HITSfluencer : Denis Matthew, Dari Konten Slime Sampai Sukses Gapai Mimpi Lewat Berkebun Online
Dokumentasi Denis
Selebriti
HITSfluencer

Di era serba digital, Denis Matthew sukses mengajak para penonton untuk berkebun secara online. Lantas, seperti apa cerita keseruannya? Intip kisah Denis berikut ini!

WowKeren - Bagi beberapa orang, berkebun masih menjadi pilihan untuk mengisi waktu luang. Hanya saja, tak semua orang punya cukup waktu dan lahan. Meski demikian, jangan terlalu khawatir! Di era serba digital kali ini, berkebun pun bisa dilakukan secara online. Dengan menyaksikan beragam konten serba-serbi berkebun, kalian sudah bisa merasakan sensasi menanam tanaman meski tak punya lahan.

Salah satu konten kreator yang terkenal karena konten berkebun adalah Denis Matthew. Lewat akun TikTok, @denismatthew_, pria lulusan jurusan Komunikasi di salah satu kampus Jogja ini tak bosan membagikan keseruannya berkebun sampai panen raya. Mulai aktif di TikTok sejak tahun 2020 lalu, kini ia telah berhasil mengumpulkan lebih dari 2,2 juta pengikut. Ditambah, ia juga sudah sukses menjaring lebih dari 46,2 juta likes.


Salah satu konten berkebun Denis yang cukup populer adalah saat ia berbagi keseruan panen buah-buahan seperti melon, jambu, jeruk, pepaya dan pisang serta sayuran seperti kacang panjang. Video yang baru diunggah pada 12 Mei 2022 ini telah mencuri perhatian lebih dari 8 juta penonton. Selain itu, konten-konten berkebun Denis lainnya juga tak kalah populer dengan meraup rata-rata hingga jutaan penonton.

Tak hanya konten berkebun, sebelumnya Denis juga sempat berbagi keseruan aktivitas sehari-hari mulai dari pembuatan slime hingga es krim. Hingga kini, video pembuatan es krim hitam dari cincau yang diunggah pada tahun 2021 ini sudah mendapatkan lebih dari 18 juta kali penayangan.

Kepada WowKeren untuk rubrik HITSfluencer, Denis berbagi kisah eksklusif tentang perjalanannya sebagai kreator hingga akhirnya bisa sukses dengan konten berkebun. Seperti apa ceritanya? Intip penuturan Denis selengkapnya berikut ini!

(wk/yoan)

1. Dari Coba-Coba sampai Ketagihan Bikin Konten


Dari Coba-Coba sampai Ketagihan Bikin Konten
TikTok/denismatthew_

Denis mengaku bahwa sejak masih kecil, ia sudah tertarik pada dunia entertainment dan bercita-cita ingin menjadi artis. Keadaan inilah yang lantas mendorongnya untuk mencoba tampil dan membuat konten di TikTok. Tak butuh waktu lama, hanya dengan membuat 1-2 konten saja, ia lantas ketagihan dan berlanjut jadi kreator hingga sekarang.

"Memang dari kecil sudah suka sama dunia entertainment. Kalau ditanya cita-cita, ingin jadi artis. Awal mulanya (jadi konten kreator) sebenarnya karena ketakutan masa depan. Waktu itu, aku sudah skripsi. Aku mikir, setahun kedepan pasti bakal sulit cari kerja apalagi waktu itu masih pandemi, tahun 2020," kenang Denis. "Mulailah kepikiran kenapa enggak buat konten di TikTok karena waktu itu hype banget. Terus buat 1-2 konten, akhirnya ketagihan sampai sekarang."

Tak hanya di TikTok, kesungguhan Denis lebih dekat dengan cita-cita dibuktikan dengan aktifnya ia di platform lain seperti YouTube, Instagram, serta Snack Video. Ia juga menyebutkan bahwa akun Instagram-nya, @denismatthew__, juga sudah sempat menerima beberapa endorse. Meski demikian, kini Denis memilih untuk sementara fokus pada TikTok terlebih dahulu.

"Kalau dibandingkan dengan platform lain, sebenarnya aku lebih dulu di Instagram, sudah sempat terima endorse juga. Terus YouTube sama TikTok jalannya bareng. Di YouTube aku berhasil mengumpulkan 23 ribu subscribers," sambung Denis. "Tapi sekarang lebih aktif ke TikTok. Sebenarnya di Snack Video awal tahun 2021 aku sempat upload. Cuma karena ada suatu hal, jadi belum dilanjutkan."

2. Makin Bersinar Berkat Ciri Khas Kata 'Woi'


Makin Bersinar Berkat Ciri Khas Kata 'Woi'
Dokumentasi Denis

Kesuksesan Denis menjaring jutaan followers di TikTok ini tak luput dari perjuangannya menjajal beragam jenis konten. Awalnya, ia hanya membuat video dengan mengikuti tren-tren populer di TikTok. Hingga akhirnya, salah satu konten tentang pengalaman berkuliah di Jogja berhasil FYP dan menjadi video pertama Denis yang viral.

Pengalaman berkuliah di jurusan Komunikasi jugalah yang akhirnya membuat Denis memutuskan untuk membuat ciri khas konten. Suatu hari, ia tertarik dengan kata "woi" dan menjadikannya kata penutup di setiap kalimat pada narasi konten. Banyaknya kata "woi" dalam satu video ini pun menarik perhatian penonton dan membuatnya makin bersinar. Sampai-sampai, beberapa followers pun lebih mengenal Denis sebagai "woi" dibandingkan dengan nama aslinya.

"Di Komunikasi aku belajar, kalau mau dikenal harus ada something yang bikin kamu diingat orang. Dari pelajaran itu, aku terapkan ke konten. Aku cari apa nih yang harus aku tonjolkan? Aku cari-cari, eh, dapat nih kata 'woi' yang akhirnya aku pakai sampai sekarang," jelas Denis. "Nah, aku ulangi (kata 'woi') saat membuat video. Secara tidak sadar, mereka (penonton) jadi lebih ingat 'woi'-nya dibanding namaku."

3. Jangkau Penonton Lebih Luas dengan Berkebun Online


Jangkau Penonton Lebih Luas dengan Berkebun <i>Online</i>
TikTok/denismatthew_

Setelah aktivitas perkuliahannya berakhir karena libur panjang semester, Denis mulai merasa bahwa kontennya semakin membosankan. Dengan sigap, ia lantas mengalihkan konten jadi membuat slime dari bahan baku buah hingga sayuran yang ada di kebun dekat rumahnya. Tak diduga, konten slime ini berhasil membuat jumlah pengikut Denis melesat tajam sampai 200 ribu followers hanya dalam waktu satu bulan saja.

"Pas libur (kuliah), konten aku kembali membosankan. Jadi, aku berinovasi untuk cari konten baru. Terus aku coba buat slime. Ternyata, orang suka," beber Denis. "Dari situ, mulai buat slime dari yang basic sampai cukup aneh seperti buah-buahan. Setiap aku upload, penontonnya pasti 200-an ribu bahkan sampai jutaan. Bahkan, sempat dalam waktu satu bulan, followers-ku naik 200 ribu gara-gara konten buat slime."

Setelah berhasil menjaring cukup banyak pengikut dari konten slime, Denis tak lantas berpuas diri. Suatu hari, ia merasa kontennya kembali membosankan. Ia pun memutuskan untuk menambah muatan konten jadi berkebun yang masih berhubungan dengan slime. Lama-kelamaan, konten berkebunnya jadi makin populer karena memiliki segmentasi penonton yang lebih luas.

"Bosan buat slime terus, akhirnya aku berinovasi dengan mulai berkebun biar kontennya bervariasi. Mulai menanam satu, dua, dan tiga. Sebenarnya berkebun itu awalnya mempermudah aku buat cari bahan untuk (konten) slime. Jadi, awalnya berhubungan. Tapi sekarang kebanyakan berkebunnya karena lumayan banyak penonton," lanjut Denis. "Dari berkebun, orang lebih banyak mengenal aku karena penontonnya lebih meluas dari remaja sampai dewasa. Kalau slime kan audiensnya anak-anak."

4. Kelola Kebun Mandiri Berbekal Ilmu dari YouTube


Kelola Kebun Mandiri Berbekal Ilmu dari YouTube
TikTok/denismatthew_

Sejak konten berkebunnya makin populer, Denis jadi makin semangat belajar tentang tumbuhan. Berbekal ilmu yang didapatkan dari YouTube, ia pun mengambil alih kebun di belakang rumah untuk menanam berbagai jenis tumbuhan. Hingga kini, sudah ada puluhan jenis tumbuhan mulai dari buah hingga sayuran yang dirawatnya. Setiap hari, Denis menghabiskan waktu sampai 3 jam untuk memastikan tumbuhannya sehat agar hasil panen jadi makin berlimpah.

"Ada beberapa tumbuhan yang ditanam di belakang rumah. Lumayan banyak, mungkin 20-an lebih. Sejauh ini, aku sendirian (yang mengurus). Sebenarnya aku juga enggak ada basic untuk berkebun. Jadi, selama ini cari pengetahuan tentang pupuk dan penyiraman itu dari YouTube. Enggak ada yang spesifik, tergantung apa kendalaku. Nanti aku nontonnya enggak hanya satu video, tapi ada beberapa untuk aku jadikan perbandingan," ujar Denis.

Merawat banyak tumbuhan seorang diri tentu merupakan tantangan tersendiri bagi Denis. Ditambah, jika ia harus mendadak pergi ke luar kota. Saat itu terjadi, tanamannya pun banyak yang mati karena tak ada yang menyiram. Belum lagi jika bibit-bibit yang ditanam ternyata gagal tumbuh karena beberapa faktor.

"Susah ditanam tergantung dari bibit. Kadang, kalau kita beli bibit itu sudah kadaluarsa atau kemasannya kemasukan angin. Itu berpengaruh sama tumbuh atau enggak. Selada itu cukup sulit," beber Denis. "Yang (tumbuhan) cepat mati itu sayuran seperti sawi-sawian, pakcoy, dan tomat. Pokoknya kalau sayuran sering banget (mati). Karena sering hujan terus tiba-tiba panas. Atau misalnya aku tiba-tiba keluar kota, enggak disiram dan yang mengurus selama beberapa hari, mati."

