Main Bareng Kuda,  Amanda Latief Cs Beber Hal Menarik Dari Film 'Jo Sahabat Sejati'
Instagram/alamandaproduction
Film

'Jo Sahabat Sejati' berani tampil beda dengan menggandeng kuda sebagai pemeran utama. Tak hanya itu saja, para pemain secara eksklusif beberkan hal-hal menarik dalam film tersebut. Apa saja?

WowKeren - Alamanda Production baru-baru ini merilis film berjudul "Jo Sahabat Sejati". Berbeda dengan film lainnya, Alex Latief, selaku sutradara film kali ini menggandeng seekor kuda sebagai pemeran utama. Melalui lika-liku proses produksi yang panjang, film pertama yang memiliki peran utama binatang ini akhirnya tayang di bioskop.

"Jo Sahabat Sejati" mengisahkan tentang hubungan persahabatan antara kuda bernama Jo dengan seorang guru SMP bernama Arif (Ismu Tanjung) dan adiknya, Lisa (Amanda Latief). Dalam kisahnya, Jo terkenal sebagai kuda yang ramah dan kerap melindungi para warga dari bahaya. Cinta (Novika Siregar), Genta (Cornel Nadeak) dan Danar (Adry Wicaksono) merupakan tiga sekawan yang menjadi saksi hidup betapa heroiknya seorang Jo.


Sampai suatu ketika, sebuah tragedi mencekam membuat Jo harus terpisah dari orang-orang yang mencintainya. Jatuh bangun perjuangan para sahabat sejati Jo untuk membawanya kembali benar-benar menguras emosi. Beragam adegan-adegan ekstrem juga turut mewarnai jalannya kisah sehingga terasa lebih dramatis. Lantas, apakah Jo akan kembali?

Wawancara eksklusif hanya kepada WowKeren.com, Amanda Latief dan sederet pemain film "Jo Sahabat Sejati" membeberkan keseruan proses syuting film, mulai dari adegan haru hingga ekstrem bersama sang kuda. Seperti apa keseruannya? Intip kisah selengkapnya berikut ini!

(wk/yoan)

1. Awal Mula Ide Project Film "Jo Sahabat Sejati"


Awal Mula Ide <i>Project</i> Film
Dokumentasi Alamanda Production

Amanda Latief yang juga berperan sebagai produser mengungkapkan bahwa film "Jo Sahabat Sejati" terinspirasi dari tradisi kuda renggong yang ada di daerah Sumedang, Jawa Barat. Dalam tradisi ini, kuda secara khusus dilatih dengan kasih sayang agar bisa melakukan silat dan menari. Ditambah rasa cinta Amanda pada binatang peliharaan di rumah, lahirlah skenario epik film "Jo Sahabat Sejati" pada tahun 2017 silam.

"Berawal dari Alamanda Production melihat banyaknya tradisi kuda renggong di Sumedang, Jawa Barat. Dalam tradisi kuda renggong, kuda bisa silat dan menari. Jadi, kita lihat kuda renggong itu dilatih dengan kasih sayang, tidak dengan kekerasan. Itu dasarnya," ungkap Amanda. "Akhirnya di 2017 kita memutuskan, salah satu komunitas kuda renggong di Jawa Barat namanya Harisbaya, kita bekerja sama dengan mereka. Kuda yang tadinya hanya bisa kuda renggong, dilatih untuk bisa berakting menyesuaikan dengan skrip selama 2 tahun."

Tak hanya para kuda yang mendapat pelatihan khusus, para pemain juga tak ketinggalan. Selama satu bulan penuh, mereka semua dikumpulkan bersama sang kuda untuk saling menjalin chemistry. Bahkan, Cornel Nadeak, pemeran Genta dalam film "Jo Sahabat Sejati" menambahkan bahwa dirinya sampai pernah mandi bersama sang kuda.

"Ada pelatihan khusus dari tim produksi ada lah satu bulan itu, dimana kita harus bersama dengan Jo. Paling seru yang aku bilang tadi adalah kita mandi bareng Jo, itu kita asyik banget mandi bareng Jo, muter-muter ya have fun with Jo," tambah Cornel.

2. Film Pertama dengan Pemeran Utama Seekor Kuda


Film Pertama dengan Pemeran Utama Seekor Kuda
Dokumentasi Alamanda Production

Berbeda dengan film Indonesia pada umumnya, "Jo Sahabat Sejati" berani tampil beda dengan menjadikan kuda sebagai ujung tombak cerita. Dibalut kisah yang dramatis dan sarat kearifan lokal, Alex Latief sukses membuat "Jo Sahabat Sejati" sebagai film pertama di Indonesia yang menceritakan persahabatan kuda dengan manusia. Tema unik inilah yang menjadi alasan utama para pemain mulai dari Amanda, Ismu, Cornel, Novika, hingga Adry tak keberatan terlibat dalam film "Jo Sahabat Sejati".

"'Jo Sahabat Sejati' ini film pertama kali dan satu-satunya di Indonesia yang menceritakan tentang persahabatan kuda dan manusia. Berbeda dengan film yang sudah ada, mungkin banyak dari luar negeri yang bercerita tentang persahabatan kuda dengan manusia. Tapi, dalam film ini berbeda. Karena kami tidak membuat atau me-remake dari film yang sudah ada. Film ini terinspirasi dari para penyayang binatang, kisahnya dengan binatang peliharaan kesayangannya," tutur Amanda yang juga merangkap sebagai penulis skenario.

Bagi para pemain, pengalaman syuting dan membangun chemistry dengan kuda menjadi pengalaman baru yang tak mudah dilupakan. "Ini yang membuat aku sangat memorable dengan 'Jo Sahabat Sejati'. Kita kelar proses syuting sebulan, pulang ke rumah, ketika baru bangun pagi terasa hampa banget. Benar-benar merasa aku kehilangan seorang sahabat. Pokoknya terima kasih buat semua tim yang sudah terlibat dalam film ini. Sutradara, produser, executive produser, semuanya. Terus yang paling utama buat Jo, semoga kita bisa berjumpa lagi," terang Ismu yang memerankan karakter Arif.

3. Serunya Bangun Chemistry Manis Bareng 'Arjuna'


Serunya Bangun <i>Chemistry</i> Manis Bareng 'Arjuna'
Dokumentasi Alamanda Production

Pada film "Jo Sahabat Sejati", karakter utama Jo diperankan oleh tiga kuda sekaligus. Menurut Amanda, langkah ini ditempuh apabila sang kuda utama, Arjuna sedang tidak mood melakukan syuting. Karena itulah, para pemain selalu berusaha untuk terus membangun chemistry manis dan ikatan batin bersama Arjuna dengan mengajaknya makan dan main. Sampai-sampai, mereka jadi hafal benar bahwa makanan kesukaan Arjuna adalah gula merah dan pisang.

"Jo diperankan oleh tiga ekor kuda. Pemeran utama yang berperan sebagai Jo namanya Arjuna, yang dua stunt in namanya Macho dan Walet. Jadi seandainya Arjuna enggak mood syuting, biasanya langsung diganti sama Macho atau Walet. Tapi, kalau lagi kalau 3-3nya enggak mood biasanya sih diajak main-main, kasih makan, sampai dia mood baru syuting lagi," beber Amanda.

Para pemain juga menyebut bahwa sejak awal Arjuna sudah memberikan kesan baik. Hal inilah yang memudahkan mereka untuk saling menjalin chemistry satu sama lain. Meski demikian, hal ini tak berlaku bagi Cornel. Di awal, ia mengakui bahwa sempat merasa agak takut. Namun seiring berjalannya waktu, ia pun bisa jatuh cinta dan punya ikatan batin dengan kuda Arjuna.

"Sejujurnya pertama kali ketemu sama Jo ada sedikit rasa takut, karena aku tuh mikir kalau misalnya kuda itu bisa jahat, sensitif dan lain sebagainya. Betul kata pepatah, tak kenal maka tak sayang," jelas Cornel sembari tersenyum. "Ketika aku sudah dekat dan klop sama Jo, aku baru sadar, kalau enggak kenal dan deket itu jadi lain gitu lho. Tapi ketika dekat jadi mengerti oh, sayang dan ikatan batinnya itu begini ya. Jadi, enggak seperti yang orang-orang ngomong kalau kuda itu sensitif."

4. Background Pencinta Binatang Bikin Adegan Lebih Mudah


<i>Background</i> Pencinta Binatang Bikin Adegan Lebih Mudah
Dokumentasi Alamanda Production

Dalam prosesnya, para pemain mengaku tak pernah merasa kesulitan saat membangun chemistry dengan Jo. Hal ini ditengarai karena hampir setiap pemain punya pengalaman khusus bersama binatang peliharaan. Bahkan, Amanda mengaku bahwa karakter Lisa sebenarnya adalah karakter asli dirinya di kehidupan sehari-hari.

"Kebetulan saya menulis skenarionya bersama adik saya yang namanya, Alvin Latief. Jadi, karakter Lisa ini memang saya ciptakan untuk saya ambil dan main di film ini karena saya juga pencinta binatang. Saya pernah memelihara beberapa binatang peliharaan. Cuma kalau dengan kuda memang baru di film 'Jo Sahabat Sejati' ini," jelas Amanda. "Sederhananya, karakter Lisa ini enggak jauh beda sama karakter saya sehari-hari."

Tak hanya Amanda, pemain-pemain lain juga punya beberapa pengalaman memelihara binatang peliharaan seperti kucing hingga anjing. Bahkan, Cornel menyebut ia juga sempat memelihara kura-kura dan ikan. Berbeda dengan para pemain lain yang pertama kali beradu akting dengan binatang, Cornel mengaku ini adalah pengalaman kedua baginya. Di pengalaman pertamanya syuting bersama binatang, ia pernah beradu peran bersama ular.

"Aku pernah sekitar usia 9 tahun syuting 1-2 scene bareng seekor ular. Tapi, yang membedakan adalah (film 'Jo Sahabat Sejati') ini sudah diproses sedemikian rupa. Jadi memang sudah dekat dan bersahabat dengan Jo. Jadi, menurut aku yang ini jauh lebih spesial sih," tambah Cornel.

5. Penuh Adegan Dramatis Menggugah Hati


Penuh Adegan Dramatis Menggugah Hati
Dokumentasi Alamanda Production

Dalam film bertema persahabatan, tak lengkap rasanya jika tak mengulas beberapa adegan-adegan yang dramatis. Salah satu adegan dramatis yang mengundang tangis adalah saat karakter Lisa terpaksa harus meninggalkan Jo. Emosi seorang Lisa yang tak ingin pergi ditambah ekspresi Jo yang seolah tak ingin ditinggalkan ini pun berhasil menyentuh bagian-bagian penting di hati para penonton.

Tak hanya itu saja, Ismu juga menambahkan bahwa adegannya bersama Jo juga tak kalah menarik dan menguras emosi. "Banyak banget (adegan menarik). Yang bisa aku spoiler, di mana Arif pergi sekolah dan Jo mengikuti terus. Padahal aku sudah bilang sama Jo untuk tidak mengikuti aku ke sekolah. Akhirnya ya sudah deh (Jo) ikut pergi ke sekolah. Itu sih yang menarik banget," kenang Ismu haru.

Di sisi lain, pemain lain seperti Adry pun tak lepas dari adegan dramatis bersama Jo. Menurutnya, masih banyak adegan-adegan lain yang tak kalah mengundang suasana sedih. "Adegan sama Jo untuk nangisnya ada ya. Karena adegan sama Jo, banyak scene-scene dramatis," ujar Adry, sang pemeran karakter Danar. "Tapi saya enggak bisa kasih tahu adegannya. Jadi, kalian harus menonton."

6. Tak Luput Dari Adegan-Adegan Ekstrem


Tak Luput Dari Adegan-Adegan Ekstrem
Dokumentasi Alamanda Production

Tak hanya scene dramatis, film "Jo Sahabat Sejati" juga memasukkan beberapa adegan-adegan ekstrem. Dalam adegan ini, para pemain sampai harus naik tebing dan digantung di jurang demi dapatkan sinematografi yang sempurna. Bahkan, Ismu menyebut bahwa Jo juga sempat kesulitan naik ke tebing. Pada adegan ini, hampir semua karakter utama seperti Jo, Arif, Cinta dan Genta ikut terlibat dalam pengambilan gambar.

"Adegan tersulit saat proses syuting itu saat saya digantung di jurang yang benar-benar tinggi banget sama Genta. Apalagi saya orang yang takut ketinggian. Itu jurangnya benar-benar tinggi terus dibawahnya batu padas gitu. Itu campur aduk deh rasanya," beber Novika yang dengan epik memerankan karakter Cinta.

Sebagai bentuk profesionalisme, Cornel yang turut digantung di jurang bersama Novika mengungkapkan mereka tak menggunakan pemeran pengganti. Dengan luar biasa, Novika dan Cornel berperang dengan rasa takut demi membangun adegan-adegan yang sempurna.

Berbeda dengan kedua rekannya, Adry punya pengalaman yang lebih ekstrem saat syuting film "Jo Sahabat Sejati". Saat itu, ia tengah beradegan menunggangi Jo. "Ada satu adegan menarik dimana waktu adegan tersebut saya menunggangi Jo. Namun, si Jo ini malah mengajak saya lari-lari kemana-mana, jadi kayak dibawa kabur," ujar Adry menambahkan.

7. Penuh Nilai Kehidupan dan Cocok Ditonton Semua Usia


Penuh Nilai Kehidupan dan Cocok Ditonton Semua Usia
Dokumentasi Alamanda Production

Tak hanya penuh adegan dramatis dan ekstrem, film "Jo Sahabat Sejati" juga banyak memberikan penonton nilai-nilai kehidupan. Novika menyebut bahwa film ini bisa ditonton oleh semua umur. Karena itulah, film "Jo Sahabat Sejati" bisa menjadi pilihan terbaik yang sangat cocok dinikmati untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.

"Buat kalian semua, bakalan rugi banget sih kalau enggak menonton film 'Jo Sahabat Sejati'. Karena ini film pertama di Indonesia yang beda dari yang lain. Jadi, kalian semua wajib banget nonton film ini, karena film ini bisa ditonton sama semua umur," ajak Novika bersemangat.

Film "Jo Sahabat Sejati" sendiri sudah bisa ditonton di puluhan bioskop yang tersebar di seluruh Indonesia mulai 11 Agustus 2022 lalu. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, segera tonton film "Jo Sahabat Sejati" sekarang!

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait