Bawa Film 'Hanum & Rangga' ke Ranah Politik, Hanum Rais Kembali Dikritik
Film

Beberapa pekerja film yang ikut mengkritik Hanum Rais ialah Joko Anwar dan Ernest Prakasa.

WowKeren - "Hanum & Rangga" banyak menjadi perbincangan warganet sejak awal perilisannya pada 8 November lalu. Pembicaraan tersebut berawal dari pernyataan Hanum Rais selaku penulis novel "Faith and The City" yang diangkat menjadi film "Hanum & Rangga".

Dalam sebuah balasan komentar di Instagram, Hanum tampak menyindir film pesaingnya telah sengaja memborong tiket untuk mendapatkan sanjungan. Oleh sebab itu, banyak warganet yang dibuat geram karena Hanum memberikan tuduhan tanpa bukti dan mengingatkan kembali tentang sikapnya saat kasus Ratna Sarumpaet bergulir.


Respon warganet tersebut dijawab oleh Hanum dalam video pernyataannya bersama sang suami, Rangga Almahendra. Hanum kala itu menyampaikan perasaan mirisnya karena film "Hanum & Rangga" mendapat hujatan sebab perbedaan pandangan politik. Hanum juga meminta warganet untuk tidak mengarahkan cibiran mereka kepada tim produksi film.

Tak ingin film "Hanum & Rangga" dihujat karena pandangan politik, Hanum malah bertingkah sebaliknya baru-baru ini. Di sela-sela kampanye cawapres Sandiaga Uno di Yogyakarta, Hanum dengan jelas menyebut bahwa film "Hanum & Rangga" sesuai dengan gambaran keluarga yang ingin dicapai Prabowo-Sandiaga.

"Saya merasa terhormat, semoga film itu benar-benar dapat diterima semua masyarakat," ucap Hanung saat mengetahui cawapres Sandiaga telah menyempatkan diri menonton filmnya. "Film itu juga cocok dengan visi misi keluarga dari (yang ingin dicapai oleh pasangan capres-cawapres) Prabowo-Sandi."

Pernyataan Hanum tersebut mendapat banyak kritik dari warganet. Menurut warganet, pernyataan Hanum tersebut tidak sesuai dengan yang pernah diucapkan sebelumnya. Beberapa pekerja film yang turut berkomentar ialah Ernest Prakasa dan Joko Anwar melalui akun Twitter mereka masing-masing.

"Lahhhhhhhhhhh bukannya baru aja bilang jangan bawa film ke politik?" komentar Ernest. "Kasian kru-kru dan para pemainnya. Di kontrak ditulis nggak bahwa ini film dimaksudkan sebagai propaganda politis? Longor. Kurang sesendok," sahut Joko Anwar.

"Hayolooo mbak @hanumrais katanya jangan politisasi. Sekali lagi anda pake bawa2 politik untuk urusan film. Jangan teriak serasa anda dibully kalau anda sendiri yg menginginkan untuk di bully," komentar akun @zietyn_***. "Filmnya ga laku ya mba @hanumrais ? Sampai segitunya mau kampanye. Bukannya ga boleh ada film jadi alat politik? Jd bongkar sendiri kan niat bikin filmnya? Cetek amat otak si dokter hoax ini," balas akun @benicoreb***.

You can share this post!

Related Posts