WowKeren.com Logo
WowKeren Slogan
WK COMMUNITY
Topik Keren
TAGS

Rencana Akui Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel, Donald Trump Dapat Peringatan dari Liga Arab

04 Dec 2017 15:46:29 WIB
Menurut Liga Arab dan Palestina, keputusan Donald Trump itu dapat memicu masalah besar. Berikut berita selengkapnya...

WowKeren.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan mengumumkan perihal pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Menurut pejabat senior pemerintah AS, Trump diperkirakan akan mengumumkan keputusan itu minggu depan.

Seperti diketahui, Yerusalem diklaim Israel sebagai pusat pemerintahannya. Namun, masyarakat internasional menganggap Yerusalem masih terlibat konflik perebutan wilayah dengan Palestina. Sehingga tidak ada kedutaan asing yang berdiri di Yerusalem, melainkan di Tel Aviv.

Sedangkan Trump sendiri sudah merencanakan pemindahan kedutaan AS untuk Israel ke Yerusalem sejak masa kampanye. Apabila hal itu terjadi, maka AS dianggap telah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Rencana Trump tersebut mendapat peringatan keras dari Liga Arab. Pasalnya, keputusan itu dapat memicu kekerasan dan memundurkan upaya perdamaian terhadap konflik di wilayah tersebut.

"Sangat disayangkan beberapa orang bersikeras melakukan langkah ini (mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel)," kata Ketua Liga Arab Ahmed Abul Gheit kepada wartawan Kairo, dilansir AFP, Senin (4/12). "Tanpa memerhatikan bahaya yang ditimbulkan terhadap stabilitas Timur Tengah dan seluruh dunia."

Lanjut Abul Gheit, tindakan Trump tersebut dapat merusak perdamaian. Tak hanya itu, pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel juga berpotensi menimbulkan kekerasan dan menguntungkan satu pihak saja.

"Kami mengatakan dengan sangat jelas bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan ... Ini tidak akan menghasilkan perdamaian atau stabilitas, melainkan akan mendorong ekstremisme dan kekerasan," sambung Abul Gheit. "Hanya menguntungkan satu pihak, pemerintah Israel yang memusuhi perdamaian."

Palestina turut memberi peringatan terhadap Trump atas rencana keputusannya itu. Melalui Penasihat Senior Presiden Otoritas Palestina Naabil Shaath, Presiden Mahmoud Abbas mengatakan langkah Trump itu dapat mencegah proses perdamaian antara Israel dengan negaranya.

"Kami memperingatkan pihak Amerika apabila pemerintah Amerika melakukan pernyataan mengakui Yerusalem yang bersatu sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan besar Amerika ke Yerusalem, " ujar Shaath dilansir Deutsche Welle, Senin (4/12). "Maka langkah tersebut dapat menghentikan proses perdamaian."

Dilansir Deutsche Welle pada Senin (4/12), penasihat senior Timur Tengah sekaligus menantu Trump, Jared Kushner, mengatakan bahwa Presiden AS tersebut kini masih mempertimbangkan keputusan itu. Menurut Kushner, Trump masih melihat fakta-fakta yang berbeda mengenai Yerusalem sebagai pertimbangan keputusannya nanti. (wk/kr)

loading...

Berita Internasional terkait :
Dilakukan di Jam Sibuk, Inikah Alasan Pelaku Ledakan Bom Serang New York?
California Dilanda Kebakaran Dahsyat, Angin Kencang Hambat Pemadaman Api
Berpidato Tentang Hak Kemanusiaan di Myanmar, Paus Fransiskus Tak Sebut Rohingya
Korban Bertambah Hingga 305 Jiwa, Dunia Berduka Untuk Bom Mesir

BERITA : Seleb | Korea | Film | TV | Musik | Olahraga | Umum | WK on Twitter | WK on Facebook | Mobile Version
Tentang Kami | Kontak | Job Vacancy | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan    © 2017 Copyright MEDIA INFO. All Rights Reserved.