Jepang Umumkan Wisata Dengan Uji Coba Ketat Mulai Mei Sebagai Langkah Pembukaan Penuh
AFP
Dunia
Menuju Endemi COVID-19

Jepang sebelumnya mengumumkan kembali membuka perjalanan bagi turis asing, namun dengan dasar uji coba ketat. Uji coba ini disebut sebagai langkah untuk membuka Jepang sepenuhnya.

WowKeren - Setelah memberlakukan kebijakan pandemi COVID-19, bahkan hingga menutup kunjungan wisatawan mancanegara, kini Jepang diketahui telah kembali membuka perjalanan bagi turis asing ke negaranya. Meski demikian, diberlakukan dengan dasar uji coba yang ketat.

Jepang pun diketahui mulai Selasa (17/5) hari ini, mengatakan akan mulai melakukan "wisata uji coba" dalam bentuk paket wisata terbatas pada bulan Mei sebagai cara mengumpulkan informasi sebelum pembukaan kembali penuh negara tersebut untuk pariwisata.

Meski sektor pariwisata disebut sebagai pilar utama ekonomi Jepang, turis belum diizinkan masuk sejak mengadopsi kontrol perbatasan yang ketat pada tahun 2020 lalu, di mana merupakan awal pandemi COVID-19. Namun saat ini aturan telah sedikit dilonggarkan.

Dengan begitu, maka memungkinkan siswa dan beberapa pelancong bisnis untuk kembali masuk ke Jepang. Akan tetapi, untuk wisatawan individu masih tetap dilarang, meski ada seruan dari para pemimpin industri yang berharap untuk memulai kembali pariwisata untuk mengambil keuntungan dari yen, yang telah jatuh ke posisi terendah 20 tahun.



Kemudian, Badan Pariwisata mengatakan pada Selasa (17/5), mereka akan mulai mengizinkan tur kelompok kecil masuk mulai akhir bulan ini sebagai "kasus uji" untuk mendapatkan informasi informasi untuk dimulainya kembali peristiwa yang lebih luas pada tanggal yang tidak ditentukam di masa depan.

Selanjutnya, bagi turis yang telah mendapatkan vaksinasi COVID-19 dosis ketiga, dan berasal dari Amerika Serikat (AS), Australia, Thailand, dan Singapura, maka akan diizinkan untuk mengambil bagian dari tur. Nantinya, tur ini akan direncanakan secara ketat, bersama dengan agen perjalanan dan selalu ditemani oleh konduktor tur.

"Usaha ini akan memungkinkan kami untuk memverifikasi kepatuhan dan tanggapan darurat untuk pencegahan infeksi dan merumuskan pedoman untuk diingat oleh agen perjalanan dan operator akomodasi," bunyi pernyataan Badan Pariwisata Jepang.

Sebelumnya, Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida mengatakan dalam pidatonya bahwa ia akan membawa kontrol perbatasan Jepang sejalan dengan negara demokrasi kaya lainnya pada bulan Juni mendatang, tetapi tidak ada rincian lebih lanjut. Termasuk juga kapan negara tersebut akan sepenuhnya membuka perbatasannya untuk turis lagi.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts