Dijatuhi Sanksi AS, Korea Utara 'Balas' Dengan Uji Coba Rudal Balistik yang Diluncurkan Dari Kereta
KCNA
Dunia

Merasa tak terima dengan sanksi yang diberikan oleh Amerika Serikat sebelumnya, Korea Utara kembali meluncurkan uji coba rudal balistiknya. Kali ini diluncurkan melalui cara berbeda dari sebelumnya.

WowKeren - Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) telah menjatuhi sanksi kepada lima orang asal Korea Utara (Korut) atas dugaan telah membeli bahan-bahan pembuatan rudal. Merasa tak senang dengan sanksi tersebut, Korut kembali tembakan dua rudal balistik demi protes kepada AS.

Tidak hanya itu, pada Sabtu (15/1), Korut mengkonfirmasi bahwa mereka kembali meluncurkan uji coba rudal balistik. Kali ini, rudal balistik tersebut diluncurkan dari kereta api. Hal ini lantas dilihat sebagai pembalasan nyata terhadap sanksi yang dijatuhkan oleh AS.

Melansir Al Jazeera, Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korut menuturkan bahwa latihat tersebut bertujuan untuk "memeriksa dan menilai kemahiran dalam prosedur tindakan" rudal tersebut. Kemudian KCNA menambahkan bahwa kedua peluru kendali itu mencapai target yang ditetapkan di Laut Timur.

Di sisi lain, Kantor berita Korea Selatan Yonhap mengutip militernya yang mengatakan bahwa proyektil terbaru terbang sekitar 430km (267 mil) pada ketinggian 36km (22 mil) dan kecepatan tertinggi Mach 6 (7.350 kilometer per jam), enam kali kecepatan suara.


Sementara itu, laporan oleh media pemerintah Korea Utara yang datang sehari setelah militer Korsel mengatakan bahwa mereka mendeteksi penembakan dua rudal ke laut oleh negara yang dipimpin oleh Kim Jong Un tersebut.

Masih melansir Al Jazeera, pelucuran uji coba rudal balistik dari kereta api itu diketahui dilakukan beberapa jam setelah Kementerian Luar Negeri Pyongyang mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengecam AS lantaran dinilai memberlakukan sanksi baru atas uji coba Korut sebelumnya.

Selain itu, pihak Korut juga memperingatkan tindakan yang lebih kuat dan lebih eksplisit jika Washington mempertahankan "sikap konfrontatif". Sebagai informasi, dalam beberapa bulan terakhir, Korut telah meningkatkan uji coba rudal baru yang dirancang untuk membanjiri pertahanan rudal di wilayah tersebut.

Hal itu dilakukan juga di tengah penutupan perbatasan terkait pandemi COVID-19 serta pembekuan diplomasi nuklir dengan AS. Beberapa ahli menuturkan bahwa Kim Jong Un akan kembali menggunakan tekni uji coba rudal balistik untuk menekan negara tetangganya dan AS sebelum menawarkan negosiasi dimaksudkan untuk mengekstrak konsesi.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts