HITSfluencer : Sarah Aprilia, Dari Ajang MasterChef Sampai Sukses Jadi Spesialis Food Art
Dokumentasi Sarah
Selebriti
HITSfluencer

Tak sekedar rasa, Sarah Aprilia sukses membuat tampilan visual kue jadi unik dan menarik. Seperti apa uniknya bentuk-bentuk kue buatan lulusan MasterChef Indonesia season 5 ini? Intip selengkapnya di sini!

WowKeren - Di era digital ini, dunia cooking dan baking rupanya jadi ikut berkembang. Tak hanya sekedar rasa, beragam makanan kini dikreasikan sedemikian rupa agar memiliki tampilan visual yang unik dan menarik. Keahlian luar biasa ini pun hanya dimiliki oleh beberapa orang, salah satunya adalah Sarah Aprilia. Melalui video unggahannya, ia kerap membagikan beragam bentuk kue yang unik hingga bikin merinding para penonton.

Sebelum memulai debut sebagai konten kreator, Sarah ternyata sudah lebih dahulu unjuk bakat di ajang pencarian bakat "MasterChef Season 5". Selanjutnya, ia pun melanjutkan kiprah di dunia bisnis kue hingga jadi konten kreator. Dimulai sejak tahun 2021 silam, akun TikTok, @sarakapril, kini sudah mengumpulkan lebih dari 609 ribu pengikut. Tak hanya itu saja, Sarah juga sudah berhasil menjaring lebih dari 13 juta likes.


Dalam kontennya, Sarah kerap memvisualisasikan beragam bentuk benda menggunakan kreasi kue yang dihias sedemikian rupa. Puncaknya adalah saat ia membuat kue dengan bentuk menyerupai organ jantung manusia. Kreatifitas Sarah ini pun mengundang decak kagum dari para penonton. Tak heran, video yang baru diunggah pada 16 Februari 2022 ini sudah mencuri perhatian lebih dari 31 juta penonton. Fantastis bukan?

Tak hanya bentuk organ manusia, Sarah juga memvisualisasikan beragam makhluk-makhluk bertema horor seperti jenglot hingga pocong. Di sisi lain, ia juga kerap menampilkan sisi manis dengan membuat kue yang menyerupai makanan lain seperti pete, ayam panggang hingga rendang.

Hanya kepada WowKeren untuk rubrik HITSfluencer, Sarah membongkar rahasia perjalanannya dari awal hingga kini sukses jadi konten kreator spesialis food art. Ingin tahu kisah selengkapnya? Ini dia penuturan Sarah selengkapnya.

(wk/yoan)

1. Dari Hobi Hingga Jadi Kontestan MasterChef Indonesia


Dari Hobi Hingga Jadi Kontestan <i>MasterChef</i> Indonesia
TikTok/sarakapril

Sarah mengungkapkan bahwa ketertarikannya di dunia cooking dan baking sudah muncul sejak lama. Berbekal bimbingan dari sang ibunda, Sarah yang memang menyukai dunia seni akhirnya mulai mengembangkan ilmu memasak sendiri. Hingga akhirnya ia mulai mengabadikan proses memasak di media sosial sebagai bagian dari hobi.

"Sebenarnya, mamaku yang sudah ikut kursus (masak) dan aku belajar dari beliau. Sampai akhirnya, aku suka coba-coba bikin kue dan banyak teman-temanku yang pesan. Dari situ aku berkecimpung di dunia kue," kenang Sarah. "Aku butuh waktu kurang lebih sekitar 11 tahun dari kuliah sampai akhirnya aku sering-sering upload di media sosial. Jadi, itu awalnya hanya sekedar hobi."

Tak puas hanya menjalankan hobi, Sarah lantas mencoba untuk menantang diri dengan mengikuti ajang MasterChef Indonesia. "Kalau MasterChef Indonesia itu sendiri aku sebenarnya, di season 4 pernah ikut. Tapi, hanya sampai di-bootcamp saja. Terus tereliminasi di 50 besar. Sampai akhirnya, 3 tahun berikutnya, karena kan dari season 4 ke season 5 itu sempat ada vakum 3 tahun dan karena aku masih penasaran, aku ikut saja lagi dan alhamdulillah (lolos)," ungkap Sarah.

2. Asah Kreatifitas dengan Coba Aneka Bentuk Kue


Asah Kreatifitas dengan Coba Aneka Bentuk Kue
TikTok/sarakapril

Setelah lulus dari MasterChef, Sarah tak berhenti mengembangkan bakat memasaknya. Terbukti, ia jadi makin aktif mengunggah video proses memasak di media sosial. Puncaknya, orang-orang terdekat mendorong dirinya untuk segera mengunggah video di TikTok. Beberapa bulan setelah video pertama diunggah, akun TikTok-nya pun jadi makin dikenal berkat kue berbentuk pete.

"TikTok pertama kali aku enggak begitu berminat karena bikin video editing itu capek banget dan enggak tahu harus mulai dari mana. Sampai akhirnya orang-terdekat terus nge-push aku untuk coba. Itu pun enggak langsung booming," beber Sarah. "Butuh sekitar 2 bulan akhirnya sampai orang-orang tahu konten aku. Pertama kali viral itu yang bikin kue bentuk pete."

Sekian lama mengunggah kue-kue yang bertema "manis", Sarah akhirnya tergerak untuk memberanikan diri menunjukkan persona yang berbeda. Pasalnya, ia mengaku sudah lama suka membuat kue bertema horor. "Aku suka horor. Cuma saat mulai di TikTok itu aku punya perasaan khawatir posting sesuatu yang berdarah-darah. Makanya, awal aku milih konten yang sweet dan lucu," sambung Sarah. "Tapi, di dalam lubuk hati, aku ingin bikin yang horor, bukan karena aku sadis, tapi karena seru dan menantang. Dan alhamdulillah sejauh ini enggak pernah ada pengalaman horor."

3. Bentuk Unik Jadi Daya Tarik


Bentuk Unik Jadi Daya Tarik
Dokumentasi Sarah

Sarah mengakui bahwa sejauh ini sudah banyak kue dengan bentuk-bentuk unik yang dibuatnya. Ia pun mengungkapkan sebagian besar kue buatannya dikonsumsi sendiri. Tak hanya dinikmati sendiri, seringkali ia membagikan kue-kue buatannya kepada orang-orang sekitar mulai dari keluarga hingga tetangga. Bagi Sarah, membagikan kue hasil karya secara gratis kepada orang-orang lebih nyaman dibandingkan dengan harus menjualnya.

"Dikonsumsi sendiri bertahun-tahun. Jadi ya paling sekarang cuma mencicipi. Selebihnya, aku bagi-bagikan. Sebenarnya banyak yang pengen membeli kueku. Cuma, kue ini lebih banyak hiasan daripada kuenya. Kalaupun dijual, aku ingin memberi pemahaman ke orang kalau kue ini enggak bisa di 'enjoy'," ungkap Sarah. "Jadi, daripada orang mengerdilkan karyaku, lebih baik aku cuma bikin video saja dan kuenya aku bagi-bagikan secara gratis ke orang-orang."

Di sisi lain, Sarah juga mengungkapkan bahwa alih-alih merasa takut, orang-orang terdekatnya justru merasa excited menjajal hasil karyanya. "Takut sih enggak. Cuma memang terkesan aneh. Tapi itu yang bikin mereka dengan senang hati makan, terutama anak-anak kecil mereka senang banget makannya. Justru yang seram-seram itu disukai sama bocil," ujar Sarah.

4. Dibalik Layar Pembuatan Food Art


Dibalik Layar Pembuatan <i>Food Art</i>
TikTok/sarakapril

Sarah menyebut bahwa proses pembuatan food art membutuhkan waktu yang cukup panjang. Pasalnya, ia harus mempelajari benar-benar bentuk kue yang ingin dibuat. Tak jarang, ia sampai harus mencari cara untuk mendapatkan tekstur kue agar bisa semirip mungkin dengan bentuk aslinya. Meski demikian, Sarah merasa bahwa semua langkah pembuatan food art adalah hal yang menyenangkan sekaligus menantang.

"Segampang-gampangnya kue yang aku bikin itu butuh proses. Pertama, cari referensi gambar dan print. Jadi, biar bisa lebih fokus bentuknya. Kedua, aku cari tahu tekstur. Karena setiap kue hiper realistik yang aku bikin itu itu punya tekstur berbeda. Bahkan, aku juga sampai cari peralatan sehari-hari buat dapatkan teksturnya," terang Sarah. "Makanya, untuk pembuatan satu video bisa 1-3 hari, biar detail karena itu penting untuk menghasilkan karya yang mirip. Biasanya yang pertama aku buat itu hiasannya dulu. Karena terbuat dari fondant, di luar di ruangan pun enggak akan basi."

Sejauh ini, kue berbentuk jenglot adalah food art yang paling menguras tenaga. Pasalnya, pembuatan detail rambut itu benar-benar susah. "Susah banget si rambut nenek. Aku sampai menghabiskan sekitar 2 kilogram gula. Tapi, enggak aku buang ya," lanjut Sarah. "Rambut nenek yang rusak itu jadi karamel, terus aku cairkan jadi air gula. Jadi pada saat itu aku punya simpanan air gula banyak banget, jadi buat es buah dan segala macam."

5. Sering Gagal Hingga Di-Banned TikTok


Sering Gagal Hingga Di-<i>Banned</i> TikTok
TikTok/sarakapril

Tak hanya saat membuat rambut nenek, beberapa kali Sarah juga sempat mengalami kegagalan. Tak jarang, ia pun sampai merasa down saat proses pembuatannya. Meski demikian, semangat untuk terus menantang diri akhirnya membuat ia bangkit. Kini, Sarah berusaha untuk menjadikan setiap kegagalan proses pembuatan food art sebagai sebuah momen yang lucu.

Di sisi lain, Sarah mengungkapkan bahwa beberapa kontennya pernah sampai mendapatkan banned hingga di takedown oleh TikTok. Hal ini disebabkan karena videonya dinilai terlalu ekstrem dan berbahaya jika ada penonton yang mengikutinya. Kejadian ini pun terjadi sampai dua kali. Namun, kejadian ini tak menyurutkan semangatnya untuk terus membagikan bentuk-bentuk unik untuk food art-nya.

"Ada (konten yang di-banned). Malah bukan konten yang berdarah-darah. Itu aku bikin kue bentuk ular. Sebenarnya di video itu aku ingin memperkenalkan di Indonesia ada pasar ekstrim namanya Tomohon. Di awal video aku pegang ular, gimmick. Tapi, dianggap adegan berbahaya. Padahal, kan bisa saja dikasih tulisannya handle by professional," ujar Sarah. "Pernah juga di-banned karena video aku robek kertasnya, terus aku makan. Sebenarnya itu makanan namanya rice paper dan bisa dimakan. Padahal di video sudah aku jelaskan."

6. Tips Sukses Jadi Konten Kreator Ala Sarah


Tips Sukses Jadi Konten Kreator Ala Sarah
TikTok/sarakapril

Tak hanya pengalaman saat membuat food art, Sarah juga berbagi tips untuk para pemula yang baru menjajal menjadi konten kreator. Menurut Sarah, langkah yang paling utama adalah berani untuk mencoba. Selanjutnya adalah jangan pernah takut untuk gagal. Bahkan ketika gagal, jangan lupa untuk selalu mengambil pelajaran dan memperbaikinya.

Di sisi lain, Sarah juga mengingatkan untuk membuat konten sesuai dengan kemampuan. Karena itulah, pastikan untuk tahu dan menggali apa yang disukai. Setelah itu, terus asah kreatifitas dengan menggabungkan konten dan tren-tren yang sedang ramai. Jangan lupa juga untuk menguatkan personal branding agar lebih mudah dikenal oleh para penonton.

"Pertama menurut aku coba dulu saja. Karena kuncinya semakin kita coba, semakin kita tahu arah mau ke mana. Dan, jangan takut gagal. Mau nanti akhirnya gagal atau gimana dibandingkan sama sekali enggak mencoba itu perasaan menyesalnya enggak enak banget. Aku pun juga pernah gagal ketika bikin sesuatu. Tapi, alhamdulillahnya aku bisa ambil pelajaran dari situ,"saran Sarah. "Pokoknya kalau kita pengen survive, selalu ikuti tren. Terus, coba untuk menggali juga kita sukanya apa dan seperti apa sih personal branding-nya."

7. Rencana Manfaatkan Momen Halloween


Rencana Manfaatkan Momen <i>Halloween</i>
TikTok/sarakapril

Seperti diketahui, Sarah memang kerap membuat bentuk-bentuk kue yang bertemakan horor. Kedepannya, ia pun berencana untuk banyak mengunggah kue-kue horor berbentuk hantu-hantu Indonesia di bulan Oktober mendatang. Hal ini dilakukan Sarah sebagai momentum untuk memanfaatkan Halloween yang kebetulan jatuh pada bulan Oktober.

Dengan kemampuan inilah, Sarah mengaku ingin lebih banyak orang yang mengenal dan mengapresiasi karyanya. Selain itu, ia juga bermimpi bisa bergabung bersama tim produksi film horor sebagai food artist. Demi menggapai impian ini, Sarah tak berhenti menantang dirinya demi bisa terus konsisten dan lebih kreatif lagi.

"Karena sekarang September mau Oktober dan ada momen Halloween, aku ingin bikin-bikin kue horor tapi hantunya Indonesia. Bukan bermaksud merayakan atau apa, aku hanya mencari momen yang pas," beber Sarah. "Terus aku juga ingin ada kerjasama dengan perfilman. Karena kan food artist di luar negeri itu sering dipakai untuk membuat properti seperti kecoa atau belatung yang bisa dimakan. Kalau impian dalam waktu dekat, aku ingin lebih konsisten dan mengembangkan diriku lebih kreatif lagi."


You can share this post!