Remaja di Thailand Ikut Sengsara Akibat Pandemi, Alami Masalah Kesehatan Mental
Pixabay/Counselling
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pandemi COVID-19 membawa efek psikologis tersendiri bagi remaja di Thailand. Sebuah survei menyimpulkan remaja di Thailand mengalami sejumlah masalah kesehatan mental akibat pandemi.

WowKeren - Pandemi COVID-19 di sejumlah negara tampaknya akan segera berubah jadi endemi. Aktivitas perekonomian pun ikut bangkit dan pulih kembali. Namun, pandemi COVID agaknya juga meninggalkan permasalahan mental bagi remaja di Thailand.

Thailand Policy Lab mengatakan banyak remaja Thailand telah mengungkapkan kekhawatiran mereka di media sosial melalui lebih dari 100 ribu pesan, menandakan kemungkinan masalah kesehatan mental di kalangan anak muda. Organisasi, yang didirikan oleh Kantor Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional Thailand dan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) itu, mengadakan seminar yang menyoroti masalah kesehatan mental di kalangan remaja Thailand.

Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa pesan yang diposting di tengah pandemi virus corona, memperoleh lebih dari 10 juta keterlibatan, termasuk pembagian publik, suka, dan komentar. Setelah menganalisis pesan, Pongpanott Deekong, Spesialis Kebijakan dan Inovasi Sosial untuk Thailand Policy Lab, mengatakan "stres" adalah kata kunci yang paling banyak diposting di bawah aspek masalah mentalnya. Sementara "kesepian" ditemukan di lebih dari 42.000 pesan di bawah aspek sosial.



Melansir Bangkok Post. kata kunci "insomnia" ditemukan 2.700 kali di bawah aspek fisik Thailand Policy Lab. Sementara "tidak mengerti" diungkapkan di bawah aspek pendidikan.

Kata kunci lain menunjukkan bahwa beberapa siswa cemas, khawatir, kelelahan dan memiliki pikiran untuk bunuh diri. Deekong menambahkan bahwa penyebab kekhawatiran ini berasal dari pembelajaran online.

Jos Vandelaer, Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia untuk Thailand, mengatakan bahwa pandemi telah memperburuk masalah kesehatan mental di kalangan pelajar. Satu dari tujuh remaja Thailand disebut menderita penyakit mental yang memiliki gejala seperti insomnia dan kesepian, yang memicu pikiran untuk bunuh diri. Dia mengatakan wanita muda lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit mental.

Thailand Policy Lab mengatakan data yang dikumpulkannya akan mengarah pada pengembangan kebijakan untuk membantu pemuda Thailand yang menderita masalah kesehatan mental. Masalah kesehatan mental dapat terjadi selama masa remaja dan akan memiliki konsekuensi yang berlangsung hingga dewasa, kata Dr Vandelaer, menambahkan bahwa penting untuk mempromosikan kesejahteraan mental sebanyak mungkin.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts