Bekerja Sama dengan AS Demi Pencarian MH370, Malaysia: Tak Ada Temuan, Tidak Ada Bayaran
Dunia

Kerja sama ini dilakukan dengan sebuah perusahaan eksplorasi AS dengan ketentuan tidak akan dibayar jika tidak ada penemuan.

WowKeren - Meski sudah lama hilang, usaha pencarian pesawat Malaysia Airlines dengan penerbangan MH370 masih terus dilakukan. Kasus hilangnya pesawat Boeing 777 ini merupakan salah satu misteri penerbangan yang belum terpecahkan sampai sekarang. Banyak keluarga korban menanti kepastian dari nasib kerabatnya yang hilang.

Pemerintah Malaysia baru-baru ini telah menandatangani sebuah kontrak khusus dengan perusahaan eksplorasi Amerika Serikat, Ocean Infinity. Mereka ditugaskan untuk memecahkan misteri hilangnya pesawat Malaysia Airlines yang hilang kontak pada tahun 2014 lalu.

Kontrak tersebut adalah kontrak khusus yang menyatakan bahwa pemerintah Malaysia hanya akan membayar bila Ocean Infinity bisa menemukan keberadaan pesawat tersebut. Tidak hanya itu, pemerintah Malaysia juga membatasi masa pencarian peswat, yakni 90 hari saja.

Pemerintah Malaysia akan membayar USD 20 juta (Rp 268 miliar) bila benda-benda pesawat berhasil ditemukan dalam eksplorasi di kawasan seluas 5 ribu kilometer. Pembayaran akan meningkat menjadi USD 30 juta (Rp 403 miliar) jika ditemukan dalam kawasan seluas 10 ribu kilometer persegi.

Jika ditemukan di wilayah seluas 25 ribu kilometer persegi, perusahaan akan dibayar USD 50 juta (Rp 671 miliar). Pembayaran juga akan meningkat menjadi USD 70 juta (Rp 940 miliar) jika pesawat yang hilang itu ditemukan di kawasan ekplorasi lebih dari 25 ribu kilometer persegi.

Kesepakatan ini telah ditandatangani oleh pemerintah Malaysia dan CEO Ocean Infinity, Oliver Plunkett di Kuala Lumpur pada Rabu (10/1). Sebanyak 65 kru Ocean Infinity nantinya akan ditemani oleh 2 kru dari Angkatan Laut Malaysia untuk melakukan pencarian.

Pesawat Boeing 777 dengan nomor penerbangan MH370 tersebut hilang kontak pada 8 Maret 2014. Pesawat dengan rute Kuala Lumpu-Beijing tersebut mengangkut 239 penumpang dan awak pesawat. Sebagian besar penumpang adalah warga negara Malaysia dan Tiongkok.

Loading...

You can share this post!

Related Posts