Donald Trump Puji Langkah Nigeria Blokir Twitter
AP Photo
Dunia

Diketahui, Trump dikenai larangan seumur hidup dari Twitter. Pasca dilarang dari sejumlah platform media sosial, Trump sempat membuat sebuah blog sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan pendukungnya

WowKeren - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memuji keputusan Nigeria dalam memblokir media sosial Twitter. Padahal, Trump sebelumnya sempat menyebut negara-negara Afrika, termasuk Nigeria, sebagai negara "lubang kotoran".

"Selamat kepada negara Nigeria yang baru saja memblokir Twitter karena mereka melarang Presiden mereka," ujar Trump dalam pernyataan pada Selasa (9/6). "Lebih banyak negara harus melarang Twitter dan Facebook karena tidak mengizinkan keterbukaan dan kebebasan berbicara."

Sebagai informasi, Trump dikenai larangan seumur hidup dari Twitter. "Mungkin saya seharusnya melakukannya (melarang Twitter) ketika saya menjadi Presiden," tambah Trump.

Pasca dilarang oleh sejumlah platform media sosial, Trump pun sempat membuat sebuah blog sebagai sarana untuk berkomunikasi langsung dengan para pendukungnya. Namun blog tersebut tidak menghasilkan cukup banyak engagement, alhasil Trump menutupnya kurang dari sebulan setelah diluncurkan.


Sebelumnya, pemerintah Nigeria melarang aktivitas Twitter untuk batas waktu yang tidak ditentukan. Kebijakan ini diumumkan pada Jumat (4/6), dua hari usai Twitter menghapus cuitan Presiden Nigeria Muhhamadu Buhari yang mengancam akan menghukum para separatis regional.

Dengan keputusan ini, Nigeria bergabung dengan Tiongkok, Korea Utara, dan Iran dalam jajaran negara yang melarang Twitter. Sementara itu, Uganda, Turki, dan Mesir telah menangguhkan aplikasi tersebut selama pemilihan atau kerusuhan politik.

Pihak Twitter pun menyatakan bahwa mereka "sangat prihatin" karena akses ke internet adalah "hak asasi manusia yang penting dalam masyarakat modern". Twitter juga menambahkan bahwa mereka "akan bekerja untuk memulihkan akses bagi semua orang di Nigeria yang mengandalkan Twitter untuk berkomunikasi".

Banyak kelompok, termasuk Asosiasi Pengacara Nigeria, mengancam tindakan hukum jika pemerintah tidak mencabut larangan Twitter tersebut. Amnesty International menyerukan pengembalian akses Twitter segera, sedangkan sejumlah negara seperti AS, Uni Eropa, dan Kanada mengutuk kebijakan tersebut.

Sejak larangan itu diberlakukan, warga Nigeria telah mengunduh jaringan pribadi virtual (VPN) untuk mengakses Twitter. Selain itu, banyak juga yang sementara waktu beralih ke Facebook.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts