Get Healthy : Mentor Diet Ini Sebutkan 7 Kebiasaan Sepele yang Bikin Berat Badan Cepat Naik!
Dokumentasi Lisny
Health
Get Healthy

Sering lewatkan waktu sarapan? Hati-hati! Kebiasaan itu bisa bikin berat badan cepat alami kenaikan. Kali ini, Lisny Triana akan mengupas tuntas 7 kebiasaan sepele yang bikin berat badan naik, apa saja?

WowKeren - Gaya hidup atau lifestyle umumnya merupakan faktor utama yang berpengaruh pada kenaikan berat badan. Namun, hal ini cenderung dianggap sepele oleh sebagian orang. Seperti yang pernah dilakukan oleh Lisny Triana. Wanita yang aktif sebagai mentor diet ini pernah melakukan gaya hidup dan kebiasaan yang membuat berat badannya tak kunjung turun.

Perjalanan diet Lisny bermula sejak dirinya mulai mengalami beberapa masalah kesehatan. Ditambah, ia juga sempat kesulitan beraktivitas seperti beribadah hingga berolahraga. Sejak saat itu, wanita yang kini berusia 52 tahun ini pun memutuskan untuk menjalankan diet dengan mengurangi porsi makan.


Photo-INFO

TikTok/lisnytd




Meski sudah mengurangi porsi makan, namun usaha Lisny menurunkan berat badan tak kunjung membuahkan hasil. Ia pun mencoba mengevaluasi gaya hidupnya. Hasilnya, berat badan Lisny tak kunjung turun karena ia masih sering lakukan kebiasaan makan camilan berlebihan hingga jarang minum air putih.

Setelah mengetahui penyebabnya, Lisny memutuskan untuk belajar tentang pola makan dan kebiasaan diet yang benar. Ia lantas menyadari bahwa diet ternyata bukanlah sekedar mengurangi porsi makan, tapi juga membiasakan diri dengan gaya hidup yang sehat. Berkat kesungguhannya, Lisny berhasil meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama dan sukses menurunkan berat badan dari 64 kilogram menjadi 52 kilogram.

Kepada WowKeren untuk rubrik Get Healthy, Lisny pun membeberkan beberapa kebiasaan-kebiasaan sepele yang mampu membuat berat badan cepat naik. Penasaran apa saja? Berikut ulasan Lisny selengkapnya.

(wk/yoan)

1. Selalu Lewatkan Sarapan Pagi


Selalu Lewatkan Sarapan Pagi
pexels/Burst

Kebiasaan pertama yang memicu kenaikan berat badan adalah selalu melewatkan sarapan pagi. Lisny menyebut bahwa melewatkan waktu sarapan dapat memicu meningkatnya nafsu makan. Akibatnya, seseorang akan berpotensi makan berlebihan saat menjelang siang hari. Hal ini tentu saja akan berpengaruh pada kenaikan berat badan.

"Yang pertama ini melewatkan sarapan. Melewatkan sarapan itu dapat meningkatkan nafsu makan yang bisa menaikkan berat badan," jelas Lisny. "Dulu, saya kerjanya pagi jadi enggak sempat sarapan karena harus mengantar anak ke sekolah dan langsung ke kantor. Nah, jam 10 itu saya sudah mulai mencari makanan. Sorenya saya jajan gorengan, malamnya makan lagi camilan. Jadi, saya makan melebihi kalori."

Saat menyusun menu sarapan, Lisny menyarankan agar seseorang memilih menu-menu yang bisa mencukupi kebutuhan nutrisi seperti karbohidrat, protein dan lemak. Pemilihan menu ini akan membantu untuk mengendalikan nafsu makan sehingga mengurangi risiko makan berlebihan.

"(Biasakan) menjaga pola makan. Jadi sarapannya teratur, rendah kalori, tapi nutrisinya terpenuhi. Camilannya bisa buah atau putih telur," lanjut Lisny. "Makan siangnya juga teratur dengan karbohidrat yang dikurangi, banyak sayur dan lauk pauk. Jadi, komposisinya seimbang."

2. Makan Camilan Setelah Makan Malam


Makan Camilan Setelah Makan Malam
pexels/cottonbro

Makan malam sejatinya bukanlah hal yang dilarang saat sedang menjalankan diet. Hanya saja, beberapa orang biasanya akan menyertai makan malam dengan makanan penutup yang manis serta aneka camilan lainnya. Kebiasaan inilah yang tanpa sadar membuat berat badan cepat naik. Sebab, beberapa camilan dan makanan penutup tersebut bisa jadi memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi.

Selain itu, sebagian orang biasanya langsung memutuskan untuk tidur sesaat setelah makan. Padahal, makanan masih belum sempat dicerna oleh tubuh. Karena itulah, Lisny menyarankan agar seseorang setidaknya makan maksimal dua jam sebelum tidur. Hal ini dilakukan untuk memberi waktu kepada tubuh mencerna makanan terlebih dahulu sebelum tidur.

"Makan setelah makan malam juga harus dihindari. Jadi, maksimal dua jam sebelum tidur kita sudah stop makan," saran Lisny. "Karena pada saat malam hari, organ tubuh kita sudah tidak bekerja lagi untuk melakukan proses pencernaan. Jadi, makanan yang masuk akan tersimpan di dalam tubuh dan menjadi cadangan lemak yang enggak akan diolah jadi energi."

3. Tak Perhatikan Komposisi Makanan


Tak Perhatikan Komposisi Makanan
pexels/Caleb Oquendo

Kebiasaan yang membuat berat badan naik lainnya adalah makan apapun tanpa memerhatikan komposisi makanan seperti kandungan karbohidrat, protein, dan lemak. Jika hal ini terjadi, seseorang bisa tanpa sadar makan makanan kandungan tinggi lemak seperti gorengan secara berlebihan. Akibatnya, berat badan pun akan berpotensi mengalami kenaikan.

"Makan apa saja yang ada. Jadi, tidak memperhatikan komposisinya, apakah proteinnya cukup? Lemaknya terutama," terang Lisny. "Yang utama saya lebih sering makan gorengan. Pagi, sore seringnya makan gorengan. Itu yang membuat berat badan saya juga semakin naik."

Lisny mengakui jika sampai saat ini ia juga masih sering kecolongan saat makan gorengan. Meski demikian, kebiasaan tersebut bisa perlahan dikendalikan jika seseorang bisa sungguh-sungguh menerapkan pola hidup yang sehat.

4. Tidak Fokus Saat Makan


Tidak Fokus Saat Makan
pexels/JESHOOTS.com

Saat makan, beberapa orang akan memilih untuk melakukan kegiatan lain seperti menonton film hingga bekerja. Akibatnya, fokus saat makan pun terpecah. Saat hal itu terjadi, seseorang bisa saja tidak sadar jika sudah makan dengan porsi yang berlebihan.

"Makan tidak fokus itu maksudnya makan sambil mengerjakan sesuatu. Jadi, tidak terasa jika makanan yang dimakan itu semakin lama semakin banyak," ungkap Lisny. "Itu juga yang membuat kalori semakin banyak masuk ke dalam tubuh dan membuat berat badan menjadi naik."

Menurut Lisny, melepaskan diri dari kebiasaan-kebiasaan tersebut memang bukanlah hal yang mudah. Namun, bukan menjadi hal yang mustahil dilakukan jika memiliki niat yang kuat. Jika niat sudah terbentuk, segera lakukan dengan serius agar lebih mudah untuk konsisten.

"Kalau merasa berat badannya berlebih, niatkan saja dulu. Kalau kita sudah punya niat, kita bisa melakukannya dengan sungguh-sungguh. Dan setelah diniatkan langsung dilaksanakan, jangan ditunda tunda. Karena kalau ditunda-tunda, niat kita pasti akan berubah," pesan Lisny.

5. Suka Konsumsi Minuman Tinggi Kalori


Suka Konsumsi Minuman Tinggi Kalori
pexels/RODNAE Productions

Minuman manis seperti boba merupakan merupakan tren baru yang digemari para anak muda. Namun, siapa yang sangka jika minuman-minuman ini ternyata mengandung nilai kalori yang cukup tinggi. Terlalu banyak mengonsumsi minuman tinggi kalori juga tanpa sadar akan membuat berat badan cepat naik dan susah untuk turun.

"Kalau lidahnya sudah membiasakan diri dengan minuman manis, itu akan terangsang terus untuk minum minuman manis. Jadi, karena memang enak, kita minum satu gelas itu enggak cukup," tutur Lisny. "Memang itu butuh proses dan adaptasi. Agak susah awalnya karena sudah terbiasa minum-minuman manis. Tapi dengan mengurangi perlahan-lahan akhirnya ya akan berhasil."

Lisny menyebut bahwa membiasakan diri lepas dari minuman manis memang bukanlah hal mudah. Karena itulah, kurangi konsumsi minuman manis secara bertahap dan perlahan-lahan. Sebagai alternatif, Lisny juga menyarankan untuk menggantinya dengan mengonsumsi air putih.

6. Kurang Minum Air Putih


Kurang Minum Air Putih
pexels/Pixabay

Kebiasaan lain yang kerap dianggap sepele adalah minum air putih. Beberapa orang memilih untuk melewatkan minum air putih karena malas. Padahal, melewatkan air putih justru membuat nafsu makan semakin tak terkendali. Akibatnya, beberapa orang memilih untuk makan padahal tubuh sebenarnya hanya sedang membutuhkan cairan.

"Saat kita merasakan haus, kita beralihnya mencari makanan padahal sebenarnya kita butuh minuman. Itu juga yang membuat berat badan kita semakin naik," ujar Lisny. "Saya pernah mencoba mengurangi minum air putih, cepat sekali naik berat badannya."

Menurut Lisny, kebutuhan cairan pada tubuh masing-masing individu tentu saja berbeda. Meski demikian, ia menyebut bahwa umumnya seseorang dengan berat badan normal setidaknya minum sebanyak 8 gelas berukuran 250 mililiter dalam satu hari.

"Bangun tidur, minum air putih satu gelas ukuran 250 mililiter. Sebelum dan setelah sarapan masing-masing satu gelas. Nanti pada saat kita mau makan camilan, minum satu gelas. Sebelum dan setelah makan siang, masing-masing satu gelas. Sore atau menjelang makan malam pun begitu, minum satu gelas. Dan sebelum tidur, satu gelas. Itu untuk yang latihan dasarnya," jelas Lisny. "Minimal berat badan normal itu 2 liter atau 8 gelas per hari. Tapi untuk berat badan berlebih, berat badan dikali 50 cc. Misalnya (berat badan) 60 kilogram, berarti kebutuhan air putihnya 3 liter per hari."

7. Sering Bergadang dan Tidak Cukup Waktu Tidur


Sering Bergadang dan Tidak Cukup Waktu Tidur
pexels/Castorly Stock

Saat menjalankan diet, Lisny mengaku bahwa ia sering kesulitan mencukupi waktu tidur. Karena itulah, tingkat stresnya pun meningkat. Saat sedang stres, biasanya ia akan mengalihkannya ke makanan. Hal inilah yang membuat berat badannya makin susah untuk turun.

"Rutinitas dan tuntutan kerja membuat saya stres, jadi sehari-harinya kurang tidur. Tidurnya tengah malam, bangunnya juga harus pagi-pagi," lanjut Lisny. "Nah, pada saat kurang tidur, hormon kortisol atau hormon stres muncul dan membuat saya makannya lebih banyak."

Karena itulah, seseorang harus mulai membiasakan diri untuk tidak bergadang dan mencukupi waktu tidur. Lisny mengungkapkan bahwa waktu tidur terbaik adalah pukul 9 malam hingga pagi hari dengan durasi sekitar 6-8 jam. Agar tidur lebih nyaman, Lisny juga menyarankan untuk minum satu gelas air putih sebelum tidur.

Pada dasarnya, pola makan sehat merupakan langkah utama yang harus dilakukan jika ingin menjaga berat badan. Agar hasilnya lebih maksimal, seseorang juga disarankan untuk melakukan olahraga setidaknya 30 menit dalam satu hari. Dengan gabungan pola makan dan olahraga yang benar, berat badan seseorang tidak akan mudah mengalami kenaikan.



You can share this post!