Seoul Bakal Larang Hunian Basement Ala Film 'Parasite' Usai 4 Penghuni Tewas Terendam Banjir
Unsplash/Bernard Hermant
Dunia

Menurut pernyataan pada Rabu (10/8), Seoul sedang mempertimbangkan untuk melarang pembangunan hunian basement dan semi-basement setelah berkoordinasi dengan pemerintah.

WowKeren - Ibu Kota Korea Selatan, Seoul, sempat dilanda banjir parah usai diguyur hujan badai terburuk dalam 115 tahun awal pekan ini. Bencana alam itu menewaskan sedikitnya 11 orang.

Empat korban di antaranya ditemukan tewas tenggelam di dalam hunian semi-basement. Hunian jenis itu biasanya disewakan kepada orang-orang berpenghasilan rendah dan muncul dalam film Korea pemenang Piala Oscar, "Parasite"

Atas musibah tersebut, Seoul berencana untuk menghapus jenis hunian tersebut. Menurut pernyataan pada Rabu (10/8), Seoul sedang mempertimbangkan untuk melarang pembangunan hunian basement dan semi-basement setelah berkoordinasi dengan pemerintah.

Para pemilik tanah akan diberi waktu 10 sampai 20 tahun untuk menghapus ruang yang dikenal sebagai rumah "banjiha" itu dari bangunan yang ada. Menurut data Pemerintah Metropolitan Seoul, sekitar 5 persen atau 200 ribu rumah di kota itu merupakan flat basement atau semi-basement.


Sementara itu, tiga orang anggota keluarga ditemukan tewas usai terjebak dalam sebuah hunian semi-basement yang terendam di Sillim-dong. Lokasi tersebut tidak jauh dari daerah Gangnam yang makmur.

Korban terdiri dari seorang wanita berusia 40-an, saudarinya, dan keponakannya yang masih remaja. Selain ketiga wanita tersebut, seorang wanita lain berusia 50-an juga dilaporkan tenggelam di kediaman serupa.

Presiden Korsel Yoon Suk-yeol telah mengunjungi hunian semi-basement yang menjadi lokasi meninggalnya tiga wanita tersebut. Pada hari Rabu, Presiden Yoon memerintahkan jajarannya untuk memastikan bahwa orang-orang paling rentan terlindungi.

"Memang benar bahwa ini adalah cuaca yang tidak normal, tetapi kita tidak bisa lagi menyebut cuaca yang tidak normal seperti itu sebagai tidak normal," ujar Presiden Yoon.

"Kami bisa melihat level rekor baru kapan saja. Ini menunjukkan bahwa kita tidak bisa lagi merespon berdasarkan kasus-kasus sebelumnya. Kita harus merespons dengan skenario yang lebih buruk dari perkiraan," tambahnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Artikel Terkait