Diwarnai Kontroversi, 'Street Woman Fighter' Dikritik Telah Kehilangan Esensi Awal Program
Instagram/mnet_dance
TV
Demam Street Woman Fighter

'Street Woman Fighter' awalnya mendapatkan ulasan baik karena memberikan sorotan padadancer wanita. Namun program ini dikritik telah kehilangan sentuhan seiring berjalannya kompetisi.

WowKeren - Seiring dengan popularitasnya, "Street Woman Fighter" juga menuai sejumlah kontroversi sejak disiarkan perdana Agustus lalu. Bahkan menurut media setempat, Sports Chosun, acara ini telah bergeser dari ensensi awalnya.

"Street Woman Fighter" sendiri adalah program survival untuk kru dance wanita dalam memperebutkan peringkat pertama. Awalnya, program ini mendapat ulasan baik karena menunjukkan kembali nilai sesungguhnya para dancer melalui kompetisi menari. Terdapat delapan kru yang bertanding yakni PROWDMON, YGX, LACHICA, WANT, Coca N Butter, HollyBang, HOOK, dan WAYB.

Kendati penyanyi dan penari sering kali tampil di panggung yang sama, mereka berbeda profesi. Perbedaan itu ditunjukkan dalam "Street Woman Fighter" di mana penari punya arah karier, tujuan menari hingga cara mereka mengorganisir suatu pertunjukan. Acara ini telah sangat baik memperlihatkan dunia dancer lebih dekat hingga menanamkan persepsi "seorang penari bukanlah pengiring pengantin, tetapi orang yang menari dengan penyanyi."

Meski begitu, "Street Woman Fighter" tak lepas dari kritik salah satunya adalah kehilangan esensi atau rencananya baru-baru ini. Hal itu ditunjukkan lewat beberapa misi yang sudah dilakukan oleh para tim kontestan di mana arah kompetisi justru menunjukkan perang popularitas.


Dalam misi Mega Crew terakhir, beberapa tim kontestan mencoba berkolaborasi dengan selebriti di mana mereka dinilai menempatkan diri sebagai pengiring. Tak sampai di sana saja, misi menciptakan koreografi untuk Jessi (Jessica H.O.) juga menimbulkan perdebatan di kalangan pemirsa. Terakhir, misi Man of Woman yang mengundang penari wanita.

Dalam membuat sebuah koreografi untuk seorang penyanyi, seorang koreografer harus mempertimbangkan bagaimana caranya membuat sang bintang menonjol. Bahkan misi Man of Woman juga dinilai sama karena mengundang sejumlah selebriti. Untuk itu "Street Woman Fighter" dikritik telah menempatkan para dancer sebagai pengiring dan membiarkan orang lain di luar mereka bersinar.

Meski menjadi bagian dari kontroversi, Jessi dapat menebusnya dengan memberikan kesempatan lebih banyak untuk para dancer dengan muncul di sebentar di akhir video koreografi. Kepedulian Jessi terhadap para dancer terlihat jelas dengan keberaniannya menurunkan proporsi penampilannya dalam karya lagu baru yang membutuhkan banyak tenaga, modal dan waktu.

Selain itu dari sisi keadilan "Street Woman Fighter" juga menimbulkan pertanyaan. Ketika voting selesai pada 15 Oktober mendatang, hanya tiga tim yang ditampilkan dan akan merugikan sisa tim yang tidak ditayangkan. Akan lebih adil jika semua video dirilis sebelum waktu voting berakhir.

Sementara itu, "Street Woman Fighter" yang tayang setiap Selasa Malam akan segera menuju akhir kompetisi. Para pemirsa tidak sabar apakah program ini dapat kembali pada kebanggaannya dalam memperkenalkan dunia para dancer.

(wk/inta)

You can share this post!

Related Posts