggak kayak aerobik atau zumba yang masuk dalam kategori kardio. Yoga itu santai gerakannya, tapi luar biasa menguras energi. Saran saya, sebaiknya beryogalah di bawah pengawasan pelatih atau coach-nya supaya bisa lebih diarahkan ke gerakan yang benar," tutup Rini.

Selama melakukannya secara konsisten, sesuai kebutuhan, dan didampingi ahli, yoga tentu bisa menjadi olahraga pilihan dengan segudang manfaat bagi kesehatan. Jadi, apakah kamu mulai tertarik mencoba yoga?



You can share this post!