Selain pandemi virus corona (COVID-19), ada berbagai peristiwa menarik di dunia turut mewarnai tahun 2020. Berikut ini adalah 9 peristiwa yang disorot dunia, ada apa saja?
- Nidya Putri
- Selasa, 29 Desember 2020 - 16:00 WIB
WowKeren - Tak terasa tahun 2020 akan segera berakhir dalam hitungan hari. Sebelum memasuki tahun 2021, ada baiknya kita kembali melakukan kilas balik peristiwa apa saja yang terjadi selama setahun ini.
Seperti yang telah diketahui, tahun 2020 menjadi tahun yang berat lantaran seluruh dunia harus berjibaku melawan pandemi virus corona (COVID-19) yang kian hari menyebar dengan cepat dan menginfeksi jutaan orang. Namun, tak hanya pandemi COVID-19 saja yang menjadi sorotan selama satu tahun penuh.
Nyatanya, ada berbagai peristiwa menarik di dunia yang terjadi sepanjang tahun 2020. Seperti peristiwa-peristiwa yang sudah dirangkum oleh tim Wowkeren berikut. Kira-kira ada apa saja? Simak berita selengkapnya di bawah ini.
(wk/nidy)1. Virus Corona Jadi Pandemi Global
Wabah virus corona (COVID-19) pertama kali dilaporkan di Wuhan, Tiongkok, pada akhir tahun 2019. Virus SARS-CoV-2 ini ditemukan di pasar hewan liar, dan diduga berasal dari kelelawar.
Namun, sejak bulan Februari 2020 virus corona mulai menyebar ke sejumlah benua di dunia. Mulai dari Asia, Eropa hingga Amerika Serikat. Lambat laun penyebaran virus pun semakin cepat. Hingga angka kematian yang disebabkan COVID-19 pun kian meningkat hingga mencapai ratusan ribu.
Virus corona sendiri mulai masuk ke Indonesia pada bulan Maret 2020. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3).
Kasus pertama di Indonesia ini, terdiri dari seorang ibu (64) dan putrinya (31) di Depok yang diduga tertular setelah melakukan kontak dengan seorang warga negara Jepang yang datang ke Indonesia. Warga Jepang itu terdeteksi Corona setelah meninggalkan Indonesia dan tiba di Malaysia.
Pemerintah pun membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 yang bertugas untuk melacak dan menangani para pasien terpapar virus corona. Hingga saat ini, kasus COVID-19 di Tanah Air terus meningkat. Menurut data terakhir, RI telah mencatat lebih dari 720 ribu kasus COVID-19 dengan angka kematian lebih dari 21 ribu.
2. Ledakan Dahsyat di Beirut
Di tengah situasi pandemi yang tak kunjung usai, terjadi ledakan besar di pelabuhan Kota Beirut, Lebanon pada 4 Agustus 2020. Ledakan besar tersebut terjadi 2 kali dan mengakibatkan sekitar 190 orang terkonfirmasi meninggal dunia, 7 orang hilang, lebih dari 6.500 orang mengalami luka-luka. Tak hanya itu, kerugian yang ditaksir pun mencapai USD 10–15 miliar (Rp 146–219 triliun), dan menyebabkan sekitar 300.000 orang kehilangan tempat tinggal.
Setelah dilakukan investigasi, ledakan tersebut rupanya berasal dari bahan amonium nitrat sebesar 2,750 ton (3,03 ton pendek), yang setara dengan 1.155 ton TNT (4.830 gigajoule). Amonium nitrat tersebut rupanya telah disita oleh pemerintah dari kapal MV Rhosus yang terbengkalai dan disimpan di pelabuhan tanpa tindakan pengamanan yang tepat selama enam tahun terakhir.
Akibat dari peristiwa tersebut, Lebanon mengumumkan keadaan darurat selama dua minggu. Setelah ledakan terjadi, aksi unjuk rasa meletus di seluruh Lebanon menentang pemerintah Lebanon karena kegagalan mereka untuk menanggulangi bencana ledakan, bergabung dengan rangkaian aksi protes yang lebih besar yang telah berlangsung di negara itu sejak 2019. Hingga sejumlah kabinet Lebanon mengundurkan diri, diikuti oleh Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab yang mundur pada 10 Agustus 2020, karena tekanan politik yang meningkat yang diperburuk oleh ledakan tersebut.
3. Pengesahan UU Cipta Kerja
Salah satu peristiwa yang menjadi sorotan di Tanah Air adalah Pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja. Sejak dirancangkan pada tahun 2019, UU tersebut telah menuai kritikan dari berbagai pihak lantaran dinilai hanya pro pengusaha dan tidak menjamin kesejahteraan pekerja/buruh.
Hingga pada pengesahannya 5 Oktober 2020 lalu, Fraksi Rakyat Indonesia (FRI) akhirnya menyuarakan mosi tidak percaya terhadap pemerintah dan DPR. Penolakan pun terus bergulir hingga menguasai trending topic di media sosial Twitter.
Seruan penolakan pun meletus ketika para buruh dan mahasiswa akhirnya menggelar aksi demonstrasi pada 6-8 Oktober 2020. Demonstrasi tersebut dilakukan secara serentak di sejumlah wilayah di Indonesia. Namun, aksi tersebut berbuah kericuhan yang menyebabkan kerusakan fasilitas umum di DKI Jakarta, Bandung, serta Jawa Tengah.
4. Demo Black Lives Matter
Pada pertengahan tahun 2020, dunia dihebohkan dengan aksi Black Lives Matter (BLM) yang digelar oleh sejumlah warga Amerika Serikat dan berbagai negara lainnya. Sekedar informasi, aksi ini bermula dari komunitas Afrika Amerika, yang aktif dalam menentang kekerasan maupun rasisme sistemik terhadap orang kulit hitam.
BLM kembali digemakan usai kematian seorang pria berkulit hitam bernama George Floyd karena tindak kekerasan yang dilakukan oleh polisi berkulit putih. Floyd meninggal tidak lama setelah ditahan polisi Minneapolis, Minnesota, AS, yang menuduhnya membeli rokok di toko kelontong memakai uang palsu.
Dalam sebuah rekaman CCTV, nampak polisi bernama Derek Chauvin sempat menindih leher Floyd mengunakan lutut salah satu kakinya, selama hampir 9 menit. Saat itu, Floyd dalam posisi tertelungkup di aspal. Beberapa kali ia sempat berteriak, "aku tak bisa bernapas," sebelum tidak bergerak lagi dan meninggal.
Tepat sehari setelah kematian Floyd, demonstrasi besar meletup di Minneapolis. Aksi memprotes kebrutalan polisi Minnesota terhadap Floyd kemudian berkembang menjadi kerusuhan besar. Tak hanya aksi secara fisik, bahkan di media sosial pun kampanye dengan tagar #BlackLivesMatter pun digaungkan hingga menjadi trending topic di Twitter. Gerakan ini juga didukung oleh sejumlah tokoh dunia, pesohor, atlet hingga kepala pemerintahan.
5. Pemilihan Presiden AS
Berikutnya, ada Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) yang digelar pada bulan November 2020. Dalam Pilpres kali ini, ada 2 calon yang masing-masing mewakili Partai Republik (Donald Trump) dan Partai Demokrat (Joe Biden).
Sejak kemunculannya, kedua rival ini terus mendapatkan perhatian dari masyarakat dunia. Hingga pada debat pertama Capres AS, keduanya kembali menjadi sorotan dunia lantaran membuat acara tersebut mendapatkan predikat sebagai debat terburuk dan terkacau sepanjang sejarah di Amerika Serikat. Pasalnya, ketika debat berlangsung Trump seringkali menginterupsi secara "ugal-ugalan" dan mengambil waktu bicara Biden.
Bahkan Chris Wallace yang menjadi moderator dalam acara tersebut gagal membuat sang presiden bersabar atas kesempatannya untuk berbicara. Akibat dari peristiwa ini, Komisi Penyelenggara debat pun akan merubah format acara tersebut dimana mic lawan akan dimatikan ketika salah satu calon berbicara untuk mencegah interupsi.
Tak cukup sampai di situ, puncak dari 'kekacauan' Pilpres AS ini terjadi ketika Trump tak mau mengakui kekalahannya atas Biden. Padahal menurut penghitungan suara Biden jauh memimpin di sejumlah negara bagian. Hingga akhirnya Trump mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.
6. Kepulangan Habib Rizieq ke RI
Peristiwa yang menjadi sorotan berikutnya adalah kepulangan imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab. Sejak 2019, kabar kepulangan Rizieq kerap menjadi sorotan di Tanah Air.
Kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia sendiri mendapatkan sambutan meriah dari para jemaahnya. Euforia tersebut bahkan bahkan sampai melumpuhkan lalu lintas sekitar Bandara Soekarno Hatta dan merusak fasilitas di dalamnya.
Tak hanya itu, pulangnya Rizieq juga mendapatkan sorotan khusus dari sejumlah media asing asal Amerika Serikat, Inggris serta Singapura. Sayangnya, penyambutan tersebut menimbulkan kerumunan massa yang berakhir menuai kritikan dari masyarakat lantaran dinilai menyumbang kasus COVID-19 di Tanah Air.
7. Negara di Dunia Alami Resesi
Pandemi corona memberikan dampak besar bagi perekonomian dunia. Bagaimana tidak, adanya penguncian wilayah atau lockdown yang diterapkan sejumlah negara membuat perekonomian negara tersebut berhenti untuk sementara.
Hal ini menciptakan gelombang besar PHK massal yang membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan dan menjadi pengangguran. Tak hanya itu, sejumlah negara di dunia baik negara maju maupun berkembang telah jatuh ke dalam jurang resesi.
Adapun negara-negara yang jatuh ke jurang resesi adalah Singapura, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Uni Eropa. Indonesia sendiri akhirnya masuk ke jurang resesi pada Kuartal III 2020 setelah ambles ke level minus 3,49 persen.
8. Perkembangan Vaksin Corona
Pandemi COVID-19 membuat para ilmuwan di dunia berjibaku dengan waktu untuk menciptakan vaksin. Hal ini dikarenakan penyebaran virus yang makin tak terkendali serta banyaknya korban jiwa yang berjatuhan.
Mulai dari Tiongkok, Amerika Serikat hingga Inggris mulai mengembangkan vaksin COVID-19. Pengembangan dan uji klinis pun ditargetkan agar rampung pada akhir tahun 2020 hingga awal 2021.
Indonesia sendiri tengah sibuk melakukan uji klinis terhadap vaksin COVID-19 buatan Tiongkok Sinovac serta vaksin buatan sendiri yang diberi nama 'Merah Putih'. Selama melakukan uji klinis, vaksin Sinovac di Indonesia tidak menunjukkan efek samping yang serius.
Namun, hal berbeda justru terjadi pada vaksin buatan Inggris Oxford/AstraZeneca dan AS yaitu Pfizer. Pasalnya, ada sejumlah orang yang mengalami reaksi alergi berat setelah mendapatkan suntikan salah satu dari kedua vaksin tersebut. Sehingga hanya orang-orang tertentu saja yang diperbolehkan untuk melakukan program vaksinasi.
9. Heboh Boikot Produk Prancis
Berikutnya, ada aksi boikot produk Prancis yang terjadi di sejumlah negara di Timur Tengah. Mulai dari Kuwait, Qatar, Yordania, Suriah, Libya hingga Jalur Gaza. Namun, aksi boikot produk Prancis ini akhirnya digelar di sejumlah daerah di Indonesia.
Aksi ini dipicu oleh pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyinggung umat Muslim. Seperti yang diketahui, Macron mengatakan akan melawan "separatisme Islam". Bahkan Macron juga menggambarkan Islam sebagai agama "dalam krisis" di seluruh dunia.
Pernyataan tersebut diucapkan Macron ketika menanggapi kasus pemenggalan seorang guru SD yang mempertunjukkan Nabi Muhammad di kelas. "Samuel Patty dibunuh karena para Islamis menginginkan masa depan kami, tetapi Prancis tidak akan menyerahkan kartun kami," ujar Macron.
Perlu diketahui, Penggambaran Nabi Muhammad dapat sangat menyinggung bagi umat Islam karena tradisi Islam secara eksplisit melarang gambar Muhammad dan Allah. Oleh karena itu, banyak umat Muslim yang merasa tersinggung akan ucapan Macron tersebut.