Depresi, Wanita Belgia Ini Yakini Dirinya Seekor Ayam Jago Dan Ikut Berkokok
SerbaSerbi

Diduga mengalami depresi, seorang wanita asal Belgia ini meyakini dirinya adalah seekor ayam jago. Tak sampai disitu, ia bahkan juga bertingkah laku layaknya ayam. Kok bisa?

WowKeren - Kasus langka seputar depresi baru-baru ini ditemukan pada seorang wanita Belgia berusia 54 tahun yang tidak disebutkan namanya. Wanita ini rupanya meyakini jika dirinya adalah ayam jago dan bahkan bertingkah layaknya ayam.

Dalam sebuah jurnal medis Tijdschrift voor Psychiatrie yang terbit pada Juli 2020, perempuan ini diketahui tidak memiliki riwayat penyalahgunaan narkoba atau alkohol. Sikap anehnya menjadi ayam pertama ditemukan oleh saudara lelakinya saat berada di kebun rumahnya.

Wanita ini sedang terlihat berdecak dan berkokok seperti ayam jago. Sang kakak kemudian membawanya ke unit gawat darurat rumah sakit. Disana, wanita ini mengaku telah merasakan sensasi baru di anggota tubuhnya. Dokter kemudian melakukan konsultasi kejiwaan.

Dalam konsultasi ini, wanita tersebut tiba-tiba mengalami kejang dengan mulut berbusa dan sianosis. Warna kulitnya menjadi kebiru-biruan karena kadar oksigen darah yang rendah. Petugas medis langsung memberikan obat anti epilepsi untuk menghilangkan kejang wanita ini.

Setelah diberi obat, perempuan ini tertidur selama beberapa jam di rumah sakit. Ia bahkan bisa terbangun tanpa berpikir dirinya adalah seekor ayam dan berhasil melupakan kejadian yang menimpanya.


Kasus yang menimpa wanita ini kemudian dipelajari oleh para peneliti di kampus Katholieke Universiteit Leuven, Belgia. Hasil laporan mengungkapkan jika wanita ini mengalami depresi sejak orangtuanya meninggal 10 tahun yang lalu.

Depresi wanita ini diduga menjadi semakin parah hanya dalam waktu dua bulan terakhir. Dalam jangka waktu ini, wanita ini mulai menghindari teman-temannya dan mendapat masalah di tempat kerja. Ia juga diketahui memiliki obat anti depresi yang diresepkan dokter sejak kematian orangtuanya. Kemungkinan kesehatan mentalnya semakin parah diduga kerena ada pergantian obat anti depresi itu.

Peneliti menjelaskan jika wanita yang mengalami depresi itu merasa kehilangan identitasnya sebagai manusia. Ia kemudian berpikir dirinya adalah seekor ayam, dimana dalam medis kerap disebut zoanthropy.

”Zoantropi klinis, atau keyakinan telah berubah menjadi binatang, adalah khayalan yang langka,” kata peneliti dalam laporan mereka. “Ada pandangan berbeda tentang patogenesisnya. Khayalan ini dapat terjadi dengan gangguan kejiwaan yang mendasarinya, tetapi bisa juga sekunder akibat gangguan struktural atau fungsional otak.”

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri telah melaporkan setidaknya ada 264 juta orang di dunia yang mengalami depresi. Orang yang mengalami depresi umumnya memiliki gejala kesedihan, lelah, hingga sulit tidur. Namun, dalam kasus yang langka, orang depresi bisa merasa kehilangan identitasnya sebagai manusia.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts