Kamu Generasi Sandwich? Lakukan 7 Cara Ini Buat Putus Rantainya
Pexels/August de Richelieu
SerbaSerbi

Dalam artikel kali ini, tim redaksi akan menghadirkan beberapa cara memutus rantai generasi sandwich. Jadi, jika Anda kebetulan berada dalam situasi ini, yuk simak informasinya berikut ini.

WowKeren - Belakangan ini istilah generasi sandwich semakin diperbincangkan karena sudah melekat pada kaum milenial dan Gen Z. Istilah ini sendiri diperuntukkan bagi orang-orang yang menjadi tulang punggung keluarga.

Bagi Anda yang masih asing dengan istilah ini, generasi sandwich adalah sebutan untuk mereka yang harus menanggung kebutuhan finansial diri sendiri dan keluarganya. Dinamakan demikian karena situasinya mirip dengan sandwich yang menghimpit keju, sayur hingga daging.


Meski kebanyakan anggota generasi sandwich adalah orang dewasa berumur 40-50an, kaum milenial dan Gen Z digolongkan sebagai generasi sandwich baru karena terdampak pandemi COVID-19. Banyak anak muda yang harus menanggung beban hidup keluarganya hingga terpaksa mengorbankan masa mudanya untuk mencari uang.

Jika Anda kebetulan berada dalam situasi ini, pastikan untuk tetap berpikiran positif. Daripada merasa terpuruk, Anda bisa melakukan beberapa cara berikut untuk memutus rantainya dan menjalani masa depan yang lebih cerah.

(wk/eval)

1. Catat Keuangan Secara Berkala


Catat Keuangan Secara Berkala
Pexels/Tima Miroshnichenko

Pertama-tama, Anda harus mencatat semua pengeluaran pribadi dan anggota keluarga yang Anda tanggung. Hal ini penting dilakukan untuk menentukan langkah selanjutnya termasuk menyesuaikan anggaran sehari-hari.

Dengan mencatat keuangan, Anda bisa menentukan hal-hal yang bisa dikurangi atau dipangkas budget-nya. Misal, jika Anda memiliki kebiasaan membeli kopi kekinian yang mahal, mulai sekarang usahakan membawa sendiri dari rumah atau menyeduh kopi instan di kantor. Dengan begitu, Anda bisa lebih menghemat pengeluaran.

2. Kelola Penghasilan dengan Bijak


Kelola Penghasilan dengan Bijak
Pexels/Tima Miroshnichenko

Setelah itu, kelola penghasilan Anda dengan bijak sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan keluarga. Ada dua rumus yang bisa Anda pakai untuk ini yaitu 50/30/20 atau 40/30/20/10.

Dalam rumus pertama, Anda bisa menggunakan 50 persen penghasilan untuk memenuhi kebutuhan primer sehari-hari, 30 persen untuk hiburan dan 20 persen untuk ditabung. Adapun rumus kedua bisa Anda atur dengan 40 persen untuk kebutuhan, 30 persen untuk membayar cicilan, 20 persen ditabung dan 10 persen untuk berbuat kebaikan atau sebagai biaya hiburan.

3. Cari Penghasilan Tambahan


Cari Penghasilan Tambahan
Pexels/Mikhail Nilov

Mencukupi kebutuhan hidup sendiri dan anggota keluarga bukanlah hal mudah. Seringkali gaji bulanan yang kita peroleh tak mampu untuk menutup semua kebutuhan. Oleh sebab itu, solusi berikutnya yang bisa Anda pertimbangkan adalah menambah sumber penghasilan.

Anda bisa mempertimbangkan bisnis kecil-kecilan atau mencari pekerjaan sampingan yang sesuai dengan keahlian. Misalnya, Anda bisa mencoba bisnis dropshipper atau reseller, membuka warung kecil-kecilan di rumah hingga menjadi penulis lepas di media online.

4. Tabung Dana Pensiun


Tabung Dana Pensiun
Pexels/Andrea Piacquadio

Salah satu hal yang harus Anda prioritaskan adalah menabung dana pensiun, terutama jika Anda harus menanggung kebutuhan dua generasi berbeda. Sebagian besar anak muda berusia 20-30an menganggap masa lansia masih lama, namun tidak ada salahnya menyiapkan hal itu dari sekarang agar kita tak menjadi beban keluarga saat tua.

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menyiapkan dana pensiun. Mulai dari menentukan waktu pensiun, rajin menabung, menginvestasikan aset, mempertimbangkan inflasi dan masih banyak lagi.

5. Miliki Asuransi Kesehatan


Miliki Asuransi Kesehatan
Pexels/Leeloo Thefirst

Memiliki asuransi kesehatan sangat penting untuk melindungi Anda dan keluarga dari situasi tak terduga seperti sakit hingga kecelakaan. Biaya kesehatan semakin hari semakin mahal, dan asuransi bisa menjadi penolong terbaik saat Anda mengalami keadaan darurat medis.

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk memilih asuransi kesehatan dengan baik. Mulai dari mengenali kebutuhan keluarga, membandingkan setiap produk asuransi untuk memilih yang sesuai anggaran, hingga memastikan proses klaimnya mudah.

6. Bicarakan dengan Anggota Keluarga


Bicarakan dengan Anggota Keluarga
Pexels/Nicole Michalou

Masalah keuangan bukan hal yang mudah untuk dibicarakan, apalagi dengan orang-orang yang terlibat secara langsung seperti anggota keluarga yang hidupnya kita tanggung. Karena itu, salah satu faktor terbesar yang membuat generasi sandwich stres adalah tidak mengkomunikasikan perjuangan finansialnya dengan keluarga.

Tapi sesuatu yang sederhana seperti terbuka tentang hal itu akan sangat meringankan beban besar di pundak Anda. Oleh sebab itu, jangan ragu untuk menyuarakan kesulitan Anda pada keluarga agar kalian bisa mencari solusi terbaik bersama-sama.

Komunikasi terbuka juga bisa membantu Anda menetapkan batasan tentang apa yang bisa Anda tawarkan pada keluarga. Hal ini pun akan membantu mengelola ekspektasi mereka, sehingga Anda tak harus "mengada-adakan" demi memenuhi keinginan mereka.

7. Beri Pemahaman Finansial pada Anak


Beri Pemahaman Finansial pada Anak
Pexels/Kampus Production

Kebanyakan anggota generasi sandwich baru belajar tentang keuangan saat sudah dewasa atau memasuki usia produktif. Hal ini juga menjadi salah satu penyebab "kutukan" tersebut sulit dipatahkan. Oleh sebab itu, Anda bisa memberi pemahaman finansial pada anak agar mereka bisa mengatur keuangannya dengan baik di masa depan.

Anda bisa mulai dengan memotivasi anak untuk menabung jika ingin membeli sesuatu yang dia inginkan. Ajarkan juga cara untuk membedakan kebutuhan dan keinginan agar mereka tahu prioritas dalam mengeluarkan uang. Dengan begitu, impian Anda untuk memutus rantai generasi sandwich akan lebih mudah terwujud.

Menjadi bagian dari generasi sandwich atau tulang punggung keluarga memang bukan perkara mudah. Namun bukan berarti hal itu tidak bisa dihentikan. Oleh sebab itu, jangan patah semangat meski sedang berada di situasi ini ya.

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait