Ada Tugu 'Alien' Misterius di Padang Pasir Utah, Ahli Bingung Asal-Usulnya
SerbaSerbi

Saat tim satwa liar tengah menjelajah wilayah padang pasir dengan helikopternya untuk menghitung domba tanduk besar, sebuah objek berkilauan sukses menarik perhatian.

WowKeren - Sebuah instalasi tugu setinggi 10 kaki ditemukan di Red Rock Country di bagian tenggara Utah. Petugas satwa liar yang menemukan tugu ini cukup bingung.

Bagaimana tidak, bukan suatu hal yang biasa terjadi ketika sebuah instalasi logam menyerupai tugu tiba-tiba menancap di tengah padang pasir yang tak berpenghuni. Asal-usulnya pun sangat misterius.

Adalah seorang ahli biologi dari Utah Department of Public Safety Aero Bureau yang pertama kali menemukan objek tersebut. Kala itu, ia dan timnya tengah menjelajah dengan terbang di atas gurun menggunakan helikopter.

Mereka bertugas untuk menghitung domba tanduk besar (Ovis canadensis) di sekitar wilayah tersebut. Lalu sebuah objek yang berkilauan sukses menarik perhatian mereka. Sebuah monolit di tengah bebatuan merah.


Tim yang penasaran pun segera mendarat di dekat objek tersebut dan menyelidiki. Spekulasi liar berkembang di antara mereka yang berkelakar jika tugu perak itu bisa saja memiliki kekuatan mistis yang bisa melenyapkan orang-orang di dekatnya.

Namun, rupanya, spekulasi tersebut tak terbukti. Penyelidikan tidak menemukan apa pun selain persegi panjang logam antara 10 dan 12 kaki (3 hingga 3,6 m).

Pilot helikopter Bret Hutchings, mengira benda itu milik NASA yang yang berkaitan dengan kebutuhan satelit. Namun rupanya ia meyakini jika tugu metal dibangun oleh seorang seniman atau penggemar berat film 2001: Space Odyssey. Pasalnya, bentuk monolit tersebut sangat mirip dengan mesin yang ditemukan dalam cerita Arthur C. Clarke.

"Saya berasumsi bahwa itu adalah (perbuatan) seorang seniman atau lainnya," kata dia dilansir Live Science, Rabu (25/11). "Anda tahu, seseorang yang merupakan penggemar berat (film 2001: A Space Odyssey)."

Sementara itu, Departemen Keamanan Publik tetap menjaga kerahasiaan lokasi monumen ini ditemukan. Sebab dikhawatirkan jika informasi lokasi bocor bisa membuat orang-orang berdatangan. Dalam foto yang diposting oleh Departemen Keamanan Publik, monolit tersebut tampaknya terbuat dari lembaran logam yang disatukan oleh sekrup, menunjukkan bahwa monolit tersebut mungkin cukup ringan.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts