Dianggap Beri Penggambaran yang Rasis, 'Midnight Runners' Park Se Joon Diprotes
Film

Intip aksi protes dan simak pendapat kelompok etnis minoritas yang tersinggung dengan penggambaran rasis ini.

WowKeren - Film "Midnight Runners" yang dibintangi Park Seo Joon dan Kang Ha Neul sukses ditonton oleh 5 juta orang. Film ini bahkan telah terjual ke berbagai negara di Asia hingga Amerika Serikat.

Sayangnya kesuksesan ini harus diiringi dengan reaksi protes dari grup etnis minoritas Korea-Tiongkok di Daerim, Seoul. Aksi protes itu dilakukan pada Minggu (27/8) di stasiun subway Daerim, disktrik Guro, Seoul. Mereka tersinggung dengan cara "Midnight Runners" menggambarkan imej grup minoritas tersebut.

"Midnight Runners" sendiri mengisahkan dua polisi muda menyaksikan orang Tiongkok keturunan Korea (dikenal dengan sebutan joseonjok dengan konotasi negatif di masyarakat Korea) sedang menculik anak kecil untuk perdagangan organ. Seolah polisi kehilangan kendali pada para kriminal di distrik Daerim tersebut.

"Film itu telah menggambarkan lingkungan Daerim sebagai sarang kejahatan. Ini akan menggagalkan upaya 700.000 etnis Korea-Tiongkok dan masyarakat Korea untuk hidup berdampingan," ungkap Park Ok Sun selaku ketua komite khusus komunitas Korea-Tiongkok."Hal itu juga akan mengubah imej komunitas kami yang sebelumnya sudah terlihat aman dan meneyenangkan," imbuhnya.

"Saya mengecam cara film ini menggambarkan komunitas kami sebagai tempat yang berbahaya yang dikuasai kelompok kekerasan Korea-Tiongkok dan seolah layak dihindari," protesnya lagi. "Saat ini disktrik kami justru sedang berusaha menjadi kota budaya bagi turis."

Aktivis lain yaitu Lee Dong Woon juga ikut menyuarakan pendapatnya. "Film ini melunturkan harmoni antara masyarakat Korea dengan orang-orang Korea-Tiongkok. Aku khawatir film ini akan memberikan dampak negatif pada perekonomian Daerim, salah satu disktrik komersil terbesar di Seoul," ungkapnya.

"Pihak produksi dan sutradara mengatakan jika film ini bukan berdasarkan kisah nyata. Tapi tidak disebutkan bahwa kisah di film ini adalah fiksi dan kami merasa diabaikan," kata Kim Sung Hak selaku ketua federasi Korea-Tiongkok. Komunitas ini menuntut permohonan maaf secara formal dan diturunkannya "Midnight Runners" dari layar bioskop.

Sementara itu, "Midnight Runners" masih tergolong kuat dalam jumlah perolehan penontonnya. Film ini juga dapat ditonton di Cinemaxx, CGV, dan Flix Indonesia mulai 30 Agustus.

Loading...

You can share this post!

Related Posts