5. Selalu Enjoy dan Menikmati Setiap Proses


Selalu <i>Enjoy</i> dan Menikmati Setiap Proses
TikTok/denismatthew_

Denis mengungkapkan bahwa sampai detik ini ia masih meng-handle seluruh detail pembuatan konten mulai dari take hingga jadwal sendirian. Meski demikian, Denis tetap enjoy meskipun beberapa kali harus berjibaku melawan rasa malas.

"Sejauh ini enggak ada kesulitan karena memang aku suka. Aku terjun di TikTok ini juga karena memang aku suka mengedit dan menampilkan diriku," tutur Denis. "Paling ya (kendalanya) cuma melawan rasa malas. Karena semua masih aku handle sendiri dari mengatur jadwal dan mengedit serta take konten. Tapi itu enggak terlalu jadi masalah. Karena memang itu sudah jadi hal yang harus dilakukan untuk mempertahankan namaku di TikTok."

Mengerjakan semua sendiri terkadang memang membuat Denis merasa lelah. Belum lagi video kerjasama brand yang juga harus dibuat beriringan dengan konten. Meski demikian, hal ini sudah tak menjadi halangan bagi Denis. Pasalnya, sejak awal membuat konten ia sudah memulai dengan perasaan suka.

6. Tips Berkebun Buat Para Pemula ala Denis


Tips Berkebun Buat Para Pemula ala Denis
TikTok/denismatthew_

Melimpahnya hasil panen membuat Denis kerap membagikannya kepada keluarga-keluarga terdekat. Nah, bagi kalian yang juga ingin punya hasil panen yang melimpah, Denis berbagi tips khusus, lho. Menurutnya, langkah pertama yang harus diperhatikan adalah menanam sedikit demi sedikit. Selanjutnya, mulai pelajari proses penyuburan tumbuhan seperti pemberian jenis pupuk dan berapa banyak porsinya.

Selain itu, Denis juga menyarankan agar memerhatikan kondisi dan kualitas tanah sebelum menanam bibit. Pasalnya, kondisi tanah yang sudah memadat dan kering berpotensi membuat bibit tanaman gagal tumbuh. Untuk mengatasinya, gemburkan tanah terlebih dahulu dengan mencangkul dan mencampurkannya dengan pupuk kompos atau kandang. Jika tak punya cukup lahan untuk berkebun, jangan terlalu khawatir. Kalian masih bisa berkebun dengan memanfaatkan media tanam hidroponik.

"Kalau mau mulai (berkebun), satu-satu saja jangan langsung banyak. Karena itu bisa buat gak fokus. Untuk perawatannya, lebih sering diperhatikan dari pupuknya, apakah sudah cukup atau belum. Kalau sayuran lebih baik pakai pupuk organik, bukan kimia," saran Denis. "Kondisi tanah juga harus diperhatikan. Awal-awal aku juga asal tanam, ternyata enggak tumbuh. Jadi, dicangkul dulu terus dicampurkan sama kompos atau pupuk kandang biar tanahnya gembur. Kalau tidak punya lahan, bisa pakai media tanam air, hidroponik."

7. Berhasil Lebih Dekat Dengan Mimpi Berkat TikTok


Berhasil Lebih Dekat Dengan Mimpi Berkat TikTok
TikTok/denismatthew_

Bagi Denis, berkebun dan merawat berbagai jenis tumbuhan mengajarkannya banyak arti tentang kesabaran. Pasalnya, berkebun adalah sebuah proses penantian yang cukup panjang. Dari berkebun jugalah, ia merasa bersyukur karena bisa makin banyak dikenal orang.

"Pengalaman menariknya bikin konten berkebun ini buat jauh lebih happy. Karena saat kita merawat sesuatu, jadi banyak belajar. Maksudnya, dari tumbuhan kita belajar banyak gimana kita sabar karena menanti dia berbuah," tutur Denis. "Dan dari tumbuhan juga, ternyata aku bisa dikenal orang-orang. Aku juga enggak expect."

Berawal dari konten random, slime, hingga saat ini fokus pada berkebun, Denis berhasil membuktikan bahwa kesungguhan meraih mimpi akan membawa hasil yang baik pula. Karena itulah, ia berpesan kepada para pemula yang tengah membangun karier menjadi konten kreator untuk menguatkan mental dan keyakinan. Dengan modal itulah, seorang kreator akan punya dorongan untuk terus berkarya.

"Memang dari kecil cita-cita ingin jadi artis. Tapi, ternyata keberuntunganku di TikTok. Jadi, buat teman-teman yang mau jadi konten kreator, kuatkan mental untuk yakin mimpi itu bisa diwujudkan. Semakin mimpi ingin kamu capai, semakin banyak halangan. Jadi, yakin dengan diri kamu. Terus kejar mimpi karena yang tahu mimpi kamu ya cuma kamu saja. Tetap berkarya dan jangan putus asa," pungkas Denis.



You can share this post!