Apple Bantu Stanford Ciptakan Aplikasi Screening untuk Deteksi Virus Corona
Tekno
Pandemi Virus Corona

Aplikasi ini akan menanyakan beberapa pertanyaan tentang gejala yang dialami pengguna, hingga riwayat perjalanan. Setelah itu, pengguna akan diarahkan menuju halaman yang berisi rekomendasi langkah selanjutnya.

WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) rupanya membuat Apple turut berpartisipasi menanggulangi wabah tersebut dengan cara menciptakan aplikasi screening sebagai hasil kerja sama dengan Stanford Medicine. Aplikasi tersebut menghubungkan pengguna di California dengan pengujian COVID-19. Mereka membangun software yang menggabungkan Apple's ResearchKit dan CareKit frameworks.

Aplikasi bernama First Responder COVID-19 Guide ini memiliki beberapa kesamaan dengan layanan screening coronavirus, Alphily's Verily Health, yang diluncurkan bulan lalu. Seperti halnya situs web Verily, ada kuesioner di mana pengguna diminta untuk menjawab sejumlah pertanyaan.

Aplikasi ini akan menanyakan beberapa pertanyaan tentang gejala yang dialami pengguna, riwayat perjalanan dan riwayat kontak dengan orang yang positif.

Setelah menyelesaikan proses screening, pengguna akan diarahkan menuju halaman yang berisi rekomendasi langkah selanjutnya, termasuk rekomendasi apakah perlu mengikuti tes COVID-19 atau tidak.

Jika hasil screening menunjukkan seseorang harus mengikuti tes, maka aplikasi tersebut akan menghubungi petugas pengendalian infeksi corona departemen mereka yang bekerja dengan Stanford untuk menjadwalkan janji temu. Sebagai nilai tambah, pengguna tidak perlu melewati pasien Stanford Health Care untuk mengakses pengujian.


Photo-INFO

Aplikasi ini menyoroti kebutuhan kritis untuk kapasitas pengujian tambahan di seluruh AS, tetapi khususnya di California, yang telah menskrining lebih sedikit orang per kapita daripada negara-negara seperti New York dan Washington. Menurut CNBC, Stanford saat ini dapat menguji sekitar 2.500 orang per hari setelah para peneliti di universitas mengembangkan tes COVID-19 mereka sendiri pada bulan Maret.

"Jika kita memiliki pengguna yang merasakan gejala, sangat penting bagi mereka untuk diskrining dan berpotensi mengujinya karena mereka akan berinteraksi dengan masyarakat. Itulah pekerjaan mereka," Dr. Bob Harrington, ketua Departemen Kedokteran Stanford, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan CNBC.

Aplikasi ini saat ini hanya tersedia di Santa Clara dan San Mateo county, sama seperti Verily yang awalnya hanya tersedia di daerah-daerah tersebut juga. Namun, Stanford ingin memperluas ketersediaannya ke negara-negara lain.

Aplikasi Stanford Medicine ini mengikuti aplikasi COVID-19 milik Apple, yang dirilis bulan lalu. Meskipun tidak akan mengarahkan pengguna ke fasilitas pengujian, namun aplikasi tersebut mampu menskrining gejala penyakit.

Sebagai informasi tambahan, pada Maret lalu Apple memang baru saja meluncurkan aplikasi dan situs khusus untuk screening gejala virus corona. Layanan ini juga berisi informasi terbaru tentang pandemi COVID-19 dari sumber terpercaya. Aplikasi tersebut bisa diunduh di App Store untuk pengguna iPhone dan iPad yang menjalankan iOS 13.1 ke atas.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts