Get Healthy : Pejuang Hemodialisa Ini Bagikan Kiat Hindari Risiko Gagal Ginjal Sejak Dini!
Dokumentasi Lisa
Health
Get Healthy

Karena kebiasaan buruk di masa lalu, kini Lisa harus rutin menjalani cuci darah. Ia pun tak ingin orang-orang bernasib sama dengannya. Berikut ini kiat-kiat cegah penyakit gagal ginjal versi Lisa Nadila.

WowKeren - Gagal ginjal adalah kondisi ketika ginjal kehilangan kemampuan untuk menyaring darah. Akibatnya, zat sisa akan menumpuk di dalam tubuh. Hal inilah yang membuat penderita gagal ginjal wajib melakukan prosedur cuci darah atau hemodialisa. Terapi ini dilakukan untuk menggantikan fungsi ginjal yang sudah rusak.

Pada dasarnya, gagal ginjal tak hanya terjadi pada orang yang berusia lanjut. Seseorang yang usianya masih muda juga berisiko terjangkit gagal ginjal. Seperti yang dialami oleh Lisa Nadila. Wanita berusia 22 tahun ini harus rutin menjalani hemodialisa karena penyakit gagal ginjal yang dideritanya.

Awalnya, Lisa sempat mengalami kecelakaan. Saat itu, tubuhnya mulai terasa nyeri. Ia pun mengonsumsi obat anti nyeri selama kurang lebih dua minggu. Meski demikian, nyeri yang dirasakan tidak kunjung sembuh. Ia pun memutuskan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit.





Photo-INFO

TikTok/semutgendut

Saat itulah Lisa diketahui menderita gagal ginjal. Dokter langsung menyarankan Lisa untuk melakukan hemodialisa rutin dua kali dalam seminggu. Lisa pun terpaksa harus berhenti bekerja. Berada di titik terendah, ia justru kehilangan teman-teman dekat.

Kepada WowKeren untuk rubrik Get Healthy, Lisa mengaku tidak ingin ada orang lain yang bernasib sama. Ia pun berbagi cara mencegah penyakit gagal ginjal. Berikut ini kiat-kiat yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit gagal ginjal versi Lisa Nadila.

(wk/yoan)

1. Penuhi Kebutuhan Air Mineral


Penuhi Kebutuhan Air Mineral
pexels/Cats Coming

Cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah gagal ginjal adalah rutin mengonsumsi air putih. Pasalnya, jika kebutuhan air tidak terpenuhi maka ginjal akan bekerja lebih keras. Hal ini dapat memicu kerusakan organ ginjal.

Lisa mengaku dulu ia jarang minum air putih. Ia menganggap air putih itu pahit dan tidak enak. Bahkan, dalam satu hari Lisa hanya minum 1-2 gelas saja.

"Yang pasti harus selalu rajin minum air putih. Dulu aku jarang banget (minum air putih). Paling cuma satu atau dua kali," lanjut Lisa. "Kalau sekarang, sudah rutin minum air putih. Tapi, sudah enggak boleh banyak-banyak. Karena ginjalnya kan sudah rusak, jadi enggak bisa disaring. Kalau kebanyakan minum nanti sesak nafas."

Meski bukan penyebab utama, namun mengonsumsi air putih sesuai kebutuhan dapat mengurangi risiko gagal ginjal. Lisa pun kini tak lelah mengingatkan orang-orang agar tidak malas minum air putih.

2. Kurangi Konsumsi Minuman Kemasan


Kurangi Konsumsi Minuman Kemasan
pexels/Breakingpic

Mengurangi konsumsi minuman kemasan yang tinggi gula juga bisa mencegah gagal ginjal. Pasalnya, kandungan gula terlalu tinggi akan berdampak buruk bagi tubuh.

Semasa sehat, Lisa sangat menyukai minuman kemasan manis dan bersoda. Ia merasa bahwa minuman manis dapat menggantikan minum air putih. Padahal, minuman manis tidak dapat terhitung sebagai asupan cairan yang dibutuhkan tubuh.

Kebiasaan ini pun menjadi salah satu penyebab yang memperburuk kondisi ginjal Lisa. Ia tidak ingin ada orang lain lagi yang punya nasib sama dengan dirinya. Karena itulah, ia selalu berpesan agar mengurangi konsumsi minuman kemasan.

"Jangan suka minum minuman yang kemasan. Dulu pas aku masih kecil bapak bilang, 'minum air putih ya setiap bangun tidur'," tutur Lisa. "Tapi, aku enggak pernah mau soalnya emang enggak enak dan enggak suka. Lebih sering minum minuman yang kemasan."

3. Hindari Minuman Pereda Nyeri Saat Haid


Hindari Minuman Pereda Nyeri Saat Haid
pexels/Sora Shimazaki

Saat sedang haid, tidak jarang beberapa wanita merasakan nyeri yang sangat hebat. Hal serupa juga dialami oleh Lisa. Pada saat nyeri haid menyerang, ia kerap kali tidak bisa menahan rasa sakit. Ia pun tidak ragu mengonsumsi minuman pereda nyeri haid.

"Dulu aku lebih sering minum-minuman yang kemasan. Terus, kayak minuman pereda nyeri haid, itu setiap bulan. Padahal itu enggak boleh (terlalu sering)," jelas Lisa.

Kebiasaan ini dulunya rutin dilakukan Lisa setiap mengalami nyeri haid. Padahal, minuman pereda nyeri haid ini tidak bagus jika dikonsumsi terus-menerus. Karena itu, perlahan segera kurangi konsumsi minuman pereda nyeri haid.

4. Batasi Penggunaan Vetsin Pada Makanan


Batasi Penggunaan Vetsin Pada Makanan
pexels/Lorena Martínez

Selain minuman, hal lain yang harus diperhatikan adalah kandungan makanan. Mengonsumsi makanan dengan kandungan tinggi vetsin akan membuat ginjal bekerja lebih keras.

"Jangan terlalu banyak makan makanan yang micin-micinan. Karena sekarang (saat sakit) kalau makan harus hati-hati, soalnya takut sesak," beber Lisa. "Makannya sekarang seperti biasa saja, tapi dicoba dulu. Kalau enggak ada efek sampingnya berarti boleh dimakan. Tapi, kalau ada efek sampingnya di tubuh aku, berarti enggak boleh dimakan."

Mengurangi penggunaan vetsin saat kondisi sehat tentu cukup mudah. Karena saat sakit, akan ada banyak makanan yang dihindari. Seperti yang dialami Lisa saat ini, ia tidak boleh mengonsumsi pisang, belimbing, sampai air kelapa.

5. Jangan Lupa Cek Kesehatan Rutin


Jangan Lupa Cek Kesehatan Rutin
pexels/Pixabay

Selain gaya hidup yang kurang baik, Lisa mengakui jika riwayat hipertensi semakin memperburuk kondisi ginjalnya. Saat masih duduk di bangku SMA, tekanan darah sistoliknya pernah mencapai angka 200 mmHg dari batas normal 90-120 mmHg. Lisa pun menyarankan bagi orang-orang yang punya riwayat penyakit kronis untuk rutin mengecek kesehatan.

"Kalau sudah ketahuan punya darah tinggi atau diabetes, harus rajin kontrol. Pokoknya jaga kesehatan, pola makan, dan pola hidupnya dibenarin. Daripada nanti terlanjur sakit," saran Lisa. "Yang pasti harus selalu rajin minum air putih, jangan suka minum minuman yang kemasan, jangan terlalu banyak makan makanan yang micin-micinan."

6. Pesan Untuk Pejuang Lawan Gagal Ginjal


Pesan Untuk Pejuang Lawan Gagal Ginjal
pexels/Anna Tarazevich

Divonis gagal ginjal membuat Lisa sampai di titik terendah hidupnya. Ditambah, perlahan ia mulai kehilangan teman-teman dekat. Beruntung, ia masih memiliki orang tua yang selalu mendukung kesembuhannya. Bahkan, sang ibunda sampai rela keluar dari pekerjaan demi menemaninya cuci darah setiap minggu.

Di tengah beban hidup yang berat, Lisa tidak malu mencurahkan isi hati di TikTok. Ia pun mulai mendapatkan banyak dukungan. Saat itu, Lisa akhirnya menyadari bahwa ia tidak sendirian. Ada banyak orang yang saat ini punya nasib sama dengannya.

"Buat yang saat ini berjuang melawan gagal ginjal, pesannya satu. Jangan malu, enggak usah insecure dan jadi diri kita apa adanya," pesan Lisa. "Selain itu, harapannya kalau bisa aku sembuh. Kalau bisa, tanpa transplantasi aku bisa sembuh terus bisa kerja kayak dulu. Kalau bisa punya usaha."



You can share this post!