Joe Biden Tegaskan AS Tak Lockdown Imbas COVID-19 Omicron: Ini Bukan Penyebab Kepanikan
Dunia
Pandemi Virus Corona

Joe Biden menilai cepat atau lambat kasus COVID-19 Omicron akan ditemui di Amerika Serikat. Namun Biden menegaskan bahwa AS memiliki cukup kemampuan untuk mengontrol penyebarannya.

WowKeren - Presiden Amerika Serikat Joe Biden turut memberikan pernyataan terkait virus Corona varian Omicron yang sedang menjadi sorotan dunia. Secara mengejutkan, Biden cukup "tenang" dengan potensi masuknya varian Omicron ke negara yang dipimpinnya itu.

"Cepat atau lambat, kita akan melihat kasus-kasus akibat varian baru di Amerika Serikat," tutur Biden di Gedung Putih, Senin (29/11). "Kita tentu harus menghadapi ancaman baru ini, sebagaimana kita menghadapi semua yang sudah tiba sebelum ini."

Namun potensi masuknya varian Omicron, ditegaskan Biden, tak seharusnya membuat AS menjadi panik. "(Varian Omicron) memang harus kita khawatirkan, namun bukan penyebab kepanikan," tegas Biden, dikutip pada Selasa (30/11).

Karena itulah, Biden juga menyatakan bahwa AS tidak akan menerapkan lockdown dalam menanggapi varian Omicron, setidaknya demikian kebijakannya saat ini. Pasalnya Biden menilai AS memiliki lebih dari cukup sumber daya untuk mengontrol penyebaran varian Omicron.



"Kami tidak yakin pembatasan lebih lanjut diperlukan saat ini. Namun tentu saja kami sudah melakukan persiapan dengan segala yang kita punya," ujar Biden. "Tim saya sudah bekerja dengan pejabat-pejabat di Pfizer, Moderna, Johnson & Johnson untuk mengembangkan rencana terkait vaksin atau booster bila diperlukan."

Biden menekankan bahwa vaksin COVID-19 yang tersedia saat ini cukup untuk memberikan perlindungan melawan varian yang semula dikenal sebagai B.1.1.529 tersebut. Oleh karenanya Biden mendorong masyarakat untuk segera divaksinasi atau menerima suntikan booster kalau menerima dosis kedua lebih dari 6 bulan lalu.

Namun walaupun tidak menerapkan lockdown, AS tetap melarang masuk sejumlah pelaku perjalanan internasional terutama dari negara-negara Afrika. Pendatang dengan riwayat perjalanan dari Afrika Selatan, Botswana, Eswatini, Lesotho, Malawi, Mozambique, Namibia, atau Zimbabwe dalam kurun waktu 14 hari sebelum tiba di AS-lah yang dilarang masuk.

Kendati demikian, tetap ada pengecualian terhadap kebijakan ini, yakni untuk WN atau residen permanen AS maupun mereka yang masuk kelompok khusus. Semua langkah antisipatif ini dilakukan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan varian B.1.1.529 alias Omicron sebagai varian yang mengkhawatirkan (Variant of Concern / VoC) hanya dalam beberapa hari setelah varian ini memicu keresahan peneliti dunia.

(wk/elva)


You can share this post!


Related Posts