Get Healthy : Personal Trainer Ini Beberkan Fakta-Fakta di Tempat Gym, Para Wanita Harus Tahu!
Instagram/namiknomnom
Health
Get Healthy

Faktanya, para wanita tak akan pernah bisa berotot seperti pria meskipun sudah rajin nge-gym, lho. Ingin tahu fakta-fakta lainnya? Intip ulasan Ni Made Srinami berikut ini!

WowKeren - Tempat gym merupakan alternatif terbaik bagi mereka yang ingin berolahraga. Meski demikian, masih banyak orang, khususnya wanita ragu untuk berolahraga di tempat gym. Maraknya mitos atau fakta yang salah tentang gym merupakan salah satu alasan yang membuat para wanita jadi ragu berolahraga di sana. Namun, hal ini rupanya tak berlaku bagi Ni Made Srinami. Wanita yang akrab disapa Nami tak gentar untuk memulai hidup sehatnya dengan berolahraga di tempat gym.

Pengalaman Nami nge-gym bermula pasca dirinya menderita infeksi paru-paru beberapa tahun silam. Saat itu, berat badannya turun drastis dari 54 kilogram menjadi 43 kilogram. Saat masa pemulihan, efek obat-obatan membuat tubuh Nami bengkak dan bagian perutnya menjadi buncit.



Photo-INFO

TikTok/namik2604



Merasa kondisi tubuhnya tidak sehat dan bugar pasca pemulihan, Nami pun bertekad untuk mulai berolahraga di tempat gym. Merasa kebingungan sebagai pemula di tempat gym, wanita yang kini berusia 26 tahun ini akhirnya memutuskan untuk mendapat bantuan dari personal trainer. Selanjutnya, ia jadi lebih mudah beradaptasi sampai berhasil konsisten.

Setelah konsisten berolahraga, Nami akhirnya sukses menghilangkan perut buncit dan membentuk badannya jadi lebih proporsional. Tak hanya itu saja, beragam permasalahan kesehatan yang sebelumnya dialami pun berangsur menghilang. Kini, kondisi tubuh Nami jadi lebih bugar, kulit lebih sehat, hingga menstruasi yang teratur.

Pengalaman Nami sebagai pemula hingga kini aktif menjadi personal trainer membawanya menemukan beberapa fakta-fakta tentang gym yang wajib diketahui oleh wanita. Kepada WowKeren untuk rubrik Get Healthy, ia secara khusus membongkar fakta-fakta tersebut. Apa saja? Simak ulasan Nami selengkapnya berikut ini.

(wk/yoan)

1. Tidak Ada Intimidasi di Tempat Gym


Tidak Ada Intimidasi di Tempat <i>Gym</i>
TikTok/namik2604

Hal yang paling ditakutkan oleh pemula, khususnya wanita adalah adanya intimidasi di tempat gym. Inilah yang juga sempat dialami oleh Nami. Saat pemula, ia merasa terintimidasi karena takut ditertawakan rekan-rekan senior. Padahal, ketakutan itu hanya kekhawatirannya sendiri. Pada kenyataannya, semua orang di gym hanya akan fokus pada tujuannya masing-masing. Karena itulah, pemula hendaknya menemukan tujuannya terlebih dahulu sebelum mulai nge-gym.

"Kesulitan pertama itu malu dan enggak percaya diri ke tempat gym, kayak merasa terintimidasi karena cewek-cewek yang lain sudah pro. Terus takut banget. Takut ditertawakan karena enggak bisa ngambil alat, padahal sebenarnya enggak (ditertawakan). Cuma merasa seperti itu, padahal baik-baik saja," kenang Nami. "Akhirnya aku pakai personal trainer, prosesnya itu satu bulan. Setelah itu, aku coba-coba sendiri dan mulai percaya diri pakai alatnya gimana."

Agar lebih mudah menentukan tujuan, meminta bimbingan personal trainer adalah jalan keluar terbaik bagi pemula. Cara ini akan membuat pemula jadi lebih mudah beradaptasi dan merasa nyaman di tempat gym. Nami juga mengingatkan agar tidak lupa untuk melakukan pemanasan sebelum dan pendinginan setelah selesai latihan.

"Usahakan sebelum latihan, warm up, pemanasan dinamis. Misalnya tujuan latihannya upper body (tubuh bagian atas), gerakan (pemanasan) jangan cuma stretching tapi lebih dinamis, menggerakkan seluruh badan," ujar Nami. "Setelah selesai, harus banget cooling down. Kalian harus membuat otot-otot kalian lebih rileks, jangan langsung pulang."

2. Nge-gym Bisa Turunkan Kadar Lemak Tubuh


Nge-<i>gym</i> Bisa Turunkan Kadar Lemak Tubuh
TikTok/namik2604

Umumnya, perut adalah bagian paling krusial yang menyimpan banyak lemak. Karena itulah, banyak wanita ingin memiliki perut ramping hingga membentuk abs. Saat melakukan latihan membentuk abs, secara otomatis kadar lemak di perut menjadi turun. Faktanya, bukan hanya di perut saja, lemak di bagian tubuh lainnya pun ikut turun. Tak terkecuali pada bagian payudara wanita.

"Ada fakta kalau kita membentuk abs, otomatis kadar fat (lemak) di dalam tubuh kita harus rendah. Nah, payudara kita ini merupakan jaringan lemak. Kalau membentuk abs, otomatis fat kita harus benar- benar turun," tutur Nami. "Jadi, jaringan lemak yang ada di payudara otomatis ikut turun dan memang akan berubah ukuran menjadi lebih mengecil. Tapi, lain lagi kalau kalian memang punya genetik payudara yang besar. Jadi, bentuknya lebih indah."

Meski demikian, hal ini tak berlaku jika kalian sudah memiliki genetik ukuran payudara yang besar. Bagi seseorang yang memiliki genetik tersebut, nge-gym justru akan membantu membentuk payudara jadi lebih proporsional.

3. Nge-gym Membantu Mengencangkan Bagian Tubuh Tertentu


Nge-<i>gym</i> Membantu Mengencangkan Bagian Tubuh Tertentu
TikTok/namik2604

Meskipun dapat menurunkan kadar lemak, Nami mengungkapkan bahwa latihan di gym juga dapat membentuk bagian tubuh pada wanita seperti bokong dan payudara. Hal ini terjadi karena jaringan lemak yang mengikis akan terganti dengan massa otot yang meningkat. Hasilnya, tubuh akan jadi lebih kencang dan bentuk badan jadi lebih proporsional.

"Mengecilkan sama membentuk itu berbeda. Seperti halnya bokong, bokong bisa dibentuk dengan latihan khusus. Sayangnya, enggak ada (latihan untuk memperbesar payudara). Tapi, untuk mengencangkan dan membuat bentuknya lebih bagus itu banyak banget (latihannya)," jelas Nami. "Kalian bisa ambil gerakan upper chest untuk membentuk payudara kalian agar kelihatan lebih bagus dan kencang. Apalagi ibu-ibu yang sudah punya anak dan menyusui, itu bagus banget."

Nami menegaskan bahwa pada dasarnya tak ada latihan khusus untuk memperbesar payudara pada wanita. Meski demikian, tak usah khawatir. Kalian masih bisa membentuk payudara jadi lebih kencang dengan latihan-latihan upper chest di gym.

4. Tak Ada Program Latihan Gym Khusus Wanita


Tak Ada Program Latihan <i>Gym</i> Khusus Wanita
TikTok/namik2604

Nami mengungkapkan bahwa tak ada program latihan khusus untuk wanita ataupun pria. Pasalnya, pemilihan program latihan itu disesuaikan dengan tujuan masing-masing individu. Tak jarang, pria dan wanita memiliki tujuan yang sama. Karena itulah, pemula wanita sebaiknya tidak membatasi diri untuk menjalankan program latihan tertentu.

"Sebenarnya enggak ada (perbedaan program latihan gym) untuk pria dan wanita. Pria perlu kaki yang kuat, wanita juga. Jadi, enggak ada banget program khusus untuk wanita atau pria. Semua sama tergantung goals masing-masing, enggak ada signifikan ini untuk pria atau wanita. Biasanya kalau cewek kebanyakan ingin (membentuk) abs sama bokong," tutur Nami.

Nami juga menambahkan saat wanita sudah memiliki program latihan, mereka cenderung hanya fokus pada hal itu saja. Misalnya, fokus pada gerakan lower body (bagian tubuh bawah) untuk membentuk bokong. Meski tidak salah, ada baiknya para wanita juga mengombinasikannya dengan gerakan-gerakan upper body agar hasilnya lebih maksimal.

"Kesalahannya sih mereka (para wanita) enggak punya program latihan. Makanya kalau awal gym itu disarankan punya program latihan khusus. Misalnya kalau fat loss (mengurangi lemak), kardio dulu baru angkat beban. Tapi kalau mau membentuk badan, kardionya di akhir saja. Karena kalau kardio duluan, capek, jadi pas angkat beban enggak maksimal," lanjut Nami. "Terus lebih banyak ambil gerakan lower body, enggak salah. Cuma, kalau ingin badan bagus, upper body juga penting. Seperti latihan perut, punggung, dan pinggul bawah."

5. Wanita Tak Akan Berotot Seperti Pria


Wanita Tak Akan Berotot Seperti Pria
TikTok/namik2604

Salah satu mitos yang membuat wanita ragu nge-gym adalah anggapan bahwa dapat membuat tubuh mereka berotot layaknya pria. Padahal faktanya, anggapan tersebut tentu saja tidak benar. Hal ini disebabkan karena wanita tidak memiliki hormon testosteron dalam jumlah besar. Testosteron sendiri merupakan hormon yang berperan untuk pembangunan otot. Karena itulah, wanita tak akan berotot seperti pria.

"Mitos yang sering banget bikin terkecoh wanita adalah mereka menganggap nge-gym bakal bikin berotot seperti laki laki, padahal enggak. Pria itu memiliki hormon testosteron 20 kali lipat lebih banyak daripada wanita. Itulah yang menyebabkan pria lebih cepat berotot. Sedangkan wanita, hormon testosteronnya itu kecil banget, jadi susah banget berotot. Jadi, itu mitos," tegas Nami.

Jika kalian masih risau karena melihat binaragawan wanita berotot, Nami menambahkan bahwa hal tersebut terjadi karena intensitas latihan bebannya sudah sangat tinggi. Selain itu, ada kemungkinan juga mereka melakukan suntik steroid untuk memperbesar ototnya. Karena itulah, para pemula sejatinya membutuhkan peran dan bimbingan personal trainer untuk membantu meluruskan mindset-nya.

6. Manfaat Nge-gym Bagi Wanita


Manfaat Nge-<i>gym</i> Bagi Wanita
TikTok/namik2604

Nami juga mengungkapkan bahwa anggapan nge-gym dapat mengganggu kesuburan juga kerap membuat wanita jadi ragu. Padahal, rutin nge-gym justru dapat meningkatkan kesuburan dan menunda menopause dini. Selain itu, rutin nge-gym juga dapat mengurangi risiko osteoporosis serta memerbaiki keseimbangan hormon. Akibatnya, jerawat pun berkurang dan kepercayaan diri jadi meningkat.

"Sering banget ada yang bilang kalau gym malah bikin jadi mandul. Padahal, malahan bagus banget untuk kesuburan. Kita juga sebagai wanita, cenderung mudah menopause. Nah, gym ini membantu kita menunda menopause dini," terang Nami. "gym juga bagus buat meningkatkan percaya diri. Hormon juga semakin bagus. Kalau kita perbaiki hormon, jerawat otomatis agak berkurang dan bagus untuk kulit. Selain itu juga membantu meningkatkan massa otot. Itu akan mengantisipasi osteoporosis dan penyakit tulang lainnya. Jadi, jangan ragu nge-gym karena banyak banget manfaatnya."

Menurut Nami, durasi paling bagus saat nge-gym atau berolahraga adalah 60 sampai 90 menit. Hanya saja, jika memang seseorang tidak memiliki waktu cukup banyak untuk berolahraga, meluangkan waktu 15 menit sudah cukup daripada tidak sama sekali.

7. Hasil Tak Akan Maksimal Tanpa Pengaturan Pola Makan


Hasil Tak Akan Maksimal Tanpa Pengaturan Pola Makan
TikTok/namik2604

Banyak anggapan bahwa gym adalah satu-satunya jalan untuk mengecilkan bagian tubuh tertentu. Bahkan, ada juga yang sampai menganggap bahwa makin banyak keringat yang keluar, makin banyak juga lemak yang terbakar. Padahal, anggapan tersebut tidak benar. Nami mengungkapkan bahwa pada prinsipnya, hasil nge-gym akan terlihat hasilnya jika dibarengi dengan pengaturan pola makan yang benar.

"Keringat itu cuma cara tubuh kita mengeluarkan cairan. Jadi, keringat itu bukan menentukan membakar lemak atau enggaknya. Itu cuma cara tubuh kita menetralisir suhu tubuh," ungkap Nami. "Sebenarnya kalau mengecilkan bagian tubuh tertentu (dengan gym) itu enggak bisa. Tapi, kalau membentuk itu sangat bisa. Karena pada dasarnya, kalau kita enggak kalori defisit dan jaga makan, itu enggak bisa. Kalian mau sit up 100 kali pun, perut kalian enggak bakal sixpack kalau kadar fat-nya masih tinggi."

Saat menjaga pola makan, seseorang perlu memerhatikan asupan nutrisi seperti karbohidrat, protein, serat hingga vitamin. Selain itu, jangan lupa juga untuk memerhatikan pola tidur atau istirahat. Jangan terlalu memforsir diri melakukan latihan-latihan berat dengan harapan lebih cepat mendapatkan hasil. Lakukan latihan yang ringan namun secara konsisten dan berkelanjutan.

"Tentunya dari makanan harus diimbangi dengan makronutrisi yang bagus seperti serat, karbohidrat dan protein. Kalau perlu vitamin atau susu tambahan dan istirahat. Pola istirahat ini juga penting banget. Jadi, jangan sampai overtraining . Walaupun cuma latihan ringan, asalkan melakukannya dengan konsisten pasti ada hasilnya. You don't need to be extreme, just to be consistent ," tutup Nami.



You can share this post!