Angkatan Bersenjata Inggris Terus Hormati Ratu Elizabeth II, Begini Penampakan di Balik Layar
Instagram/theroyalfamily
Dunia
Queen Elizabeth II Meninggal

Sebelum akhirnya dimakamkan, peti mati Ratu Elizabeth II disemayamkan di Westminster Hall. Dalam hal ini, peti mati Ratu Elizabeth II juga dijaga dengan ketat oleh para penjaga.

WowKeren - Pada Senin (19/9), prosesi pemakaman Ratu Elizabeth II akan berlangsung. Seperti yang diketahui, sebelum dimakamkan, peti mati Ratu Elizabeth II disemayamkan di Westminster Hall.

Selama peti mati Ratu Elizabeth II disemayamkan di Westminster Hall, penjagaannya pun dilakukan secara ketat. Bahkan para cucunya pun sempat ikut berjaga.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang didapat dari akun Twitter resmi Kementerian Pertahanan Inggris, @DefenceHQ, Angkatan Bersenjata Inggris disebut terus menghormati Panglima Tertinggi mereka selama 70 tahun yakni Sang Ratu. Hal ini ditunjukkan oleh mereka saat berjaga di peti mati Ratu Elizabeth II.

Photo-INFO

Twitter


Di samping itu, pada unggahan akun Twitter tersebut juga menunjukkan potret kesibukan para penjaga di balik layar. Bahkan pada akun Twitter @MonarchyUK menunjukkan potret para penjaga yang tengah beristirahat.

"Di balik layar di Westminster Hall tempat Ratu Elizabeth II Berbaring," ujar akun Twitter @MonarchyUK dalam bahasa Inggris, dilihat Senin (19/9). "Para penjaga yang berjaga di peti mati beristirahat di ruang belakang."

Mengingat sebelum Ratu Elizabeth II dimakamkan, telah berlangsung masa berkabung selama 10 hari, rakyat Inggris pun dipersilakan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Sang Ratu. Kini, masa berkabung telah berakhir dan prosesi pemakaman Ratu Elizabeth II akan dimulai.

Pada pemakaman Ratu Elizabeth II nantinya rupanya juga akan dihadiri oleh cicitnya yakni anak dari Pangeran William dan Kate Middleton yakni Pangeran George dan Putri Charlotte. Selain itu mereka juga akan berjalan menuju ke Westminster Abbey bersama Pangeran William-Kate.

Adapun kehadiran Pangeran George dan Putri Charlotte itu disebut sebagai "keputusan kolektif keluarga". Hal ini lantas disebut menjadikan keduanya sebagai apa yang dianggap termuda yang pernah ada untuk mengambil peran sentral dalam peristiwa penting seperti itu.

(wk/tiar)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait