Tuai Pro Kontra, Ini Dampak Jangka Panjang Yang Mungkin Timbul Akibat Peralihan Mobil BBM Ke Listrik
Unsplash/Catarina Jansson
Tekno
Kendaraan BBM vs Listrik

Masih menuai pro kontra, kehadiran mobil listrik untuk jangka panjang ternyata berisiko memicu beberapa dampak berikut. Kenali, dampak yang mungkin terjadi imbas peralihan mobil BBM ke Listrik.

WowKeren - Peralihan mobil berbahan bakar minyak (BBM) ke listrik masih menuai pro kontra masyarakat. Salah satu alasan mobil listrik dipertimbangkan menjadi kendaraan masa depan lantaran dinilai mampu menekan emisi udara.

Kendati begitu, Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif sekaligus dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) memiliki pendapat beda terkait mobil listrik. Menurut Yannes, mobil listrik tak sepenuhnya ramah lingkungan.


"Pakai kendaraan listrik pun sebenarnya tidak sepenuhnya go green. Listriknya itu dari PLN yang 35 persennya pakai solar dan harga BBM nya saat ini sedang naik, serta pakai batu bara. Artinya karbonnya ada juga sehingga belum sepenuhnya ramah lingkungan," kata Yannes.

Karena itu, peralihan kendaraan BBM ke listrik tak bisa terjadi dalam waktu sekejap. Apalagi, mayoritas masyarakat Indonesia sudah menggunakan kendaraan dengan mesin konvensional sejak lama. Beda mobik listrik vs BBM juga sudah sempat dibahas WowKeren di artikel sebelumnya.

Meski memiliki banyak keuntungan, mobil bertenaga listrik ternyata juga memiliki dampak serius untuk jangka panjang bila tak dipikirkan dengan matang. Beberapa dampak yang kemungkinan timbul sebagai akibat peralihan mobil listrik ke BBM telah dirangkum WowKeren dalam ulasan berikut ini.

(wk/Sisi)

1. Meningkatnya Konsumsi Listrik


Meningkatnya Konsumsi Listrik
Unsplash/Anton Dmitrievx

Hal pertama yang pasti terjadi dari peralihan mobil BBM ke listrik adalah mendongkraknya konsumsi listrik. Kebijakan percepatan implementasi kendaraan listrik tentunya memunculkan tantangan baru, mengingat lebih dari 60% pembangkit listrik di Indonesia berbasis batu bara.

Nugroho Adi Sasongko, Perekayasa Madya di Pusat Pengkajian Industri Proses dan Energi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut fakta di lapangan bertentangan dengan kebijakan pemerintah terkait NZE. "Tentunya hal ini bertolak belakang dengan kebijakan pemerintah melalui Target Netralitas Karbon atau Net Zero Emission Target (NZE) di tahun 2050," kata Nugroho.

2. Risiko Mengganggu Kesehatan


Risiko Mengganggu Kesehatan
Unsplash/Online Marketing

Nugroho Adi Sasongko juga berpendapat bahwa dalam jangka panjang penggunaan mobil listrik berisiko mengganggu kesehatan manusia. Menurut Nugroho, emisi karbon dioksida dari proses pembakaran PLTU berbasis batu bara dapat melepaskan asap berbahaya yang bisa memicu hujan asam, penyakit pernapasan, bahkan perubahan genetik makhluk hidup bila melampaui ambang batas tertentu.

"Kendaraan listrik sebagaimana produk manufaktur lainnya, memerlukan berbagai bahan baku di sepanjang rantai pasoknya, dimana jika tidak dikelola dengan baik, proses pengolahan material-material ini menghadirkan potensinya dalam merusak lingkungan dan kesehatan manusia," jelas Nugroho.

3. Hilangnya Sejumlah Pekerjaan Di Industri Otomotif


Hilangnya Sejumlah Pekerjaan Di Industri Otomotif
Unsplash/Lenny Kuhne

Tantangan lain yang harus dipikirkan pemerintah saat berupaya menghentikan kendaraan berbasis BBM adalah risiko hilangnya sejumlah lapangan pekerjaan. Asosiasi Industri Otomotif (IFO) di Jerman melihat adanya potensi hilangnya mata pencarian 178.000 pekerja di sektor otomotif pada masa mendatang.

"Tetapi jika pada tahun 2025 produksi mobil yang ditenagai oleh mesin pembakaran menurun sejauh yang diperkirakan berdasarkan peraturan emisi saat ini, maka peralihan ke motor listrik akan mempengaruhi setidaknya 178.000 karyawan," papar perwakilan IFO sebagaimana dikutip CNBC.

4. Hambat Mobilitas Bila Infrastuktur Tak Memadai


Hambat Mobilitas Bila Infrastuktur Tak Memadai
Pexels/Kehn Hermano

Peralihan mobil BBM ke listrik ternyata juga bisa menghambat laju mobilitas bila stasiun pengisian daya baterai masih sulit ditemui. Pandangan itu disampaikan Sushant Gupta, Direktur Peneliti Wood Mackenzie dalam wawancara bersama CNBC.

"Selain itu, pos pengisian baterai mobil yang masih jarang ditemui sudah tentu akan membuat calon pembeli akan berpikir dua kali. Pasalnya bila pengisian daya baterai masih sulit untuk dilakukan, malah akan menghambat mobilitas," kata Sushant.

5. Impor Minyak Akan Meningkat


Impor Minyak Akan Meningkat
Unsplash/Zbynek Burival

Lebih lanjut, Sushant Gupta juga berpendapat bahwa meningkatnya konsumsi listrik di Indonesia ikut memicu meningkatnya kegiatan impor minyak. Kondisi ini hanya akan memicu naiknya sejumlah kebutuhan sehari-hari.

"Pasalnya bila produksi minyak di Indonesia tidak ditingkatkan, impor minyak akan terus meningkat. Ujung-ujungnya transaksi berjalan akan terus terbebani," kata Sushant Gupta melanjuti dampak peralihan mobil BBM ke listrik.

6. Beban Subsidi Meningkat


Beban Subsidi Meningkat
Unsplash/Mufid Majnun

Meningkatnya kegiatan impor minyak juga memicu masalah baru yakni larinya devisa negara ke luar negeri. Apalagi, beban subsidi kemungkinan akan semakin meningkat bila pemerintah memutuskan memberi insentif untuk kendaraan listrik.

Pandangan itu lagi-lagi disampaikan Sushant Gupta. "Devisa akan berhamburan ke luar negeri. Belum lagi ditambah beban subsidi yang meningkat bila benar akan memberikan insentif untuk kendaraan listrik," jelas Sushant.

7. Meningkatkan Pemanasan Global


Meningkatkan Pemanasan Global
Unsplash/Roxanne Desgagn├ęs

Alih-alih menekan emisi udara, mobil listrik dapat memicu pemanasan global bila tak dipakai dengan bijak. Seseorang cenderung akan men-charge mobil listrik mereka di malam hari sepulang bekerja. Jeremy Michalek, profesor teknik Universitas Carnegie Mellon mengklaim meningkatnya pemakaian listrik di malam hari memicu naiknya risiko pemanasan global.

"Batubara cenderung menjadi faktor kritis. Jika Anda memiliki mobil listrik yang di-charge malam hari dan memaksa pembangkit listrik terdekat untuk membakar lebih banyak batu bara untuk mengisi daya, maka keinginan ramah lingkungan tak ada artinya. Anda bahkan bisa mendapatkan lebih banyak pemanasan global," papar Jeremy.

Itu dia 7 dampak yang kemungkinan muncul di masa mendatang imbas peralihan mobil BBM ke listrik. Semoga artikel di atas membantu sobat WowKeren menelaah baik buruknya kehadiran mobil listrik ya. Terus nantikan artikel menarik lainnya. See you!

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait