Arawinda Kirana Dibela Agensi, Cuitan Soal Kepalsuan Tak Bertahan Lama Disorot
Instagram/arawindak
Selebriti
Arawinda Kirana Dituduh Pelakor

Agensi Kite Entertainment menyatakan bahwa Arawinda Kirana telah dihakimi massa online secara membabi buta berdasarkan manipulasi fakta, rekayasa cerita, dan cocoklogi tidak berdasar.

WowKeren - Agensi Arawinda Kirana, Kite Entertainment, membela talent mereka dalam pernyataan panjang yang dirilis pada Selasa (29/11). Pembelaan itu berkaitan dengan isu Arawinda diduga menjadi pelakor dan menjalin hubungan dengan mantan suami Amanda Zahra saat belum bercerai.

Menyusul rilisnya pernyataan Kite Entertainment, nama Arawinda dan Amanda ramai diperbincangkan di media sosial. Nama keduanya bahkan masuk dalam jajaran trending topic Twitter Indonesia.

Cuitan lama Arawinda lantas kembali disorot oleh netizen. Pada 25 November 2022 lalu, Arawinda sempat membalas cuitan YouTube Athia Fizzati dan menyatakan bahwa kepalsuan tidak akan bertahan lama.

"In the end, the truth will always prevail (Pada akhirnya, kebenaran akan selalu menang)," cuit Fathia.

"This is what has been keeping me sane. The fact that evil and artificiality will never last. (Inilah yang membuatku tetap waras. Fakta bahwa kejahatan dan kepalsuan tidak akan pernah bertahan lama)," balas Arawinda.

Arawinda Kirana Dibela Agensi, Cuitan Soal Kepalsuan Tak Bertahan Lama Disorot

Twitter/@arawinda2709


Cuitan Arawinda beberapa hari lalu itu lantas kembali menuai sorotan. Beberapa netizen menilai Arawinda berusaha playing victim.

"Playvic queen alias n***s," komentar salah satu netizen. "When you're in gaslighting competition and your opponent is arawinda," tambah netizen lain.

"Tweet kak kittendust gak berlaku untuk elu B*****T alexa play geregetan by sherina," tulis salah satu netizen. "Lama² kesel ngeliat ini orang, playing victim banget ya dasar pelakor," timpal netizen lain.

Di sisi lain, Kite Entertainment menyatakan bahwa Arawinda telah menjadi korban kemarahan yang tidak proporsional, hoaks, hate speech yang terstruktur secara intens. Arawinda juga disebut telah dihakimi massa online secara membabi buta berdasarkan manipulasi fakta, rekayasa cerita, dan cocoklogi tidak berdasar.

"Cerita yang beredar di media sosial entah bersumber dari mana, tapi yang jelas pria ini berbohong tentang keadaan rumah tangganya, tukang tipu, dan sumber masalah," demikian salah satu poin agensi.

"Dengan demikian, kami menekankan Arawinda Kirana tidak pernah ingin mencuri atau merebut 'laki orang'," tambah agensi.

(wk/Bert)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait