Sidang Putusan Pemakzulan Trump, Senat Sepakat Pertahankan Presiden
Dunia
Pemakzulan Presiden Trump

Senator AS menilai Donald Trump tidak bersalah atas dua pasal yang diajukan DPR untuk memakzulkannya. Hasil ini pun sebelumnya sudah sempat diduga lantaran Senat dikuasai Republik.

WowKeren - Langkah DPR Amerika Serikat untuk melengserkan Presiden Donald Trump dari Gedung Putih tampaknya menemui jalan buntu. Pasalnya para senator, yang kebanyakan berasal dari Partai Republik pendukung Trump, sepakat untuk tetap memberikan kesempatan bagi sang presiden di pemerintahan.

Dilansir dari New York Times, dibutuhkan setidaknya 67 suara, alias 2/3 dari keseluruhan jumlah senat di AS, untuk bisa melengserkan Trump. Namun demikian, ternyata Demokrat, sebagai yang mengusulkan pemakzulan, kalah dalam pemungutan suara di dua pasal tersebut.


Untuk pasal penyalahgunaan kekuasaan, 48 senat sepakat Trump bersalah sedangkan 52 lainnya menilai sang presiden "bersih". Sedangkan di pasal penghambatan penyelidikan oleh Kongres, hanya 47 senat yang sepakat menilai Trump bersalah.

Namun ada yang menarik dalam pemungutan suara tersebut. Sebab ternyata ada satu senator dari Republik yang "membelot" dan sepakat melengserkan Trump, yakni Senator Mitt Romney dari Utah.

Dengan demikian, hasil pemungutan suara ini mengakhiri perjalanan pemakzulan Trump. Mantan pengusaha ini pun menjadi presiden ketiga dalam sejarah AS yang berusaha dimakzulkan oleh parlemen, meski juga sama-sama berakhir kegagalan di tahap sidang senat.

Gagalnya pemakzulan Trump ini tentu membuat publik berspekulasi soal ketegangan hubungan sang presiden dengan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Pasalnya sebelum Trump diputuskan untuk tetap berlanjut di Gedung Putih, Pelosi pun sudah tak sanggup mengatasi emosinya, bahkan sampai melakukan hal ikonik ketika sang presiden menyampaikan pidato pada Selasa (4/2) malam waktu setempat.

Dalam video yang kini viral di media sosial, Pelosi tampak berkali-kali merobek salinan pidato Trump. Namun, Trump tidak dapat melihat perbuatan Pelosi tersebut karena posisinya yang membelakangi sang Ketua DPR.

"Itu adalah perbuatan paling sopan yang bisa dilakukan," tutur Pelosi usai turun dari podium di Gedung Kongres Capitol Hill, Washington D.C., dilansir Associated Press pada Rabu (5/2). Kejadian ini tak ayal membuat publik berpikir, apakah ketegangan antara Pelosi dan Trump bisa berakhir pasca Senat memutuskan untuk tidak memakzulkan sang presiden.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts