HITSfluencer : Jerry Piko, Ventrilokuis Eksis yang Berhasil Ciptakan Panggung di TikTok
Dokumentasi Jerry
Selebriti
HITSfluencer

Jerry Piko berhasil menyulap TikTok sebagai panggung barunya untuk tampilkan ventrilokuis. Ingin tahu seperti apa kisahnya? Simak selengkapnya berikut ini.

WowKeren - Ventrilokuisme atau seni mengeluarkan suara tanpa menggerakkan bibir memang bukanlah hal baru. Namun, makin banyaknya tren kekinian saat ini membuat seni ventrilokuisme makin jarang mendapatkan exposure. Terlebih, keadaan pandemi juga menyulitkan para ventrilokuis untuk tampil di atas panggung. Meski demikian, hal ini tidak menjadi halangan bagi Jerry Piko. Melalui akun TikTok, @jerrypiko, ia berhasil menyulap media sosial menjadi panggung barunya untuk tampilkan ventrilokuis.

Mulai aktif di TikTok sejak tahun 2020, Jerry eksis menampilkan ventrilokuis menggunakan karakter boneka Kevin. Dengan kemasan komedi yang kekinian, ia sukses membuat seni ventrilokuisme makin dikenal luas. Hingga kini, akun TikTok Jerry pun sudah mengumpulkan lebih dari 3 juta pengikut dengan 30 juta likes.



Salah satu konten Jerry yang populer adalah saat ia membongkar isi kepala boneka Kevin. Besarnya rasa ingin tahu penonton akan isi boneka Kevin sontak membuat unggahan ini mendapatkan total lebih dari 10 juta kali penayangan.

Konten Jerry lainnya yang tidak kalah populer adalah saat ia menampilkan pertunjukkan gelembung sabun. Dalam unggahannya, ia berhasil membuat gelembung sabun raksasa. Uniknya video pertunjukan gelembung sabun milik Jerry ini pun sukses mencuri perhatian lebih dari 20 juta penonton.

Kepada WowKeren untuk rubrik HITSfluencer, Jerry secara khusus membocorkan perjalanannya dari ventrilokuis hingga eksis jadi konten kreator. Seperti apa kisahnya? Simak penuturan Jerry berikut ini.

(wk/yoan)

1. Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama


 Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama
TikTok/jerrypiko

Ketertarikan Jerry pada seni ventrilokuisme sudah muncul saat ia masih kecil. Saat itu, ia melihat siaran di televisi tentang boneka-boneka. Mirip seperti orang jatuh cinta, tayangan tentang boneka terus membayangi pikiran Jerry bahkan ketika siaran sudah selesai. Sejak saat itu, ia memutuskan untuk mempelajari lebih dalam tentang ventrilokuis.

"Saya kan anak kecil yang suka hal hal aneh. Kemudian, tiba-tiba saya melihat di siaran TVRI orang luar negeri menampilkan boneka yang hard figure kalau di ventriloquist," kenang Jerry. "Meskipun siaran TV sudah selesai, tapi di kepala masih ada. Itu mirip kayak jatuh cinta pada pandangan pertama."

Jerry akhirnya mulai memberanikan diri tampil sebagai ventrilokuis sejak duduk di bangku SMP. Awalnya, ia sempat merasa khawatir. Namun, Jerry akhirnya mendapat keyakinan penuh setelah mendapat inspirasi dari Gatot Sunyoto, seniman serba bisa yang sukses membawakan karakter boneka bernama Tongki.

"Terus saya lihat juga di TV, Pak Gatot Sunyoto. Mereka berdua, Tongki dan Gatot itu bisa menghibur. Saya juga bisa dong," terang Jerry. "Saya akhirnya mendapatkan keyakinan kalau (ventrilokuis) bisa dilakukan di Indonesia. Kalau enggak ada beliau, kita enggak bisa tahu apakah pasarnya ventrilokuis bisa laku atau enggak."

2. Temukan Kevin Saat Bongkar Gudang


Temukan Kevin Saat Bongkar Gudang
TikTok/jerrypiko

Jerry pun mulai aktif menampilkan ventrilokuis dari panggung ke panggung. Tak jarang, ia menyajikannya bersama sulap agar lebih menarik perhatian penonton. Sebagai inovasi terbaru, ia juga melakukan model hiburan baru di Indonesia, pertunjukan gelembung sabun. Namun karena pandemi, Jerry mulai kesulitan untuk tampil di atas panggung. Keadaan ini lantas membuatnya beralih menampilkan pertunjukan di platform TikTok.

"Sebelum pandemi, kita penghibur panggung. Kita perdana memperkenalkan hiburan yang belum ada di Indonesia, namanya pertunjukan gelembung sabun. Gelembung sabun yang biasanya ditiup kecil, kita buat raksasa yang panjangnya sampai 15 meter," ujar Jerry. "Karena pandemi mulai hadir, kita harus cepat adaptasi dengan jadi kreator digital."

Saat pertama kali masuk di TikTok, Jerry menggunakan karakter "Tante" untuk tokoh utama di konten. Sayangnya, unggahan ini justru sepi peminat. Ia pun memutuskan membongkar gudang untuk memilih boneka baru. Pilihan Jerry akhirnya jatuh kepada boneka Kevin yang memiliki banyak ekspresi. Diadopsi dari nama keponakan bulenya, tak disangka Kevin berhasil menarik perhatian penonton.

"Pertama kita pakai boneka wanita, enggak ada respon dari viewers. Terus, kita bongkar gudang, keluarkan boneka yang sudah tidak pernah dipresentasikan. Akhirnya kita pakai Kevin," terang Jerry. "Kekuatan Kevin ini, dia punya mekanikal, alisnya bisa naik turun dan bola matanya bisa diaktifkan secara manual. Itu efek emosinya lebih dapat. Tanpa diduga, Kevin memikat."

3. Centang Biru Sampai Jadi Nominator TikTok Award 2021


Centang Biru Sampai Jadi Nominator TikTok Award 2021
TikTok/jerrypiko

Setelah boneka Kevin sukses memikat penonton dengan gaya dan ekspresi yang lucu, Jerry tak lantas berhenti melakukan inovasi. Ia pun berinisiatif menambah muatan sulap pada videonya. Namun karena gerak Kevin yang terbatas, Jerry akhirnya memutuskan untuk ikut muncul di depan kamera.

"Kalau Kevin terus takutnya boring. Makanya kita coba kasih sulap. Jadi, di konten kita memberikan banyak varian seperti komedi, sulap, buble show, komedi-sulap, dan komedi-buble show," jelas Jerry. "Karena tangan Kevin terbatas (gerak) jadi harus pakai tangan saya. Akhirnya saya pikir, ya sudah saya inframe saja, malah booming kontennya."

Setelah memutuskan untuk ikut tampil di depan kamera bersama Kevin, Jerry jadi lebih leluasa mengeksplorasi konten. Berkat keunikan kontennya, ia pun berhasil mendapatkan tanda verifikasi centang biru di akun TikTok. Bahkan, baru-baru ini ia juga dinyatakan masuk nominasi Best of Performers TikTok Award 2021.

"Kita enggak tahu, kan (centang biru) dari TikTok pusatnya. Kalau dari perhitungan algoritma, kemungkinan dari (jumlah) like-nya. Yang kedua unik. Jadi, untuk teman kreator yang lain, upayakan mencari keunikan," tutur Jerry. "Dan baru kemarin diberi info kalau kita masuk nominasi di TikTok Award. Itu kan berarti reward yang nyata."

4. Sempat Kesulitan Ikuti Tren Kekinian


Sempat Kesulitan Ikuti Tren Kekinian
TikTok/jerrypiko

Meski langkahnya sebagai konten kreator terlihat mulus, namun Jerry mengaku juga sering kali merasa kesulitan. Kesulitan pertama yang dihadapi adalah saat dirinya sedang lelah dan badmood namun dituntut harus menampilkan konten yang menghibur. Jika hal itu terjadi, biasanya Jerry hanya akan membuat konten tanpa bersuara.

Kesulitan lain yang dihadapi Jerry adalah saat tren TikTok dikuasai oleh dance. Dengan gerak Kevin yang terbatas, tentu saja akan susah bagi Jerry untuk mengikuti tren. Akibatnya, konten-konten miliknya pun susah untuk tembus ke FYP (For Your Page).

"Kemudian, kesulitan kedua itu jika tren hari ini dance. Wah kita enggak bisa mengikuti, kita kan terbatas (gerak), jadi, enggak bisa dance. Itu kesulitannya," terang Jerry. "Solusinya, kita ikuti musiknya saja, kita main sulap dengan dance. Tapi kan enggak relatable."

5. Tak Pernah Kehabisan Ide Berkat Kritikan


Tak Pernah Kehabisan Ide Berkat Kritikan
TikTok/jerrypiko

Sejauh ini, Jerry mengaku masih nyaman untuk fokus mengembangkan konten ventrilokuis di TikTok. Pasalnya, di TikTok ia banyak mendapatkan kritikan dari para penonton. Bagi Jerry, kritikan adalah salah satu cara untuk mendapatkan ide-ide baru serta memoles karyanya menjadi lebih baik.

"Memoles karya kan harus dari kritikan. Karena dari situ malah kita dapat idenya. Jadi, kalau ada yang bilang konten kreator kehabisan ide, itu enggak mungkin. Kalau kehabisan ide, berarti mereka tidak riset untuk penggalian kreatifitas," beber Jerry. "Kritikan yang paling membangun itu, ‘ah, Kevin sulap melulu, bosan’, kita lihat ada berapa komentar. Kita pertimbangan, akun yang kasih komentar ini apakah berpengaruh. Jadi sebetulnya evaluasi itu yang membuat kita bisa bertahan di dunia hiburan."

Berkat keseriusan menampilkan ventrilokuis di TikTok, Jerry sukses membawa para penonton masuk ke dunia khayalan boneka yang diciptakannya. Bahkan, para penonton pun sampai-sampai menganggap Kevin sebagai sosok yang ada di dunia nyata.

6. Tips Sukses Bikin Konten Kekinian


Tips Sukses Bikin Konten Kekinian
TikTok/jerrypiko

Supaya sukses menjadi kreator, Jerry menyebut bahwa seseorang harus mengenali karakteristik masing-masing platform agar tak salah sasaran ketika membuat konten. Pasalnya, setiap media sosial memiliki pola yang berbeda. Menurut Jerry, konten yang menampilkan keseharian, vlog, serta profil lebih cocok ditampilkan di Instagram.

Sedangkan untuk membuat konten di TikTok, Jerry menyarankan para kreator untuk selalu memperhatikan tren musik yang sedang ramai. Menggunakan musik yang trennya sudah turun cenderung membuat video gagal FYP. Selain itu, dukung dengan menggunakan tagar yang populer. Meski demikian, pastikan penggunaan tagar juga sesuai konteks dengan isi video yang diunggah.

"Jadi, siapapun yang upload video dengan hashtag dan kontennya reletable, itu juga akan ikut gelombangnya (FYP). Makanya ada yang bilang, kenapa saya enggak FYP? Kadang, hastag-nya 'ceritakita' tapi malah enggak jelas videoin apa," jelas Jerry. "Upayakan kita memancing penonton untuk menyelesaikan videonya sampai habis. Kalau videonya ditonton sampai habis, robot otomatis akan melempar ke FYP dan berpotensi untuk didistribusikan."

7. Misi Kuat Gerakkan Ventrilokuis di Indonesia


Misi Kuat Gerakkan Ventrilokuis di Indonesia
TikTok/jerrypiko

Agar seni ventrilokuisme makin dikenal, Jerry berencana untuk menampilkan karakter-karakter lain selain Kevin di kontennya. Namun karena Kevin sudah sangat melekat di hati penonton, ia pun sempat mempertimbangkan untuk membuat akun TikTok lagi dengan karakter yang baru. Tak hanya itu saja, ia juga memiliki rencana untuk mengembangkan kontennya menjadi model drama pendek.

"Kita sudah coba transisi ke beberapa boneka, tapi ternyata feedback dari fans-fans Kevin itu susah dilepaskan. Mungkin, saya harus bikin akun dengan boneka yang lain," beber Jerry. "Ini bocoran tapi belum kita eksekusi. Kita akan bikin style drama-drama, seperti ada di dunia baru gitu. Itu nanti kita coba mau tes dulu, kalau mereka (penonton) welcome baru kita bikin."

Ke depannya, Jerry ingin seni ventrilokuisme bisa lebih dikenal di Indonesia. Selain itu, ia juga berharap personal branding-nya makin kuat sehingga mampu menjadi inspirasi untuk generasi ventrilokuis selanjutnya.



You can share this post!