Sutradara Bingung 'The Red Sleeve' Unggul di Antara Pesaing, Kekuatan Drama Terungkap
MBC
TV
Popularitas The Red Sleeve

Atas kesukesan 'The Red Sleeve' dan reaksi panas pemirsa, sutradara sempat merasa kebingungan. Unggul di antara para pesaing, ini kekuatan drama yang dibintangi Junho 2PM dan Lee Se Young itu.

WowKeren - Drama "The Red Sleeve" yang dibintangi Junho 2PM dan Lee Se Young berakhir dengan kesuksesan besar. Baru-baru ini, sutradara Jung Jin In diwawancarai untuk menceritakan kesannya terhadap karyanya tersebut.

"The Red Sleeve" menceritakan ulang kisah cinta Raja Jeongjo dan selir kerajaan Uibin Sung. Junho memerankan Yi San, yang nantinya akan menjadi Raja Jeongjo yang mementingkan negara di atas cinta. Sedangkan Lee Se Young berperan sebagai Sung Deok Im, dayang istana yang berusaha melidungi kehidupan pilihannya.

Secara khusus, "The Red Sleeve" menjadi gebrakan drama di MBC selama enam tahun terakhir. Bukan hanya memperoleh rating tinggi di angka 17,4 persen di episode terakhir, melainkan dalam indeks popularitas. Drama ini tidak pernah ketinggalan menjadi topik yang hangat diperbincangkan selama tayang.

"Aku sangat terkejut mendengar banyak hal dari kalian setelah episode pertama tayang. Aku kagum dan bersemangat melihat peringkat naik dan topik pembicaraan tetap eksis saat siaran berlaingsung. Aku bersyukur banyak orang menontonnya bahkan setelah selesai," ujar Jung Ji In.

Selain itu, "The Red Sleeve" juga unggul di antara drama-drama tayang pada slot waktu sama seperti "Now, We Are Breaking Up" dan "Happiness" yang dibintangi Song Hye Kyo dan Han Hyo Joo. Semula Jung Jin In merasa sangat gugup sebelum episode pertama tayang. Namun ia yakin dengan kerja keras para aktor dan staf semua akan membuahkan hasil.


"Ini adalah drama pertamaku yang menerima respons panas, jadi aku senang, tapi rasanya sangat asing hingga aku bingung. Aku tidak tahu akan begitu dicintai, dan kupikir seharusnya aku bekerja lebih keras jika tahu itu akan terjadi. Semua orang bilang untuk menikmatinya selagi ada, tapi aku tidak yakin bagaimana menikmatinya," ungkap sang sutradara.

Di tengah pesta drama sageuk, "The Red Sleeve" menunjukkan pesonanya. Sutradara Jung Jin In merasa bahwa dari adaptasinya saja, karya ini sudah bagus dan punya kekuatan. Kemudian ditambah dengan kerja keras dan dedikasi para staf maka semuanya jadi bisa menyentuh hati pemirsa.

"Menurutku, perbedaan 'The Red Sleeve' adalah karya asli tentang orang sungguhan yang menambahkan interpretasi baru. Berkat alur awal dan akhir yang lancar berdasar karya aslinya, aku bisa mengerjakan naskah sesuai dengan jadwal produksi tanpa kesulitan dan berkomunikasi secara bebas dengan penulis Jung Hae Ri," imbuh sutradara.

Selain persiapan memadai, persamaan visi dan misi menjadi faktor penting dalam kelancaran drama. Jika semua staf produksi yang terlibat memahami arah dan tujuan yang sama, maka hasilnya akan benar-benar maksimal.

"Kupikir, karya asli yang bagus adalah faktor yang memungkinkan semua staf produksi bergerak ke satu arah dan menyampaikan ketulusan kami kepada pemirsa dalam adegan drama, yang selalu terbatas waktu," terang sutradara.

Terkait sejarah yang sudah diketahui publik, justru proses pertemuan dua hati antara Yi San dan Sung Deok Im yang menjadi fokus pemirsa. Untuk itu, sutradara merasa Junho dan Lee Se Young punya andil besar dalam hal ini.

(wk/inta)

You can share this post!

Related Posts