Detail di Lagu Baru Selena Gomez 'De Una Vez' Bikin Heboh, Nama Taylor Swift Ikut Terseret
Musik

Selena baru saja merilis lagu berbahasa Spanyol pertamanya yang diberi judul 'De Una Vez'. Namun, salah satu detail dalam lagu barunya ini yang berhasil mencuri perhatian penggemar.

WowKeren - Si cantik Selena Gomez akhirnya merilis lagu berbahasa Spanyol pertamanya yang diberi judul "De Una Vez" ("At Once"). Mirip dengan lagu "Lose You to Love Me", "De Una Vez" juga masih bicara soal patah hati, tapi dari sudut pandang yang lebih positif dan ceria.

Dengan tempo sedang dan musik khas Latin, Selena bercerita tentang dirinya yang sudah sembuh dari patah hati, masalah kesehatan mental, dan percaya dengan kekuatan dirinya sendiri.

"De Una Vez" sudah tentu menjadi single yang sangat kehadirannya oleh para penggemar. Akan tetapi, rupanya ada salah satu detail dalam lagu ini yang berhasil mencuri perhatian tersendiri.

Pasalnya, penggemar melihat perbedaan pada kolom lisensi, di mana Selena diketahui memiliki copyright atas karyanya yang satu ini. Mantan kekasih Justin Bieber tersebut rupanya memiliki master atas karya musik terbarunya.


Sontak saja, hal ini ramai menjadi bahasan di kalangan Selenators (fans Selena Gomez). Bahkan, tak sedikit yang turut menyeret nama sahabat Selena, Taylor Swift, yang pernah tersandung masalah terkait kepemilikan master enam albumnya di label lamanya.

Sebagian besar penggemar menduga bahwa Selena belajar dari kasus Taylor sebelumnya. Sedangkan sebagian lagi beranggapan bahwa Taylor adalah orang yang mengajarkan Selena soal kepemilikan master musik.

"Selena Gomez memiliki master dari (karya) musik barunya!" komentar salah satu penggemar di media sosial. "Dia selalu belajar dari sahabatnya (Taylor)," sambung yang lain. "Taylor pasti membagikan pengalamannya pada sahabatnya yang berharga," sahut lainnya. "Kurasa Taylor tak Ingin Selena mengalami hal yang sama dengannya," pungkas yang lain.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sebanyak enam katalog master dari album-album lama Taylor Swift pada 2019 lalu dijual oleh label Big Machine Labels Group kepada Scooter Braun. Kemudian pada November 2020 lalu, master lagu lawas tersebut nyatanya dijual lagi oleh Braun kepada perusahaan investasi Shamrock Holdings sebesar USD 300 juta. Penjualan ini disebut Taylor dilakukan tanpa sepengetahuan dirinya.

"Ini kali kedua musik saya telah dijual tanpa sepengetahuan saya. Surat itu mengatakan mereka (Shamrock Holdings) ingin menghubungi sebelum penjualan agar saya tahu," kata Taylor dalam sebuah pernyataan. "Namun, Scooter Braun telah mensyaratkan bahwa mereka tidak boleh berkontak kepada saya atau tim saya, atau perjanjian batal."

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts