Get Healthy : Wajib Dihindari! Konsultan Kebugaran Ini Kuak Kebiasaan-Kebiasan Buruk Setelah Makan
Dokumentasi Asep
Health
Get Healthy

Sesaat setelah makan merupakan waktu krusial tubuh untuk mencerna makanan. Karena itulah, Asep Supriatna menguak beberapa kebiasaan yang wajib dihindari dilakukan setelah makan. Apa saja?

WowKeren - Tak banyak yang tahu jika sesaat setelah makan merupakan waktu krusial tubuh untuk mencerna makanan. Sayangnya, waktu-waktu ini kerap diabaikan beberapa orang untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan yang rupanya tak baik untuk kesehatan. Hal ini juga diakui oleh Asep Supriatna. Pria yang saat ini aktif sebagai konsultan kebugaran ini bahkan mengungkap bahwa kebiasaan tersebut ternyata dapat menghambat proses penurunan berat badan.

Pengalaman Asep menjadi konsultan kebugaran bermula saat berat badannya termasuk underweight di angka 49 kilogram. Segala macam upaya seperti makan dengan porsi yang banyak pun sudah pernah dilakukan. Meski demikian, berat badannya tak kunjung ideal dan mengalami kenaikan yang signifikan.



Photo-INFO

TikTok/asepfitcoach_



Asep akhirnya menemukan dan bergabung dengan sebuah komunitas. Dalam komunitas tersebut, ia mendapat banyak bimbingan dari dokter gizi terkait kondisi kesehatannya. Sejak saat itu, pria yang kini berusia 30 tahun ini mengetahui bahwa ada gangguan pada pencernaannya sehingga proses penyerapan makanan jadi tidak maksimal. Untuk memperbaiki hal tersebut, ia kemudian mulai memperbaiki pola makan dan kebiasaan. Hasilnya, berat badan Asep pun bisa jadi lebih ideal setelah naik 16 kilogram.

Berkat pengalamannya tersebut, Asep menyadari bahwa proses penyerapan makanan merupakan hal yang penting. Tak hanya untuk menaikkan berat badan, penyerapan makanan ini juga berperan penting dalam penurunan berat badan. Asep juga mengungkapkan bahwa untuk memaksimalkan proses penyerapan makanan, seseorang wajib menghindari kebiasaan-kebiasaan tertentu.

Eksklusif hanya kepada WowKeren untuk rubrik Get Healthy, Asep secara khusus membagikan beberapa kebiasaan-kebiasaan buruk yang harus dihindari dilakukan setelah makan. Apa saja? Ini dia ulasan Asep selengkapnya!

(wk/yoan)

1. Merokok Setelah Makan


Merokok Setelah Makan
pexels/Jill Burrow

Jeda istirahat sesaat setelah makan kerap dimanfaatkan beberapa orang untuk bersantai dengan mengobrol atau melakukan aktivitas ringan. Bagi kaum adam, jeda waktu santai ini sering kali dimanfaatkan untuk merokok. Padahal, tak banyak yang tahu jika efek samping merokok satu batang setelah makan sama dengan merokok 10 batang di waktu biasa.

"Kebiasaan pertama yang harus dihindari setelah makan adalah merokok. Biasanya ini banyak dilakukan oleh kaum adam," terang Asep. "Banyak sekali saya lihat di berbagai artikel sumber, merokok sangat tidak disarankan dilakukan setelah makan. Menurut penelitian, ketika kita merokok satu batang setelah makan, efek buruk yang didapatkan sama dengan merokok sepuluh batang. Jadi, efek buruknya akan beresiko lebih banyak jika merokok setelah makan."

Menurut Asep, kandungan tembakau pada rokok juga dapat menghambat penyerapan vitamin dan mineral pada makanan. Akibatnya, tubuh jadi terhambat dalam menyerap nutrisi pada makanan. Tak hanya itu saja, merokok setelah makan juga dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan seperti asam lambung. Karena itulah, seseorang sebaiknya menunggu sekitar 20 menit setelah makan jika memang ingin merokok.

"Ada juga sumber yang menyatakan bahwa tembakau menahan penyerapan vitamin dan mineral sehingga nutrisi yang kita dapatkan dari makanan itu terhambat. Selanjutnya juga dapat meningkatkan risiko asam lambung," sambung Asep. "Sebetulnya, merokok boleh saja setelah makan. Tapi, kasih jeda waktu sekitar 20 menitan. Karena ketika makan, butuh waktu untuk mencerna makanan."

2. Bergegas Mandi Setelah Makan


Bergegas Mandi Setelah Makan
pexels/Curtis Adams

Kebiasaan buruk lain yang sering diabaikan banyak orang adalah mandi. Asep menyebut bahwa kebiasaan ini umumnya banyak dilakukan di pagi hari setelah sarapan. Padahal, kebiasaan pagi sangat krusial untuk membentuk pola hidup. Meski beberapa orang mengaku tak punya masalah kesehatan walaupun sudah menerapkan lama, namun ada baiknya untuk mulai menghindari melakukannya dari sekarang.

Asep membeberkan bahwa salah satu efek samping yang terjadi jika seseorang mandi setelah makan adalah terganggunya proses penyerapan makanan. Akibatnya, sistem pencernaan pun tidak sempurna. Jika terlalu sering melakukan hal tersebut, seseorang bisa berpotensi mengalami gangguan pencernaan. Karena itulah, tak usah terburu-buru mandi setelah makan. Beri jeda waktu sekitar 30 menit untuk tubuh mencerna makanan terlebih dahulu, baru lanjutkan aktivitas dengan mandi.

"Yang harus kita hindari setelah makan adalah mandi. Ketika mandi (setelah makan) tubuh yang harusnya mencerna makanan, prosesnya terhambat dan penyerapannya jadi enggak sempurna. Itu yang menyebabkan mandi tidak dianjurkan dilakukan setelah makan. Jangan merusak proses pencernaan," beber Asep. "Secara medis, setahu saya dari berbagai sumber, ternyata memang banyak yang mengemukakan bahwa kebiasaan itu sangat berbahaya untuk kesehatan. Jadi, sebaiknya kasih jeda sekitar 30 menit setelah kita makan, baru boleh mandi."

3. Langsung Minum Teh atau Kopi


Langsung Minum Teh atau Kopi
pexels/Mareefe

Kebiasaan yang wajib dihindari dilakukan setelah makan selanjutnya adalah minum teh dan kopi. Sama seperti kebiasaan lainnya, minum kopi atau teh setelah makan dapat mengganggu proses penyerapan makanan. Karena itulah, seseorang sebaiknya memberi jeda waktu jika ingin minum teh atau kopi setelah makan. Meski demikian, Asep mengaku masih sering "kecolongan". Hal ini disebabkan karena kebiasaan minum teh atau kopi rupanya sudah mendarah daging di tengah masyarakat.

"Ini yang sering kita jumpai, yaitu minum teh atau kopi setelah makan. Meluruskan saja, kenapa tidak boleh? Menurut penelitian, saya lihat di beberapa sumber, di dalam teh itu ada zat yang asam banget. Jadi, ketika kita minum teh setelah makan, nantinya akan mengganggu proses pencernaan, penyerapan protein dan zat besi di dalam tubuh," jelas Asep.

Dibandingkan teh atau kopi, Asep lebih menganjurkan seseorang untuk minum air putih, terlebih seseorang yang tengah menjalankan diet. Dalam program diet, mencukupi kebutuhan air putih dapat membantu mengendalikan nafsu makan dan mengeluarkan racun-racun di dalam tubuh. Meski demikian, tetap selalu perhatikan porsinya agar tidak terlalu berlebihan.

"(Kebiasaan lain juga) kadang habis makan langsung minum banyak, itu juga enggak boleh. Apalagi saat program diet, mentang-mentang disuruh minum banyak, habis makan terus minum yang terlalu banyak," lanjut Asep. "Ada yang menyampaikan bahwa konsumsi air terlalu banyak menyebabkan enzim-enzim pencernaan bekerja tidak maksimal. Jadi, sebetulnya minum air boleh tapi sewajarnya, jangan sampai berlebihan, apalagi setelah makan."

4. Pilih Buah Segar untuk Pencuci Mulut


Pilih Buah Segar untuk Pencuci Mulut
pexels/PhotoMIX Company

Dikenal sebagai "pencuci mulut", Asep menyebut bahwa buah ternyata tidak baik dikonsumsi langsung setelah makan. Pasalnya, nutrisi pada buah tidak bisa dicerna secara maksimal karena tubuh sibuk mencerna makanan sebelumnya. Jika ingin makan buah, ada baiknya dilakukan beberapa waktu sebelum makan atau 20-30 menit setelah makan berat.

"Beberapa masyarakat habis makan biasanya cuci mulutnya makan buah. Padahal, konsumsi buah setelah makan menyebabkan nutrisi buah tidak dicerna maksimal. Karena mencerna makanan dan buah itu berbeda," papar Asep. "Jadi kalau saran saya, sama seperti yang lainnya, kalau makan buah, sebaiknya sebelum makan. Atau misalkan setelah makan pun, kasih jeda 20-30 menit."

Menurut Asep, masalah pencernaan ini erat kaitannya dengan metabolisme tubuh. Jika proses pencernaan terganggu, metabolisme tubuh akan ikut memburuk. Akibatnya, penurunan berat badan pun bisa terhambat. Karena itulah, ia menyarankan pada para pejuang diet untuk sebisa mungkin segera memperbaiki kebiasaan-kebiasaan buruknya.

"Jadi, metabolisme itu berhubungan erat dengan masalah pencernaan. Kalau pencernaan buruk, metabolismenya juga buruk dan menghambat proses penurunan berat badan. Tapi kalau pencernaan dan metabolisme bagus, lebih cepat turun berat badan," lanjut Asep. "Jadi, itu (pencernaan) sangat berhubungan sekali dengan proses penurunan berat badan."

5. Langsung Tidur Setelah Makan


Langsung Tidur Setelah Makan
Instagram/asepfitcoach_

Tak hanya mengonsumsi makanan atau minuman tertentu, langsung memutuskan untuk tidur setelah makan juga merupakan kebiasaan yang harus dihindari. Hal ini disebabkan karena posisi terlentang setelah makan dapat membuat makanan naik dan kembali ke kerongkongan. Akibatnya, asam lambung akan meningkat sehingga menyebabkan sendawa, mual hingga mulas.

"Selanjutnya, kebiasaan yang tidak boleh kita lakukan setelah makan adalah tidur. Sama seperti merokok dan mandi, proses pencernaan bisa terganggu. Dalam keadaan terlentang, makanan yang seharusnya bisa dialirkan sempurna sampai ke usus, balik lagi. Karena itu, jangan heran kalau habis makan dan langsung tidur jadi sering mulas, sendawa, atau asam lambungnya tinggi," terang Asep. "Kedua, itu sangat berhubungan erat sekali dengan proses penurunan berat badan, bisa menyebabkan obesitas."

Asep juga menyebut bahwa langsung tidur setelah makan dapat berpotensi meningkatkan risiko obesitas. Terlebih, apabila seseorang memiliki kebiasaan yang dianggap sepele seperti makan makanan tinggi gula dan lemak. Karena itulah, hindari konsumsi makanan tinggi gula pada malam hari agar tidak terlalu dekat dengan waktu tidur. Sebaiknya, beri jeda waktu sekitar 2-3 jam jika ingin tidur setelah makan.

Agar tak berlebihan saat makan, Asep juga mengingatkan agar seseorang tak melonggarkan ikat pinggang setelah makan. Pasalnya, hal tersebut akan membuat keinginan untuk menambah makanan semakin besar. Jika keinginan tersebut terus diikuti, maka seseorang jadi lebih susah untuk menurunkan berat badan.

6. Berjalan Kaki atau Berolahraga


Berjalan Kaki atau Berolahraga
Instagram/asepfitcoach_

Beberapa orang memilih untuk berolahraga setelah makan agar lebih berenergi ketika makan. Meski tak sepenuhnya salah, namun pastikan untuk tidak langsung berolahraga seketika setelah makan. Sama seperti sebelumnya, kebiasaan ini juga dapat mengganggu proses pencernaan. Karena itulah, beri jeda paling tidak 30 menit setelah makan jika ingin berjalan kaki atau berolahraga.

"Mungkin ada beberapa yang protes kenapa berjalan kaki atau berolahraga enggak boleh, padahal bagus buat bakar lemak. Saya tekankan lagi, bukan tidak boleh, tapi beri waktu untuk tubuh mencerna makanan," ujar Asep. "Jadi, apapun itu mau merokok, mandi dan tidur setelah makan, kasih jeda waktu 30 menit supaya pencernaannya bisa dilakukan secara optimal dan maksimal."

Saat berolahraga, Asep juga mengingatkan agar tidak terlalu ekstrem dan berlebihan. Pasalnya, memaksakan olahraga yang di luar kemampuan juga tidak bagus untuk kesehatan. Jadi, pastikan untuk berolahraga sesuai kebutuhan dan kemampuan.

7. Menghindari Melakukan Kebiasaan Buruk Setelah Makan


Menghindari Melakukan Kebiasaan Buruk Setelah Makan
Instagram/asepfitcoach_

Agar tidak terjebak melakukan kebiasaan buruk setelah makan, Asep berbagi tips-tips khusus. Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah meluruskan mindset terlebih dahulu. Setelah itu, Asep juga menyarankan untuk bergabung bersama komunitas yang tepat hingga memperdalam ilmu dengan mem-follow akun-akun yang bermanfaat di media sosial.

"Ada beberapa tips (untuk menghindari kebiasaan buruk setelah makan). Pertama, mindset-nya dulu kalau mau totalitas merubah hidup. Kedua komunitas, carilah komunitas yang bisa mengarahkan. Kalau kumpulnya dengan yang suka makan, pasti akan terbawa kebiasaan tersebut. Ketiga, follow akun yang memberikan informasi yang bermanfaat," jelas Asep. "Lakukan konsisten minimal 3 bulan. Setelah rutin 90 hari, kita seperti manusia yang terlahir kembali dengan kebiasaan baru."

Dibandingkan dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang sudah disebutkan, Asep menyebut bahwa duduk bersantai menunggu makanan selesai dicerna sembari scroll media sosial atau menonton TV adalah alternatif terbaik. Mudah ya ternyata. Jadi, apakah kalian sudah tergerak untuk mengganti kebiasaan-kebiasaan buruk?


You can share this post!