Get Healthy : Anti Mager, Fashion Enthusiast Ini Bagikan Tips Workout Bagi Pemula
Instagram/kerenpriskila
Health
Get Healthy

Ingin mulai olahraga namun bingung harus mulai dari mana? Jangan khawatir! Keren Priskila punya tips workout khusus untuk para pemula. Mau tau apa saja? Baca selengkapnya berikut ini!

WowKeren - Olahraga adalah aktivitas yang mampu memelihara kebugaran tubuh. Bagi pemula, memulai olahraga bisa dilakukan dengan melakukan workout sederhana di rumah. Seperti yang dilakukan Keren Priskila. Fashion enthusiast berusia 24 tahun ini bisa konsisten berolahraga berkat melakukan workout di rumah.

Sebelumnya, Keren memang punya hobi olahraga. Namun karena kesibukan kuliah dan pekerjaan yang padat, ia pun tidak pernah olahraga lagi. Sampai akhirnya, ia merasa sering sakit kepala. Ditambah, ia juga menderita penyakit mag. Sejak saat itu, Keren pun berkomitmen untuk konsisten berolahraga.

Bermula dari yoga ringan, Keren mulai melakukan workout setelah tubuhnya terbiasa berolahraga. Awalnya, ia hanya melakukan workout selama sepuluh menit saja. Seiring berjalannya waktu, kini Keren sudah berhasil konsisten dengan durasi workout kurang lebih 45 menit setiap hari.




Photo-INFO

TikTok/kerrrenp

Berkat workout rutin, tubuh Keren kini terasa lebih sehat. Mag yang dideritanya berangsur sembuh. Ia pun berhasil menurunkan berat badannya dari 58 kg menjadi 50 kg.

Kepada WowKeren untuk rubrik Get Healthy, Keren secara eksklusif berbagi tips workout buat para pemula. Ingin tahu apa saja? Baca tips selengkapnya berikut ini.

(wk/yoan)

1. Siapkan Matras atau Alas Olahraga yang Nyaman


Siapkan Matras atau Alas Olahraga yang Nyaman
TikTok/kerrrenp

Supaya lebih leluasa dan aman saat melakukan gerakan workout, siapkan alas olahraga yang nyaman seperti matras. Matras olahraga akan mengurangi resiko cedera luar.

"Menurutku, paling penting itu punya matras. Ini memang penting banget. Pakai karpet juga enggak apa-apa. Tapi, nanti bakal jadi lecet (tubuhnya)," ungkap Keren. "Jadi untuk beginner, kalau bisa ada matras di rumah. Karena range (harga) matras itu murah-murah kok."

Saat menyiapkan matras untuk workout, jangan lupa untuk memperhatikan kebersihan matras. Benda kecil yang tidak sengaja menempel pada matras dapat melukai tubuh. Kejadian ini juga pernah dialami Keren. Sejak saat itu, ia selalu memastikan matras bersih sebelum memulai workout.

2. Jangan Lupa Lakukan Pemanasan


Jangan Lupa Lakukan Pemanasan
TikTok/kerrrenp

Sebelum melakukan workout, baiknya para pemula melakukan pemanasan terlebih dahulu. Bisa dilakukan dengan meregangkan tangan ke depan, samping, hingga joging ringan di tempat selama beberapa saat. Pemanasan ini dilakukan agar otot tubuh lebih siap menerima gerakan-gerakan workout.

"Makanya kalau olahraga, beginner harus pemanasan, harus menggerakkan seluruh badan. Karena banyak banget pasti otot-otot yang enggak bisa digerakkan," ujar Keren. "Kalau badan kita masih kaku, tegang, dan dingin, waktu olahraga (akan) kram. Jadi harus banget pemanasan yang menggerakkan seluruh badan."

Selain agar tubuh lebih luwes melakukan gerakan workout, pemanasan juga dilakukan untuk mengurangi resiko cedera otot. Setelah selesai workout, jangan lupa untuk melakukan gerakan pendinginan juga. Hal ini dilakukan untuk melemaskan otot-otot secara bertahap.

3. Mulai Dari Gerakan Sederhana


Mulai Dari Gerakan Sederhana
TikTok/kerrrenp

Bagi pemula, gerakan sederhana atau low impact workout sangat dianjurkan demi membiasakan otot tubuh terlebih dahulu. Jika dimulai dengan gerakan sulit atau high impact, pemula kemungkinan akan kapok dan enggan berolahraga.

"Pertama dia (pemula) harus lakukan gerakan alternatif dulu, karena belum biasa. Lama-lama, satu minggu dia baru bisa coba non-alternatif. Kalau sudah bisa, berati bisa naik level," saran Keren. "Tapi kalau memang belum bisa karena belum terbiasa, enggak apa-apa ikutin yang alternatif terus. Yang penting badannya harus terbiasa dulu, biar ototnya enggak kaget."

Biasanya, kebanyakan orang akan mencari referensi gerakan workout di media sosial. Keren menyarankan sebelum mempraktikkan, lebih baik menonton video dari awal hingga akhir terlebih dahulu. Jika ada gerakan di video yang dirasa terlalu sulit, jangan memaksakan diri untuk melakukannya.

4. Hindari Gerakan Sulit dan Intens


Hindari Gerakan Sulit dan Intens
TikTok/kerrrenp

Cedera saat workout biasanya disebabkan karena melakukan gerakan yang terlalu intens. Jika pemula sampai cedera di awal karena gerakan yang dipilih terlalu berat dan intens, maka ia akan trauma berolahraga. Karena itulah, saat workout seorang pemula harus benar-benar memperhatikan gerakan yang dilakukannya.

Keren menyarankan sebaiknya pemula menghindari gerakan yang bertumpu pada tubuh karena ototnya belum siap. Jika dipaksa untuk menahan beban terlalu berat, maka akan memperbesar resiko cedera.

"Beginner biasanya jarang olahraga. Makanya, beginner itu biasanya (hindari) gerakan plank atau squad. Squad itu bisa tapi ada penyangganya," ujar Keren. "Kalau plank itu kan menahan badan sendiri, padahal otot belum kuat untuk nahan berat badan, lutut juga belum kuat. Jadi, cari gerakan-gerakan yang resiko cederanya sangat minim."

5. Nyeri Tanda Otot Mulai Bekerja


Nyeri Tanda Otot Mulai Bekerja
TikTok/kerrrenp

Meski sudah melakukan pemanasan, nyeri otot setelah workout tentu hal yang tidak bisa dihindari. Menurut Keren, nyeri adalah pertanda awal bahwa otot mulai aktif bekerja. Selama sakitnya bukan indikasi cedera, pemula sebaiknya meneruskan workout rutinnya.

"Di saat nyeri itu berarti otot kita bekerja. Menurut aku malah jangan dihindari. Kalau sakit, berhenti, terus minggu depannya coba lagi, pasti sakit lagi," beber Keren. “Tapi kalau konsisten, dalam satu-dua minggu, rasa sakit sudah enggak terasa lagi karena badan sudah terbiasa.”

Untuk mengurangi rasa nyeri, Keren menyarankan agar berendam di air hangat. Selain itu, penggunaan salep anti nyeri juga sangat dianjurkan. Jika masih terasa nyeri, beri jeda satu hari untuk beristirahat. Selanjutnya, ulangi gerakan workout secara rutin.

Tubuh yang mulai terbiasa berolahraga ditandai dengan berkurangnya rasa nyeri otot setelah workout. Jika hal ini terjadi, seorang pemula sudah bisa menaikkan intensitas olahraganya. Bisa dengan menambah durasi olahraga atau menaikkan level workout menjadi high impact.

6. Kenali Batas Kemampuan Tubuh Sendiri


Kenali Batas Kemampuan Tubuh Sendiri
TikTok/kerrrenp

Pemula harus mengenali batas kemampuannya sendiri saat berolahraga. Jangan sampai karena terlalu bersemangat di awal, kalian sampai berolahraga hingga berjam-jam. Selain itu, jangan memaksakan gerakan workout yang belum bisa dilakukan.

"Jadi kita harus kenal tubuh kita. Kita itu sampai mana levelnya, sampai mana sanggupnya. Jangan tiba-tiba langsung, padahal tubuhnya enggak kuat," pesan Keren. "Makanya harus sangat-sangat aware sama badan kita sendiri. Jangan ingin nge-push, jadinya malah cedera."

Saat mengalami cedera, tidak apa-apa berhenti berolahraga sejenak. Evaluasi proses olahraga dan temukan penyebab cedera. Menemukan penyebab akan menghindari kemungkinan cedera di kemudian hari.

7. Lakukan Sebentar Tapi Sering


Lakukan Sebentar Tapi Sering
TikTok/kerrrenp

Pada dasarnya, hasil olahraga tidak tergantung seberapa lama durasi olahraganya. Olahraga sebentar tapi setiap hari lebih baik dibandingkan dilakukan berjam-jam tapi hanya satu kali. Manfaat olahraga akan sangat terasa apabila kita melakukannya dengan konsisten.

"Jadi sebenernya, lebih baik sedikit-sedikit tapi konsisten daripada maunya langsung banyak, terus enggak mau olahraga lagi," lanjut Keren. “Lebih baik olahraga setiap hari selama sepuluh menit daripada satu jam tapi satu minggu sekali. Karena itu enggak ngefek jadinya.”

Untuk bisa konsisten, seseorang harus memiliki motivasi dan tekad yang kuat untuk sehat. Hal ini tentu saja tidak bisa didapatkan dari orang lain. Bagi Keren, motivasi terbesar datang dari dalam diri sendiri.

You can share this post!