Get Healthy : Coach Diet Ini Bocorkan Rahasia Atur Jam Makan untuk Bantu Turunkan Berat Badan!
Dokumentasi Asep
Health
Get Healthy

Bingung atur pola makan saat diet? Jangan khawatir! Asep.S.Tanjung secara khusus membongkar rahasia jam-jam makan yang akan membantu menurunkan berat badan. Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

WowKeren - Selain olahraga, mengatur pola makan merupakan kunci untuk sukses menurunkan berat badan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara disiplin menerapkan jam makan. Seperti yang pernah dilakukan oleh Asep.S.Tanjung. Coach diet berusia 31 tahun ini pernah memperbaiki jam makannya agar mendapatkan penurunan berat badan yang maksimal.

Pengalaman Asep menjaga pola makan bermula saat ia melakukan pekerjaan lapangan di tahun 2017 silam. Saat itu, tuntutan pekerjaan membuat pola makannya jadi berantakan. Berat badan Asep pun sontak mengalami kenaikan sampai 10 kilogram. Keadaan ini membuat visceral fat (lemak yang melekat pada organ) menekan paru-paru dan membuat penyakit asmanya lebih sering kambuh.




Photo-INFO

TikTok/asepstanjung.id




Agar penyakit asmanya tidak kian parah, Asep memutuskan untuk menurunkan berat badan. Saat itu, ia memilih melakukan olahraga di tempat gym. Namun, usaha ini tidak membuahkan hasil. Ia pun menyadari bahwa visceral fat tidak cukup diatasi hanya dengan berolahraga saja. Setelah itu, ia akhirnya belajar mengatur jam makan atas bimbingan sang istri.

Sejak menerapkan jam makan yang disiplin, Asep berhasil menurunkan berat badannya dari 89 kilogram menjadi 80 kilogram. Tak hanya penurunan berat badan, kondisi kesehatannya pun berangsur membaik. Kini, penyakit asma Asep sudah tidak pernah kambuh lagi.

Kepada WowKeren untuk rubrik Get Healthy, Asep membocorkan rahasia jam-jam makan yang membantunya menurunkan berat badan sekaligus sehat. Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

(wk/yoan)

1. Mulai dengan Temukan Motivasi Kuat


Mulai dengan Temukan Motivasi Kuat
Instagram/asepstanjung.id

Seorang pemula harus menemukan motivasi diet yang kuat terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengatur jam makan. Motivasi yang kuat akan membuat pemula lebih mudah menerapkan jam makan. Seperti yang dialami oleh Asep. Motivasi untuk sembuh dari asma membuat ia bisa konsisten menerapkan jam makan meski awalnya susah membiasakan.

"Kalau orang sudah punya alasan (motivasi), contohnya masalah kesehatan atau tuntutan pekerjaan, biasanya apapun akan dilakukan," ujar Asep. "Kalau enggak punya alasan yang kuat, enggak akan bisa mengubah jam makan, pola makan, dan gaya hidupnya. Jadi, cari tahu dulu alasannya apa. Itu yang memperkuat (konsisten)."

2. Susun Rencana Pola Makan


Susun Rencana Pola Makan
pexels/olia danilevich

Setelah menemukan alasan yang kuat, langkah selanjutnya adalah merencanakan menu makan. Merencanakan menu akan membuat seorang pemula lebih mudah mengontrol pola makannya. Asep pun tak bosan mengingatkan bahwa saat menyusun pola makan, pastikan untuk memilih menu yang disukai. Cara ini dilakukan agar pemula tidak merasa tersiksa saat menjalankan diet.

"Jadi, pahami kebutuhan kalori diri sendiri, buat rencana pola makan, serta rencanakan menu makan yang tidak berseberangan dengan kebiasaan kita. Karena kalau pemula tidak merencanakan, itu biasanya gagal," beber Asep. "Ubah pola makan itu secara perlahan agar menjadi habits. Jangan memaksakan pola makan yang memang benar-benar menyiksa kalian."

Selain pola makan, pemula juga harus mulai belajar untuk mengunyah makanan lebih lama. Menurut Asep, mengunyah lebih lama membuat tubuh lebih mudah merasakan sensasi kenyang sehingga tidak akan makan berlebihan.

"Yang namanya pencernaan, masuk ke dalam mulut itu sudah proses pencernaan. Ada hormon yang membuat rasa kenyang lebih lama kalau kita mengunyah makanan lebih lama," terang Asep. "Makanya, saya mencari sumber protein yang teksturnya lebih keras. Contohnya, saya lebih pilih daging ayam karena saya harus mengunyah lebih lama dibanding telur putih."

3. Pastikan Tidak Melewatkan Waktu Sarapan


Pastikan Tidak Melewatkan Waktu Sarapan
pexels/Julian Jagtenberg

Tuntas menyusun rencana menu, langkah selanjutnya baru membagi jam makan. Asep menyarankan agar pemula membagi jam makan utamanya menjadi tiga bagian, yaitu pagi, siang dan malam. Strategi ini dilakukan untuk mengendalikan rasa lapar yang mungkin muncul sebelum jam makan berlangsung.

"Kalau berbicara turun berat badan, konsepnya sudah pasti defisit kalori. Cuma, misalkan kebutuhan kalorinya 1.600, apakah dalam satu kali makan mampu menghabiskan 1.600 kalori?" jelas Asep. "Jadi, saya harus atur jam makan 3-4 jam sekali dimana jam makan utama itu pagi, siang, dan malam hari serta dua kali makan camilan. Cara ini juga bisa mengontrol nafsu makan kita saat menunggu jam makan berikutnya,"

Dalam unggahan TikTok-nya, Asep menerangkan bahwa waktu sarapan terbaik jatuh pada pukul 06.00-09.00. Sarapan tepat waktu akan membuat seseorang lebih semangat untuk berkegiatan. Karena itulah, pastikan untuk menyesuaikan menu sarapan dengan aktivitas sehari-hari.

"Untuk teman-teman yang banyak mengeluarkan tenaga, seperti mau naik gunung. itu butuh karbohidrat tinggi dan protein yang tinggi saat sarapan," saran Asep. "Tapi, kalau posisinya seperti saya yang hariannya tidak banyak mengeluarkan tenaga, saya pribadi menyarankan mencari makanan yang tinggi protein tapi rendah karbohidrat. Syukur-syukur karbohidrat kompleks."

4. Persiapkan Waktu Makan Siang


Persiapkan Waktu Makan Siang
pexels/cottonbro

Setelah sarapan, jam utama makan selanjutnya adalah siang hari. Menurut Asep, jam makan siang terbaik adalah pukul 12.00-14.00. Pada saat makan siang, kondisi tubuh masih tidak terlalu lapar karena energi sarapan masih tersimpan. Alhasil, pemula akan lebih mudah mengendalikan porsi makannya.

Selain itu, komposisi nutrisi juga sebaiknya diperhatikan saat memilih menu makan siang. Biasanya, Asep akan mengisi menu makan siangnya dengan satu kepal nasi putih sebagai sumber karbohidrat. Supaya menunya lebih seimbang, ia juga menambahkan dengan satu kepal tangan protein.

Hasil diet juga akan lebih maksimal apabila pemula rutin menerapkan olahraga di antara jam makannya. Menurut Asep, waktu olahraga bisa disesuaikan dengan kebiasaan masing-masing. Hanya saja, pastikan untuk tidak terlalu dekat dengan waktu makan.

"Semua orang punya waktunya sendiri-sendiri untuk olahraga. Tapi, kalau ngomong dengan pola makan tersebut, sebenarnya kita bisa olahraga entah sebelum ataupun sesudah makan," jelas Asep. "Tapi, jangan sampai jam 12 siang makan berat, setengah jam habis itu olahraga."

5. Makan Malam 3-4 Jam Sebelum Tidur


Makan Malam 3-4 Jam Sebelum Tidur
pexels/Vlada Karpovich

Sebagian besar pemula menghindari makan malam karena anggapan dapat menaikkan berat badan. Padahal, hal itu tentu saja tidak benar. Asep menyebut bahwa tidak ada hubungan langsung antara makan malam dengan kenaikan berat badan. Hanya saja, mengonsumsi makanan berat saat malam hari mendekati waktu tidur tidak baik untuk kesehatan pencernaan.

"Mungkin (makan malam) tidak ada sangkut pautnya dengan turun berat badan. Tapi, lebih ke kesehatan kita," ungkap Asep. "Banyak artikel yang saya baca, dokter-dokter yang kasih edukasi kalau makanan berat itu jangan (dikonsumsi) terlalu mepet di jam tidur. Itu ganggu pencernaan."

Karena itulah, Asep menyarankan agar seseorang setidaknya makan 3-4 jam sebelum tidur, sekitar pukul 18.00 sampai pukul 20.00. Hal ini dilakukan dengan tujuan memberi jeda waktu pada lambung untuk mencerna makanan sebelum tidur.

6. Selingi Makan Besar dengan Dua Kali Camilan


Selingi Makan Besar dengan Dua Kali Camilan
pexels/Luis Quintero

Asep juga membagi jam makannya dengan dua kali makan camilan. Menurutnya, pisang dan buah lainnya menjadi alternatif camilan terbaik karena sudah mengandung karbohidrat dan vitamin sekaligus. Strategi memasukkan camilan ini dilakukan Asep untuk mengendalikan keinginan apabila ada godaan makanan di luar rencana makan.

"Saya bagi jam makannya jadi tiga kali makan berat dan dua kali camilan. Untuk camilannya, misalkan pisang karena sumber karbohidrat dan ada vitaminnya juga. Nah, di antara sarapan dan makan siang, posisi perut saya tidak benar-benar lapar," beber Asep. "Jadi, ketika ada (godaan makan), misalkan gorengan, saya potong setengah, mencicipi, dan dirasain di lidah saja."

Asep memilih meletakkan jam makan camilan pertamanya di antara sarapan dan makan siang sekitar pukul 10.00-11.00. Sedangkan, waktu camilan keduanya di antara makan siang dan malam yaitu pada pukul 15.00-16.00.

7. Cara Siasati Jika Terlambat Makan


Cara Siasati Jika Terlambat Makan
pexels/Pixabay

Asep menyebut bahwa makan sesuai jam memang sulit diterapkan di awal. Ditambah, jika ia memiliki jadwal meeting saat jam makan siang. Untuk menyiasati hal itu, biasanya Asep akan membawa bekal khusus untuk makan siang dan camilannya dari rumah. Kemudian, ia akan makan terlebih dahulu sebelum jam berlangsung.

"Memang ada beberapa waktu dimana saya makan enggak tepat waktu. Misalkan saya sedang bertemu dengan klien di jam 12.00-13.00, biasanya saya makan sebelum jam makan," ungkap Asep. "Kondisi kedua, biasanya meeting tapi molor. Nah, di saat enggak makan, saya minum air putih untuk menahan rasa lapar. Tapi, no problem. Saya tetap menjaga dan berusaha untuk makan tepat waktu."

Dengan menerapkan jam makan secara disiplin, Asep tidak hanya sukses menurunkan berat badan tapi ia juga berhasil menjaga tubuhnya agar lebih sehat. Jadi, apakah kalian juga tertarik untuk mulai menerapkan jam makan?



You can share this post!