Dipercaya Sebagai 'Jejak Kaki Dewa', Ilmuwan Ungkap Misteri Lingkaran Peri di Gurun Namib
geographical.co.uk
SerbaSerbi

Studi terkait lingkaran misterius ini telah dilakukan oleh para ilmuwan sejak tahun 1970-an. Kendati demikian, hingga detik ini belum ada yang mampu memecahkan teka-teki ini

WowKeren - Keberadaan lingkaran misterius di gurun pesisir Namib, Afrika Selatan cukup membuat para ilmuwan penasaran untuk menemukan asal muasalnya. Lingkaran ini dikenal sebagai lingkaran peri lantaran memiliki bentuk bundar dan seragam di padang rumput gersang.

Dilansir Oddity Central, Sabtu (5/9), lingkaran peri tersebut di dalam legenda setempat dipercaya sebagai jejak kaki para dewa. Sedangkan tak sedikit juga yang percaya jika itu adalah bekas pendaratan UFO.

Jika dilihat dari udara, lingkaran seragam ini terlihat seperti bintik kain. Hingga 2014, lingkaran itu hanya ditemui di sepanjang Gurun Namib di Afrika selatan, tetapi kemudian formasi yang hampir identik ditemukan di dekat kota pertambangan Newman di Australia Barat.

Studi terkait lingkaran misterius ini telah dilakukan oleh para ilmuwan sejak tahun 1970-an. Kendati demikian, hingga detik ini belum ada yang mampu memecahkan teka-teki ini.


"Itu adalah area melingkar yang kosong, tidak ada apa-apa di atasnya, dan ada cincin rumput di sekitarnya," kata Eugene Marais selaku Manajer penelitian di Institut Penelitian Gobabeb-Namib. "Jika dilihat dari udara atau dari tempat yang tinggi, hampir terlihat seperti bercak campak."

Berbagai penjelasan mulai yang berbau mistis hingga ilmiah pun mencuat terkait keberadaan lingkaran ini. Ada yang meyakini jika lingkaran itu sengaja dibuat oleh para peri yang menari untuk mencegah tumbuhnya tanaman. Terlepas dari itu semua, ilmuwan memiliki penjelasan tersendiri.

Beberapa ilmuwan yakin jika lingkaran itu berkaitan dengan rayap yang menjadikan Namib sebagai rumah mereka. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya rayap di bawah sebagian besar lingkaran tandus yang dibatasi oleh tumbuh-tumbuhan.

Teorinya, koloni rayap menyerang dan menaklukkan satu sama lain, tetapi ketika koloni berukuran sama bertemu, mereka tidak dapat memusnahkan satu sama lain, sehingga mereka menciptakan penyangga. Lalu ada teori lain yang menyebut jika lingkaran ini terbentuk akibat adanya persaingan tanaman untuk memperebutkan air langka yang jatuh di Namib setiap tahun.

Ada juga yang menyebut lingkaran itu terhubung dengan semak beracun Euphorbia yang tumbuh di Namib. Namun yang jelas tak ada yang tahu pasti mana teori yang sesuai dengan misteri ini.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts