Saksikan Fenomena Langka Planet Jupiter Dan Saturnus 'Bersatu', Catat Tanggalnya!
pixabay.com
SerbaSerbi

Jangan lewatkan! Dua planet terbesar di tata surya, Jupiter dan Saturnus dalam waktu dekat akan mengalami fenomena langka dengan 'bersatu'. Catat tanggal dan cara menonton peristiwa ini.

WowKeren - Fenomena langka sebentar lagi akan mewarnai tata surya. Fenomena ini akan menunjukkan dua planet terbesar di galaksi, Jupiter dan Saturnus yang akan terkesan menyatu.

Posisi Jupiter dan Saturnus yang terlihat bersatu ini bakal menunjukkan posisi keduanya yang sangat dekat dari Bumi. Fenomena yang belum pernah terjadi lagi dalam masa 800 tahun atau sejak zaman pertengahan ini dapat diamati pada bulan Desember mendatang.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menjelaskan fenomena tersebut akan terjadi pada 22 Desember waktu Indonesia barat. Dalam waktu itu, konjungsi Jupiter dan Saturnus akan terjadi pada 22 Desember 2020 pukul 01.18 WIB. Fenomena ini hanya bisa diamati pada malam hari sebelumnya, 21 Desember 2020.

"Akan tetapi, karena kedua planet raksasa ini sama-sama berada di bawah ufuk," jelas pihak LAPAN seperti dilansir dari Detik, Kamis (26/11). "Maka fenomena ini dapat disaksikan pada malam sebelumnya, yaitu 21 Desember 2020 pukul 18.30 WIB."

Oleh sebab itu, jangan sampai melewatkan fenomena Jupiter dan Saturnus yang seakan bersatu ini. Sebab, kedua planet tidak akan tampak lagi sedekat ini lagi hingga 15 Maret 2080 dan kemudian pada sekitar tahun 2400 mendatang.


Astronom menjelaskan kedekatan kedua planet ini akan menunjukkan seolah keduanya menyatu di langit. Keduanya akan terlihat bagaikan planet dobel yang hanya terpisah sedikit karena Bulan purnama.

"Sejajarnya kedua planet cukup langka, muncul sekitar 20 tahun sekali," kata astronom di Rice University, Patrick Hartigan seperti dilansir dari Sci Tech Daily. "Tapi kali ini lebih langka lagi karena betapa tampak dekatnya kedua planet ini."

"Pada jarak terdekat di 21 Desember, Jupiter dan Saturnus akan terlihat seperti planet dobel, terpisahkan hanya seperlima diameter Bulan purnama," sambungnya. "Bagi yang melihat dengan teelskop, kedua planet dan beberapa bulannya yang terbesar akan terlihat di area yang sama."

Skyatnightmagazine lantas merilis area terbaik untuk melihat pemandangan ini. Pengamatan terbaik bisa dilakukan di dekat garis ekuator atau khatulistiwa dan dapat disaksikan dengan mata telanjang.

Meski demikian, warga yang ingin menontonnya disarankan untuk memakai teleskop atau teropong demi menampilkan kualitas terbaik. Sedangkan untuk yang tidak berada di dekat ekuator, fenomena ini tetap bisa disaksikan di wilayah manapun di Bumi.

"Dengan mata telanjang, planet itu akan tampak di kesan pertama bersinar sebagai satu planet, tapi studi lebih dekat akan mengungkap hal berbeda," tulis Skyatnightmagazine. "Melalui teropong, pengamat akan dengan mudah melihat Jupiter dan Saturnus terpisah di sudut pandang yang sama."

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts