Ingin Kurus? 5 Makanan Ini Percepat Metabolisme dan Bakar Lemak
SerbaSerbi

Metabolisme menjadi salah satu faktor yang berpengaruh pada berat badan, lho. Mau tahu caranya percepat metabolisme?

WowKeren - Memiliki tubuh yang indah tentu menjadi idaman setiap orang terutama wanita. Kaum wanita kerap kali dibikin pusing oleh yang namanya berat badan. Berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan tubuh yang menurut mereka ideal.

Metabolisme menjadi salah satu faktor yang berpengaruh pada berat badan, lho. Metabolisme sendiri merupakan proses yang dilakukan tubuh untuk mendapatkan energi.


Pada seseorang, proses metabolisme tentu saja berbeda. Ada yang lambat juga ada yang cepat. Tetapi kalian dapat mengatur metabolisme tubuh dengan aktivitas fisik, makanan yang dikonsumsi, kadar lemak tubuh, olahraga dan keseluruhan pola hidup yang dilakukan sehari-hari.

Jika metabolisme lambat sementara kalian tidak mengontrol asupan makanan, yang terjadi adalah kenaikan berat badan. 5 makanan ini dapat membantu kalian mempercepat metabolisme dan membakar lemak, lho. Simak yuk.

1. Teh Hijau


Teh Hijau

Teh hijau menjadi salah satu minuman yang memiliki manfaat besar. Seperti meningkatkan proses metabolisme tubuh seseorang yang rutin meminumnya.

Dilansir dari food.detik, menurut Dr. Anju Soo, teh hijau kaya akan antioksidan yang dapat meningkatkan metabolisme. Jika metabolisme membaik maka secara otomatis berat badan akan lebih cepat turun. Namun, kalian tidak boleh meminumnya lebih dari tiga cangkir sehari karena dapat menyebabkan dehidrasi.

Seorang meta-analisis juga mengatakan bahwa meminum teh hijau juga dapat mengurangi kalori. Rutin meminum teh hijau, kalian dapat mengucapkan selamat tinggal pada perut buncit dan berat badan berlebih.

2. Cabai Pedas


Cabai Pedas

Cabai diketahui mengandung capsaicin. Senyawa ini terbukti dapat meningkatkan metabolisme. Penelitian menemukan senyawa tersebut dapat membakar 116 kalori ekstra per hari.

Dilansir dari gaya.tempo, studi lainnya dari Purdue University pada 2011 silam juga menemukan hal yang sama. Mereka mengatakan bahwa capsaicin mampu membenahi metabolisme tubuh sekaligus mengatur fungsi kardiovaskular agar dapat bekerja secara maksimal. Kedua hal tersebut dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes.

3. Gandum


Gandum

Penelitian di American Journal of clinical Nutrition menemukan gandum dapat mempengaruhi metabolisme dan hasilnya cukup akurat. Selama 8 minggu, para peserta penelitian akan mengonsumsi 200 gram gandum dengan 40 gram serat atau tanpa gandum dengan hanya 20 gram serat.

Hasilnya para peserta membakar ekstra 45 kalori saat mengonsumsi gandum. Meski hasilnya memiliki perbedaan kecil tetapi kalian dapat mencobanya. Gandum membakar dua kali lipat kalori yang berasal dari makanan kaya zat besi juga makanan olahan. Gandum juga dapat membakar dua kali lipat kalori yang berasal dari makanan kaya zat besi juga makanan olahan.

4. Makanan Berprotein


Makanan Berprotein

Saat mencerna protein, tubuh melalui serangkaian proses yang menuntut energi lebih banyak. Artinya, tubuh perlu membakar lebih banyak kalori untuk menghasilkan energi demi mencerna protein.

Mengonsumsi makanan dengan kandungan protein tinggi dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Hal ini terbukti tiga kali lebih efektif daripada konsumsi karbohidrat dan lemak.

5. Kopi


Kopi

Asupan kafein dalam kopi telah terbukti meningkatkan laju metabolisme seseorang secara temporer antara satu hingga 25 persen. Sebuah studi berbeda menemukan bahwa kopi meningkatkan pembakaran lemak sebesar 29 persen untuk wanita kurus, dan hanya 10 persen untuk wanita gemuk, dilansir dari lifestyle.kompas.

Namun, asupan kafein juga perlu dibatasi. Setidaknya 400 miligram atau empat cangkir kopi per hari. Khusus bagi kalian yang sedang hamil, disarankan untuk tidak mengonsumsinya lebih dari tiga cangkir per hari.

You can share this post!

Related Posts